Slamet Ikut Tanam Pohon di Purabaya, Dorong Gerakan Hijau Berbasis Masyarakat

Sukabumiupdate.com
Kamis 06 Agu 2026, 17:35 WIB
Slamet Ikut Tanam Pohon di Purabaya, Dorong Gerakan Hijau Berbasis Masyarakat

Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKS drh Slamet menghadiri kegiatan penanaman pohon dalam program Riksa Resik Purabaya II di Desa Pagelaran, Kecamatan Purabaya, Kabupaten Sukabumi, Jumat (31/7/2026). | Foto: Istimewa

SUKABUMIUPDATE.com - Upaya penghijauan dan pemulihan lingkungan digerakkan di Kabupaten Sukabumi. Anggota Komisi IV DPR RI drh Slamet menghadiri kegiatan penanaman pohon dalam program Riksa Resik Purabaya II di Desa Pagelaran, Kecamatan Purabaya, Jumat (31/7/2026).

Kegiatan itu melibatkan Sagaranten Volunteer, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi, dan masyarakat setempat. Program ini menjadi bagian dari gerakan pelestarian lingkungan yang menitikberatkan pada penghijauan, pemulihan ekosistem, dan peningkatan kepedulian warga terhadap kelestarian alam.

Rangkaian acara diawali dengan sambutan para tamu undangan dan pemaparan mengenai tujuan program Riksa Resik Purabaya II. Penanaman pohon kemudian dilakukan secara simbolis oleh Slamet bersama perwakilan Sagaranten Volunteer, DLH Kabupaten Sukabumi, dan warga yang hadir.

"Alhamdulillah ini kegiatan positif yang harus kita dukung bersama. Ide-ide pemulihan ekosistem lingkungan yang melibatkan masyarakat layak mendapatkan perhatian," kata Slamet.

Baca Juga: Slamet: Karhutla Bukan Lagi Ancaman, Titik Panas Capai 4.900 dan Menyebar dari Jawa hingga Papua

Setelah prosesi simbolis, seluruh peserta melanjutkan penanaman pohon secara bersama-sama di sejumlah titik yang telah disiapkan. Kegiatan kolaboratif tersebut menjadi wujud keterlibatan berbagai unsur dalam mendukung pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Sukabumi.

Program Riksa Resik Purabaya II bertujuan meningkatkan tutupan vegetasi melalui penanaman pohon sebagai langkah menjaga kelestarian lingkungan. Selain itu, kegiatan ini diarahkan untuk membantu mengurangi risiko kerusakan lahan dan mendorong tumbuhnya kesadaran masyarakat agar lebih aktif menjaga ekosistem secara berkelanjutan.

"Kehadiran berbagai elemen dalam kegiatan ini menunjukkan upaya menjaga lingkungan tidak dapat dilakukan sendiri-sendiri. Kolaborasi antara pemerintah, relawan, dan masyarakat, menjadi kunci dalam memperkuat gerakan penghijauan dan menjaga keberlanjutan sumber daya alam di wilayah Sukabumi bagian selatan," ujar Slamet. (ADV)

Berita Terkait
Berita Terkini