SUKABUMIUPDATE.com – Sebuah video yang memperlihatkan seorang perempuan menyampaikan pesan terkait potensi gempa bumi besar dan letusan gunung berapi menjadi perhatian. Dalam video yang diunggah oleh akun facebook @Tirta Siregar, seorang perempuan mengaku mendapatkan informasi ketika berada di kawasan pantai selatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi.
Pesan tersebut disampaikan pada 8 Agustus 2026 sekitar pukul 02.41 WIB. Perempuan itu mengaku sebelumnya berada di pinggir pantai sekitar pukul 00.30 WIB sebelum menerima pesan yang menurutnya berkaitan dengan bencana alam.
Dalam keterangannya, ia menyebut akan terjadi gempa bumi yang sangat besar dalam waktu dekat. Menurut dia, gempa tersebut tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di sejumlah negara lain secara bersamaan.
"Saya dapat pesan, ini boleh percaya boleh nggak ya bebas, jadi mau ada gempa yang amat besar, sangat besar malah yang akan terjadi dalam waktu dekat ini tidak hanya di Indonesia tapi juga di luar negara Indonesia dan itu berbarengan," ujarnya dalam video tersebut. Dikutip Minggu (16/8/2026).
Baca Juga: Pengamat Soroti Kasus Keracunan MBG Berulang, Pengelola SPPG Bisa Ditindak Pidana!
Selain gempa, perempuan tersebut juga mengaku mendapat informasi mengenai aktivitas letusan gunung. Ia menyebut sedikitnya terdapat tiga gunung yang disebut akan mengalami letusan, baik di Indonesia maupun di luar negeri.
"Dan juga ada gunung yang mau meletus bersamaan sekitar tiga gunung ya, itu ada di Indonesia maupun di luar Negara Indonesia, paling tidak ada tiga gunung," katanya.
Ia mengaku menerima informasi tersebut ketika sedang berada di kawasan pantai selatan Palabuhanratu. Namun demikian, perempuan tersebut tidak menjelaskan secara pasti asal usul pesan tersebut.
"Tadi informasi yang saya terima saat saya sedang di pinggir pantai laut selatan ini," ujarnya.
Perempuan tersebut kemudian meminta masyarakat menyikapi informasi yang disampaikannya sesuai keyakinan masing-masing. Ia juga mengajak masyarakat untuk berdoa agar diberikan keselamatan apabila bencana tersebut benar-benar terjadi.
Baca Juga: Gempa M5,9 Guncang Teluk Tomini, Sulawesi Tengah, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
"Ini semua tergantung kepercayaan temen-temen ya terkait apa yang saya sampaikan, yang jelas kita sama-sama berdoa semoga jika kita ada dalam situasi itu kita semua Allah selamatkan, Allah lindungi, itu saja pesan dari saya," tuturnya.
Dikaitkan dengan Gempa yang Terjadi
Pesan tersebut kembali menjadi perhatian setelah sejumlah gempa bumi mengguncang beberapa wilayah Indonesia dalam beberapa waktu terakhir.
Salah satu gempa terbesar terjadi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Nagekeo, NTT, pada Jumat (14/8/2026). Gempa tersebut menimbulkan kerusakan dan korban jiwa.
Dalam perkembangan terbaru, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan jumlah korban meninggal dunia akibat gempa tersebut mencapai 47 orang. Ribuan warga juga dilaporkan mengungsi akibat dampak gempa.
Gempa NTT tersebut juga disertai dampak tsunami. BMKG sempat mengaktifkan peringatan dini tsunami setelah gempa terjadi. Sensor laut di sejumlah titik juga mencatat adanya kenaikan permukaan air.
Baca Juga: BNPB: 47 Warga Meninggal Dunia, Update Korban Gempa M7,7 Guncang NTT
Sehari setelah gempa NTT, gempa bumi kembali terjadi di wilayah lain. Pada Sabtu (15/8/2026) malam, gempa berkekuatan magnitudo 5,9 mengguncang Teluk Tomini, Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.
Rangkaian peristiwa tersebut kemudian membuat video perempuan yang direkam pada 8 Agustus 2026 di kawasan pantai selatan Palabuhanratu kembali diperbincangkan warganet. Dalam video itu, ia sebelumnya mengaku mendapat pesan mengenai kemungkinan terjadinya gempa sangat besar serta letusan sejumlah gunung dalam waktu dekat.
Meski demikian, kemunculan gempa-gempa tersebut tidak dapat dijadikan bukti bahwa perempuan tersebut mampu memprediksi gempa bumi. Klaim mengenai waktu, lokasi, dan kekuatan gempa maupun letusan gunung tetap harus dibedakan dari informasi ilmiah yang dikeluarkan lembaga berwenang.
Hingga kini, prediksi gempa bumi secara tepat terkait waktu, lokasi, dan magnitudo belum dapat dilakukan secara ilmiah. Karena itu, masyarakat diimbau tidak menjadikan video atau pesan berantai sebagai rujukan utama dalam menyikapi potensi bencana.
Informasi mengenai aktivitas gempa bumi dan tsunami sebaiknya mengacu pada keterangan resmi BMKG, sedangkan informasi mengenai aktivitas gunung api dapat diperoleh dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).














