Gempa M5,9 Guncang Teluk Tomini, Sulawesi Tengah, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

Sukabumiupdate.com
Minggu 16 Agu 2026, 09:19 WIB
Gempa M5,9 Guncang Teluk Tomini, Sulawesi Tengah, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

Titik gempa bumi M5,9 Guncang Teluk Tomini, Sulawesi Tengah. Sabtu (15/8/2026) malam. (Sumber: Istimewa)

SUKABUMIUPDATE.com – Gempa bumi tektonik mengguncang wilayah Teluk Tomini, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, pada Sabtu (15/8/2026) malam. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Gempa terjadi pada pukul 23.25.19 WIB. Berdasarkan hasil analisis dan pemutakhiran parameter BMKG, gempa memiliki magnitudo M5,9 dengan kedalaman 60 kilometer.

Episenter gempa berada pada koordinat 0,26 derajat Lintang Utara dan 120,25 derajat Bujur Timur. Lokasinya berada di laut, sekitar 71 kilometer barat daya Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

"Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," demikian keterangan Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Dr. Wijayanto.

BMKG menjelaskan, berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa tersebut merupakan jenis gempa dangkal yang dipicu aktivitas deformasi batuan di dalam lempeng.

Baca Juga: BNPB: 47 Warga Meninggal Dunia, Update Korban Gempa M7,7 Guncang NTT

Sementara itu, hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa memiliki mekanisme pergerakan mendatar naik atau oblique thrust fault.

Guncangan gempa dirasakan di sejumlah wilayah di Sulawesi Tengah dengan intensitas berbeda. Berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan (shakemap), intensitas V MMI dirasakan di Tinombo, Parigi Moutong, serta Dampelas, Donggala.

Pada skala IV MMI, guncangan dirasakan di Kota Parigi, Kota Donggala, Kota Tolitoli, dan Kota Palu. Sementara intensitas III MMI dirasakan di Kota Sigi Biromaru.

BMKG menjelaskan, intensitas V MMI berarti getaran dirasakan hampir oleh seluruh penduduk dan banyak orang terbangun. Sementara IV MMI umumnya dirasakan banyak orang di dalam rumah pada siang hari, sedangkan III MMI ditandai getaran nyata di dalam rumah seperti sensasi kendaraan berat melintas.

Hingga pukul 23.30 WIB, BMKG belum mendeteksi adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).

BMKG menyatakan akan terus memantau perkembangan aktivitas kegempaan, termasuk kemungkinan gempa susulan, serta menyampaikan informasi terbaru kepada pemangku kepentingan dan masyarakat.

Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi atau isu yang belum dapat dipertanggungjawabkan. Warga juga diminta menghindari bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan akibat guncangan gempa.

BMKG mengingatkan masyarakat agar memperoleh informasi terkait gempa bumi dari kanal resmi BMKG, termasuk media sosial @infoBMKG, situs resmi BMKG, aplikasi InfoBMKG, serta kanal Indonesia Tsunami Early Warning System (InaTEWS).

Berita Terkait
Berita Terkini