SUKABUMIUPDATE.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok VI Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) menghadirkan inovasi dalam pengelolaan sampah di Desa Sirnajaya, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi.
Para mahasiswa merancang dan membangun Rocket Stove, sebuah fasilitas pembakaran sampah kering yang praktis dan diharapkan dapat menjadi salah satu solusi dalam menangani permasalahan sampah di lingkungan desa.
Proses pembangunan Rocket Stove dilaksanakan secara bertahap pada 6 hingga 9 Agustus 2026. Dalam pengerjaannya, tim KKN terlebih dahulu menyiapkan fondasi yang kokoh sebagai dasar bangunan.
Baca Juga: BNPB: 47 Warga Meninggal Dunia, Update Korban Gempa M7,7 Guncang NTT
Selanjutnya, mahasiswa menggunakan bata ringan atau Autoclaved Aerated Concrete (AAC) sebagai material utama untuk membangun struktur alat pembakar tersebut.
Mahasiswa menyusun bata secara rapi dan menambahkan tulangan kawat di bagian dalam. Mereka lalu memplester seluruh permukaan dinding. Proses ini memperkuat konstruksi dan menahan panas hasil pembakaran. Tahap akhir pembangunan meliputi pemasangan cerobong asap tinggi dan penutup logam pelindung.
Rocket Stove.
Tim KKN menguji coba alat tersebut pada 9 Agustus 2026. Mahasiswa memasukkan sampah kering ke dalam tungku dan menyalakan api. Alat bekerja secara optimal. Asap keluar terarah melalui cerobong dan proses pembakaran berlangsung cepat. Pengujian ini memastikan Rocket Stove aman dan siap beroperasi.
Baca Juga: Dilaporkan Soal Rumah Rp750 Juta, Kuasa Hukum Eks Cawalkot Sukabumi: Klien Kami Justru Dirugikan
Ketua Kelompok VI UMMI, Hisham Mahdi, menyampaikan pandangannya terkait fasilitas baru ini. Ia menilai Rocket Stove memberikan solusi langsung untuk mengatasi tumpukan sampah di lingkungan desa.
“Kami merancang Rocket Stove ini sebagai alternatif pengelolaan sampah yang nyata. Masyarakat Desa Sirnajaya kini memiliki fasilitas khusus untuk mengelola sampah kering mereka. Kami ingin inovasi ini memberikan manfaat jangka panjang,” ujar Hisham.
Untuk memaksimalkan program kerja, Kelompok VI UMMI turut memasang papan edukasi terkait lama waktu urai sampah di sebelah fasilitas pembakar. Langkah ini bertujuan mendorong kesadaran warga Desa Sirnajaya tentang pentingnya memilah dan mengelola sampah secara mandiri. (adv)
















