Beringin Tua 40 Meter di Sukabumi Terbakar saat Persiapan 17 Agustus, Api Bersarang di Rongga Pohon

Sukabumiupdate.com
Minggu 16 Agu 2026, 21:17 WIB
Beringin Tua 40 Meter di Sukabumi Terbakar saat Persiapan 17 Agustus, Api Bersarang di Rongga Pohon

Pohon beringin tua setinggi sekitar 40 meter di Kampung Pintu RT 01/09 Kelurahan Cibadak, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, terbakar pada Minggu (16/8/2026). | Foto: Istimewa

SUKABUMIUPDATE.com - Ketika warga Kelurahan Cibadak, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, sibuk mempersiapkan perayaan 17 Agustus, kepanikan justru muncul dari sebuah pohon beringin tua di Kampung Pintu RT 01/09 pada Minggu (16/8/2026).

Pohon setinggi sekitar 40 meter itu terbakar cukup hebat. Api terlihat merambat dari bagian bawah hingga ke dahan dan dedaunan di bagian atas pohon. Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Cibadak menerima laporan kejadian ini sekira pukul 17.00 WIB.

Petugas lalu menuju lokasi untuk melakukan penanganan. Menurut P2BK Cibadak, Mawaldi, saat petugas tiba, api sudah membakar pohon dan merambat ke bagian atas. Ia menyebut api membakar pohon, namun tidak merambat ke bangunan atau lingkungan sekitarnya.

"Tidak meluas ke yang lain. Iya, satu pohon saja," ujarnya kepada sukabumiupdate.com.

Baca Juga: Ternyata Warga Nagrak, Identitas Mayat Perempuan di Sungai Cicatih Sukabumi

Meski begitu, proses pemadaman tidak mudah. Selain sempat terkendala kemacetan dari pos menuju lokasi, petugas juga menghadapi akses jalan yang sempit.Posisi pohon yang cukup jauh dari kendaraan pemadam ikut membuat petugas harus menggunakan tiga selang untuk menjangkau bagian atas. Masing-masing selang memiliki panjang sekitar 30 meter.

"Menyemburkan airnya ke atas susah," kata Mawaldi.

Kesulitan pun terjadi karena api tidak hanya berada di bagian luar pohon. Bara berada di bagian dalam atau rongga pohon sehingga petugas harus berupaya menjangkau titik api yang sulit terlihat. Hingga malam, api belum sepenuhnya padam.

Mawaldi menyebut kobaran api memang sudah mengecil dan petugas melakukan pendinginan. Armada juga dikerahkan secara berulang untuk mengambil air dan kembali melakukan penyiraman. "Ini juga nambah lagi, armada. Tiga unit tadi bolak-balik," ujarnya.

Di tengah proses pemadaman itu, warga sekitar masih mencari tahu bagaimana api pertama kali muncul. Dugaan sementara dari P2BK, api kemungkinan dari aktivitas pembakaran sampah yang kemudian merambat ke pohon. "Dugaan ada yang membakar sampah," lanjut Mawaldi.

Warga setempat, Lutfi (20 tahun), mengatakan kebakaran terjadi ketika warga sedang melakukan persiapan kegiatan 17 Agustus. Saat itu, masyarakat tidak mengetahui bagaimana api mulai muncul. Ketika pertama kali terlihat, api telah cukup besar.

"Sore tadi kurang lebih pukul lima kejadiannya. Itu sudah besar sebetulnya, lumayan," kata Lutfi.

Menurutnya, lokasi pohon berada di bawah tebing dan berdekatan dengan area pemakaman keluarga. Akses menuju lokasi juga cukup sulit. Warga kemudian berusaha merespons kejadian tersebut dan menghubungi petugas pemadam kebakaran. "Ketika bicara penyebabnya apa, warga pun sebetulnya masih bingung," ujarnya.

Baca Juga: Alarm Bencana, Slamet Soroti Pembabatan Pohon Diduga untuk Vila di Sukabumi Utara

Lutfi mengatakan api pertama kali terlihat pada bagian tengah pohon yang sudah keropos. Pohon tersebut memang sudah berukuran besar dan diperkirakan berusia tua.

Kondisi kemarau membuat dedaunan di bagian atas pohon mengering. Api yang muncul di bagian tengah kemudian merambat ke bagian atas melalui dedaunan tersebut. "Ditambah dedaunan atasnya itu sudah kering," katanya.

Kondisi pohon sudah keropos dan dedaunan yang kering membuat petugas kesulitan menjangkau bagian puncak.

Ketua RW 09, Suhendi, mengatakan informasi awal kebakaran diterimanya setelah seorang warga bernama Nani melihat api berkobar dari arah belakang rumahnya. Nani, saat itu, baru pulang setelah mengikuti persiapan kegiatan panjat pinang untuk perayaan 17 Agustus.

"Sekitar 17.30 dia habis persiapan Agustusan, panjat pinang. Dia pulang ke rumah melihat api di belakang rumah, dia histeris, kaget dan langsung kasih kabar kepada warga bahwa pohon beringin tersebut terbakar," kata Suhendi.

Menurut dia, posisi pohon cukup dekat dengan permukiman. Di bawahnya terdapat makam keluarga dan rumah warga. Masyarakat ikut membantu penanganan bersama petugas. Dua unit Pemadam Kebakaran Posko 5 Cibadak, P2BK, dan tokoh setempat berupaya memadamkan api.

Namun, api masih sulit dipadamkan karena berada di dalam bagian pohon yang berlubang dan merambat ke bagian atas. "Api bukan di luar, tapi di dalam lubang-lubang pohon. Sulit dimatikan," lanjutnya.

Pohon beringin tersebut juga bukan pohon yang baru tumbuh. Suhendi menyebut berdasarkan informasi yang diterimanya, pohon itu diperkirakan sudah berusia ratusan tahun.

Bahkan, sebelumnya pernah ada upaya untuk memangkas pohon tersebut. Tetapi, menurut informasi yang diterima Suhendi, warga yang hendak memangkas mengalami sakit sehingga upaya itu tidak dilanjutkan.

"Sempat ada yang nebang juga, sakit tuh. Dua tim yang nebang bahkan gak jadi, sakit. Nggak mau ngusik lagi," katanya.

Selain usianya yang tua, pohon ini juga memiliki ukuran yang sangat besar. Suhendi memperkirakan lebarnya mencapai sekitar 10 meter dengan tinggi sekitar 40 meter.

Hingga proses pemadaman berlangsung, bara api masih terlihat di bagian pohon. Petugas pun masih bolak-balik mengambil air untuk melakukan pendinginan.

Berita Terkait
Berita Terkini