SUKABUMIUPDATE.com – Sebanyak 535 peserta didik baru SMAN 1 Cibadak, Kabupaten Sukabumi, menutup rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dengan aksi ekologi berupa penanaman pohon, bersih-bersih lingkungan, dan pengecatan fasilitas umum, Selasa (21/7/2026).
Kegiatan tersebut melibatkan guru, OSIS, komunitas peduli lingkungan, TNI, Polri, Muspika, KNPI, Karang Taruna, Puskesmas Cibadak, hingga sejumlah sekolah yang berkolaborasi dalam aksi tersebut.
Kepala SMAN 1 Cibadak, Isda Sugara, mengatakan aksi ekologi menjadi penutup MPLS sebagai tindak lanjut arahan Gubernur Jawa Barat terkait penguatan pendidikan karakter melalui kepedulian terhadap lingkungan.
"Penutupan MPLS ini kami laksanakan sesuai dengan edaran Pak Gubernur, yaitu melaksanakan aksi ekologi. Aksi ekologi ini adalah wujud nyata penanaman karakter terhadap murid-murid baru SMAN 1 Cibadak," ujar Isda kepada sukabumiupdate.com.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi sarana membiasakan siswa menerapkan nilai-nilai Pancawaluya, yakni cageur, bageur, bener, pinter, dan singer, dalam kehidupan sehari-hari.
"Aksi ini betul-betul mereka dilatih, dibina, dibiasakan untuk terbiasa menghadapi budaya hidup bersih, rapi, dan nyaman," katanya.
Baca Juga: SMAN 1 Cibadak Ubah Cara MPLS: Siswa Baru Diberi Ruang Tampilkan Potensi
Isda menjelaskan, aksi ekologi dilaksanakan bersama berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Yayasan Garasi, Pandawa 05, Muspika, TNI, Polri, KNPI, Karang Taruna, hingga Puskesmas Cibadak.
Lokasi kegiatan dipusatkan di kawasan Geyser Cipanas yang berada di bawah sekolah serta Jembatan Garuda yang menjadi akses masyarakat menuju lingkungan sekitar sekolah.
"Kebetulan siswa kami banyak berasal dari daerah tersebut, sehingga sekaligus mereka mengenal lingkungan sekolah dan akses menuju sekolah," ujarnya.
Dalam kegiatan itu, peserta didik melakukan penanaman pohon di sekitar tebing, mengecat akses jalan dan jembatan, serta membersihkan lingkungan. Dari kegiatan bersih-bersih tersebut terkumpul sekitar 50 trash bag sampah yang selanjutnya akan diangkut oleh Dinas Kebersihan melalui Kelurahan Cibadak.
Menurut Isda, aksi ekologi juga menjadi sarana menanamkan kedisiplinan, kepedulian terhadap lingkungan, serta kemandirian kepada peserta didik baru.
"Yang paling penting mereka bisa menjaga lingkungan yang bersih, nyaman, dan asri. Kami juga ingin mewujudkan sekolah yang ramah dengan lingkungan yang diawali dari kebersihannya," ucapnya.
Baca Juga: Pasang 58 Tempat Sampah, Gebrakan Baru dalam Milad SMAN 1 Cibadak Sukabumi
Ia mengatakan peserta dibagi ke dalam empat kelompok kegiatan, yakni membersihkan lingkungan sekolah dan ruang kelas, membersihkan area depan sekolah di sepanjang jalan nasional, membersihkan lingkungan RW sekitar sekolah, serta melakukan aksi ekologi di kawasan Geyser Cipanas dan Jembatan Garuda.
Menurut Isda, program tersebut tidak berhenti pada hari terakhir MPLS. Sekolah berencana melanjutkan aksi serupa, termasuk merawat pohon-pohon yang telah ditanam dan berkoordinasi dengan Muspika untuk memperbaiki akses pejalan kaki menuju sekolah.
"Kurang lebih 500 pohon sejumlah siswa baru ini kami tugaskan untuk menanam pohon," katanya.
Pohon yang ditanam terdiri atas berbagai jenis, di antaranya pohon produktif seperti alpukat dan rambutan serta tanaman keras seperti mahoni.
Meski demikian, Isda menilai keberhasilan MPLS tidak dapat diukur hanya dari pelaksanaan kegiatan selama beberapa hari.
"Penanaman karakter itu tidak hanya seremonial, tetapi harus berkesinambungan. Mudah-mudahan dengan MPLS ini mereka mengenali dirinya, mengenali potensinya, sehingga menjadi murid yang berprestasi dan unggul," tuturnya.
Sementara itu, Wakil Ketua OSIS SMAN 1 Cibadak, Riby Nindia, mengatakan aksi ekologi pada hari terakhir MPLS meliputi penanaman pohon, membersihkan lingkungan sekolah, serta pengecatan Jembatan Garuda.
Menurut Riby, sekitar 60 pohon ditanam dengan berbagai jenis, di antaranya alpukat, nangka, dan matoa.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga melibatkan ekstrakurikuler lingkungan hidup di SMAN 1 Cibadak serta berkolaborasi dengan SMAN 1 Nagrak dan SMKN 1 Cibadak.
"Awalnya persiapannya memang cukup mendadak, tetapi ternyata seru. Apalagi ada sekolah-sekolah lain, jadi nambah teman juga," ujarnya.
Riby menyebut peserta didik baru terlihat antusias mengikuti kegiatan karena tidak hanya mengenal lingkungan sekolah, tetapi juga kawasan di sekitar sekolah.
"Mereka antusias banget. Selain mengenal Smandak, mereka juga jadi mengenal area-area di sekitar Smandak," katanya.
Ia mengaku momen yang paling berkesan selama MPLS adalah saat dapat berinteraksi dan mendampingi peserta didik baru.
"Menurut aku paling berkesan itu ketemu adik-adik. Mereka antusias dan mau kenalan sama kita. Itu yang paling seru," pungkasnya.















