Ternyata Warga Nagrak, Identitas Mayat Perempuan di Sungai Cicatih Sukabumi

Sukabumiupdate.com
Minggu 16 Agu 2026, 19:45 WIB
Ternyata Warga Nagrak, Identitas Mayat Perempuan di Sungai Cicatih Sukabumi

Polisi mengevakuasi mayat perempuan di pinggir Sungai Cicatih, Kampung Sukamaju RT 02/01 Desa Warnajati, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Minggu (16/8/2026). | Foto: Istimewa

SUKABUMIUPDATE.com - Identitas mayat perempuan yang ditemukan di pinggir Sungai Cicatih, Kampung Sukamaju RT 02/01 Desa Warnajati, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Minggu (16/8/2026), terungkap. Korban adalah warga Desa Cisarua, Kecamatan Nagrak, yang hilang dua hari sebelumnya.

Semula, penemuan mayat tersebut sempat menyisakan tanda tanya karena wajah korban tidak terlihat jelas saat ditemukan. Kapolsek Cibadak AKP Joko Susanto Supono mengatakan jenazah wanita itu ditemukan warga setempat sekira pukul 14.00 WIB dalam kondisi badan menelungkup di pinggir aliran Sungai Cicatih.

"Korban ditemukan sudah tidak bernyawa dan posisi telungkup," kata dia.

Joko menjelaskan penemuan itu bermula ketika Ketua RT setempat Dedi Rusyadi dan Kepala Dusun Warnajati, Kamal, mendapat informasi dari masyarakat mengenai adanya mayat di pinggir sungai. Keduanya kemudian menghubungi Polsek Cibadak dan pihak terkait.

Baca Juga: Berdaster Merah Motif Bunga, Kronologi Mayat Ditemukan di Sungai Cicatih Sukabumi

Petugas langsung memeriksa tempat kejadian dan memasang garis polisi sebelum jenazah dievakuasi ke RSUD Sekarwangi. Identitas korban terungkap setelah keluarga datang ke titik lokasi, yakni bernama Ooy (58 tahun), asal Kampung Kubang RT 04/RW 05 Desa Cisarua, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi.

Joko menyebut, anak korban, Yandi Royandi, mengetahui ibunya sudah tidak berada di rumah sejak Jumat, 14 Agustus 2026 sekira pukul 13.00 WIB. Saat pergi, korban mengenakan daster berwarna merah bercorak bunga dan kerudung cokelat. Keluarga berusaha mencari, tetapi saat itu tidak membuahkan hasil.

Menurut Joko, berdasarkan keterangan keluarga, korban memiliki riwayat pikun dan sering pergi meninggalkan rumah tanpa memberi tahu keluarga.

Pencarian keluarga mendapat titik terang pada Minggu siang. Sekira pukul 14.30 WIB, Yandi memperoleh kabar dari warga mengenai penemuan mayat di Sungai Cicatih. Ia mendatangi lokasi dan melihat pakaian yang dikenakan korban sesuai dengan yang digunakan ibunya saat terakhir meninggalkan rumah.

"Saksi mendatangi TKP dan melihat pakaian yang dikenakan korban sangat cocok pada saat korban terakhir kali pergi meninggalkan rumah," ujar Joko mengutip keterangan anak korban.

Setelah identitas korban diketahui, jenazah diperiksa oleh dokter jaga di RSUD Sekarwangi, masih mengenakan daster merah bercorak dengan lengan pendek. Dari pemeriksaan, terdapat beberapa bagian kulit tubuh yang sudah terkelupas, tangan dan jari terlihat putih serta keriput, sedangkan area wajah membengkak.

Joko menyebut laporan itu tidak memuat hasil pemeriksaan yang memastikan penyebab kematian. Kondisi fisik yang ditemukan hanya menjadi bagian dari hasil pemeriksaan dokter setelah jenazah dievakuasi. Pihak keluarga menolak autopsi dan telah mengikhlaskan kepergian korban sebagai musibah.

"Saat ini keluarga korban menolak untuk dilakukan otopsi dan membuat surat serta video penolakan autopsi karena sudah ikhlas bahwa korban meninggal dunia akibat musibah," ujarnya.

Penanganan penemuan mayat tersebut dilakukan Polsek Cibadak bersama Pemerintah Desa Warnajati, Babinsa, BPBD, ketua RT dan RW, serta warga sekitar.

Berita Terkait
Berita Terkini