Hak Politik Bagi Penyandang Disabilitas, Wajah Keadilan Demokrasi Pemilu

Selasa 20 Juni 2023, 12:30 WIB
Kotak suara | Hak Politik Bagi Penyandang Disabilitas, Wajah Keadilan Demokrasi Pemilu (Sumber : SuaraSulsel.id: Muhammad Aidil)

Kotak suara | Hak Politik Bagi Penyandang Disabilitas, Wajah Keadilan Demokrasi Pemilu (Sumber : SuaraSulsel.id: Muhammad Aidil)

SUKABUMIUPDATE.com - Indonesia adalah Negara demokrasi, secara bahasa berasal dari gabungan dua kata yakni kata "demos" yang berarti rakyat dan "kratos" yang berarti pemerintahan.

Menurut Abraham Lincoln, dikutip dari Gramedia.com, pengertian demokrasi ialah sebuah pemerintahan yang berasal dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat. Adapaun syarat menjadi Negara demokrasi yakni dengan diadakannya pemilihan umum (Pemilu).

Penyelenggaran Pemilu harus mencerminkan nilai-nilai demokrasi dan harus inklusif, tentu saja seluruh masyarakat harus terlibat dalam pemilihan umum tanpa memarginalkan satu kelompok manapun. Salah satu kelompok masyarakat yang sering dimarginalkan dalam pemilihan umum yakni kelompok difabel atau sering disebut penyandang disabilitas.

Penyandang disabilitas menurut Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 adalah setiap orang yang mengalami keterbatasan fisik, intelektual, mental dan atau sensorik dalam jangka waktu lama yang dalam berinteraksi dengan lingkungan. Mereka juga mengalami hambatan dan kesulitan untuk beradaptasi secara penuh dan efektif dengan warga Negara lainnya berdasarkan kesamaan hak.

Dengan demikian, jika kelompok marginal atau kelompok disabilitas tidak diperhatikan secara khusus dalam pemilu, maka dapat berdampak besar. Ini karena bisa saja kelompok disabilitas tidak memberikan hak politik atau hak memilihnya dalam penyelenggaraan Pemilu.

Baca Juga: Mengenal Sindrom Asperger: Pengidap Disabilitas yang Cerdas, Termasuk Autis?

Seperti diketahui, kelompok masyarakat disabilitas mejadi kelompok yang rentan tidak memberikan hak politik karenakan kekurangan yang dimemiliki dianggap dapat menghambat berbagai hal. Misalnya, terhambat dalam mendapatkan akses informasi atau dalam kata lain akses untuk disabilitas sendiri menjadi permasalahan dalam proses politik dan pemilihan umum.

Undang-Undang Dasar 1945, Pasal 28D ayat (1) menjelaskan bahwa setiap orang berhak atas pengakuan, jaminan, perlindungan, dan kepastian hukum yang adil serta perlakuan yang sama dihadapan hukum. Kemudian di Pasal 28H ayat (2), setiap orang berhak mendapatkan kemudahan dan perlakuan khusus untuk memperoleh kesempatan dan manfaat yang sama guna mencapai persamaan dan keadilan, termasuk jaminan untuk menggunakan hak politiknya; memilih dan dipilih dalam pemilu.

Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 dengan jelas menyebutkan salah satu hak bagi penyandang disabilitas adalah hak politik, meliputi hak dipilih dan memilih dalam jabatan publik, menyalurkan aspirasi politik baik tertulis maupun lisan, dan memilih partai politik dan atau individu yang menjadi peserta dalam pemilihan umum.

Kemudian Pasal 350 ayat (2) Undang - Undang Nomor 7 Tahun 2017 mengamanatkan bahwa lokasi TPS harus di tempat yang mudah dijangkau oleh penyandang disabilitas.

Selain penentuan lokasi TPS yang ramah bagi difabel, Pasal 356 ayat (1) juga menyebutkan bahwa pemilih disabilitas netra, disabilitas fisik, dan yang mempunyai halangan fisik lainnya pada saat memberikan suaranya di TPS dapat dibantu oleh orang lain atas permintaan pemilih. Dan ayat (2) mengamanatkan kepada orang yang membantu dalam memberikan suara untuk merahasiakan pilihannya.

Landasan tersebut menjadi dasar yang kuat bagi semua kelompok warga Negara khususnya kelompok masyarakat penyandang disabilitas untuk terbebas dari perlakuan diskriminatif, termasuk dalam proses politik. Pendidikan politik, menjadi satu diantara sekian banyak hak yang cukup melekat bagi para penyandang disabilitas dalam proses politik. Maka, menjadi penting bagi penyandang disabilitas untuk mendapatkan pendidikan politik sesuai haknya.

Pendidikan politik bagi penyandang disabilitas harus menggunakan bahan dan media yang ramah bagi difabel. Ini akan berdampak pada meningkatnya kesadaran dan partisipasi politik, pemberdayaan, inklusivitas pemilu sekaligus meningkatkan aksesibilitas bagi kelompok disabilitas.

Baca Juga: Mengenal Sindrom Munchausen: Suka Pura-pura Sakit Termasuk Gangguan Psikologis?

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) beberapa waktu lalu telah menggelar deklarasi pemilu ramah HAM sebagai upaya mendorong pemenuhan hak-hak kepemiluan setiap warga Negara. Kegiatan tersebut dihadiri oleh penyelenggara pemilu (KPU dan BAWASLU) hal ini menjadi bukti dan upaya untuk terealisasinya keadilan politik bagi seluruh kelompok masyarakat. Namun hal ini tidak cukup untuk dianggap keberpihakan kepada kelompok disabilitas, jika peraturan-peraturan yang ada tidak diimplementasikan.

Adapun menghadirkan keadilan politik bagi penyandang disabilitas seharusnya menjadi tanggungjawab bersama. Meskipun hal ini tentu memerlukan kolaborasi yang apik antara penyelenggara pemilu, peserta pemilu dan masyarakat umum.

Menjelang pemilu, baik peserta maupun penyelenggara pemilu masih bisa memberikan pendidikan politik kepada pemilih difabel. Dan khusus bagi penyelenggara pemilu sudah seharusnya memiliki data penyandang disabilitas hingga tingkat TPS, sehingga dapat memastikan langkah-langkah yang harus dilakukan untuk menjamin pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas dalam proses dan pelaksanaan pemungutan suara.

KPU sebagai penyelenggara pemilu, harus mampu menyediakan fasilitas khusus bagi penyandang disabilitas, mulai dari TPS yang mudah diakses, alat bantu coblos yang sesuai, petugas yang terlatih dalam melayani penyandang disabilitas hingga pemberian pendidikan pemilih khusus.

Penyediaan fasilitas yang memadai bagi penyandang disabilitas ini diharapkan menjadi upaya konkret guna mendukung peningkatan partisipasi politik penyandang disabilitas.

Artinya, Hak-hak sebagai warga Negara mereka pun dapat terpenuhi. Terlihat dari tingginya partisipasi pemilih dalam pemilu yang sebanding dengan tingkat partisipasi penyandang disabilitas.

Writer: Ahmad Jamaludin/KIPP Kabupaten Sukabumi

Follow Berita Sukabumi Update di Google News
Editor :
Berita Terkait
Berita Terkini
Game26 Februari 2024, 23:49 WIB

Cake Resume Quiz Lagi Viral, Ini Cara Bermain dan Ikuti Tesnya

Cake Resume Quiz sedang viral di media sosial. Tes ini akan mengungkapkan kepribadian dan pekerjaan apa yang cocok untuk anda. Berikut linknya.
Tampilan Utama dari Cake Resume Quiz yang Viral. Sumber Foto: Website/ooopenlab.cc
Nasional26 Februari 2024, 23:40 WIB

Sandiaga Uno Isyaratkan PPP Tak Menutup Opsi Gabung Koalisi Prabowo-Gibran

Ketua Bappilu PPP Sandiaga Uno mengaku akan sangat terhormat jika diajak membangun bangsa di Kabinet Pemerintahan yang baru.
Ketua Bappilu PPP Sandiaga Uno saat kampanye di Desa Cisande, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, Jumat (29/12/2023) sore. (Sumber : SU/Ibnu)
Entertainment26 Februari 2024, 23:03 WIB

Profil dan Fakta Andryan Gama Suami dari Youtuber Nessie Judge

Youtuber Nessie Judge mengumumkan pernikahannya dengan Andryan Gama pada Minggu (25/2/2024). Hal tersebut membuat Nerrorist terkejut.
Andryan Gama dan Nessie Judge ketika Pernikahan berlangsung pada Minggu (25/2/2024) di Alila SCBD Jakarta. Sumber Foto: Instagram/@thebridestory
Sukabumi26 Februari 2024, 22:54 WIB

PLN Indonesia Power Resmikan Pondok Konservasi Penyu Hijau di Ciracap Sukabumi

Peresmian ini dalam rangka Program Keanekaragaman Hayati Konservasi Penyu Hijau dan Rehabilitasi Lingkungannya (Kopi Hideung).
Suasana saat peserta Resmikan Pondok Konservasi Pangumbahan Turtle Park di Pangumbahan, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi. (Sumber : Istimewa)
Produk26 Februari 2024, 22:19 WIB

Harga Beras Mahal, Diskumindag Kota Sukabumi Ajak Masyarakat Beralih ke SPHP

Di tengah mahalnya harga beras premium, Diskumindag pastikan stok beras di Kota Sukabumi aman untuk satu bulan kedepan.
Gelaran operasi pasar murah Beras SPHP di Kelurahan Dayeuhluhur, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, Senin (26/2/2024). (Sumber : SU/Asep Awaludin)
Sukabumi26 Februari 2024, 21:43 WIB

Cerita Emak-emak Sukabumi Antri Demi Beras Murah, Pulang Dengan Tangan Kosong

Tingginya antusiasme warga membuat stok beras SPHP sebanyak 30 ton yang diperuntukan untuk warga Desa Karang Tengah Cibadak tidak mencukupi. Sejumlah emak-emak hanya bisa pasrah dan pulang dengan tangan kosong
Warga mengantri beras murah di Desa Karang Tengah Cibadak Sukabumi | Foto : Ibnu Sanubari
Bola26 Februari 2024, 21:00 WIB

Kembali ke Si Jalak Harupat, Mark Klok Bertekad Kembali ke Jalur Kemenangan

Kapten Persib Bandung Marc Klok berharap tuah dari Stadion Si Jalak Harupat setelah Maung Bandung resmi kembali berkandang di sana
Kapten Persib Bandung Marc Klok berharap tuah dari Stadion Si Jalak Harupat setelah Maung Bandung resmi kembali berkandang di sana | Foto: Instagram/@marcklok
Sukabumi26 Februari 2024, 20:58 WIB

12 Pelajar Sukabumi Diserahkan Ortu dan Guru ke Polisi Gegara Hendak Tawuran

Belasan siswa SMK di Sukabumi diserahkan Ortu dan Guru ke Polisi untuk dibina gegara diduga terlibat dalam rencana aksi tawuran antarpelajar.
Para siswa SMK sedang diamankan di Polsek Sukaraja Mapolres Sukabumi Kota pada Senin (26/2/2024) karena diduga hendak terlibat tawuran. (Sumber : Istimewa)
Sukabumi26 Februari 2024, 20:08 WIB

Idap Penyakit Langka, Bayi Asal Pabuaran Sukabumi Dibawa Ke RS Bunut

Bayi penderita penyakit langka, Muhamad Ismail Ishak (3 bulan) anak kedua dari pasangan suami istri Ejen (52 tahun) dengan Yuyun (46 tahun) asal Kecamatan Pabuaran Kabupaten Sukabumi segera ditangani.
Kemensos RI Phala Martha bersama Forkopimcam di Puskesmas Pabuaran mendampingi Balita yang idap penyakit langka | Foto : Ragil Gilang
Food & Travel26 Februari 2024, 19:30 WIB

4 Tempat Wisata Dekat Stasiun Cianjur, Rekreasi Sambil Naik Kereta

Inilah beberapa tempat wisata dekat Stasiun Cianjur yang memungkinkan pengunjung bisa berwisata naik kereta sekaligus berkunjung ke tempat rekreasi
Inilah beberapa tempat wisata dekat Stasiun Cianjur yang memungkinkan pengunjung bisa berwisata naik kereta sekaligus berkunjung ke tempat rekreasi (Sumber : via kereta-api.info)