Green Waqf Digagas LWMUI, Emil Salim: Ulama Harus Jadi Motor Kepedulian Lingkungan

Sukabumiupdate.com
Minggu 17 Mei 2026, 23:12 WIB
Green Waqf Digagas LWMUI, Emil Salim: Ulama Harus Jadi Motor Kepedulian Lingkungan

Emil Salim saat menerima silaturahmi Tim Kerja Green Waqf Lembaga Wakaf MUI yang dipimpin Guntur Subagja Mahardika di kediamannya di kawasan Patra Kuningan, Jakarta, pekan lalu. (Sumber: Istimewa)

SUKABUMIUPDATE.com - Bapak Lingkungan Hidup Indonesia, Emil Salim menyambut baik program gerakan wakaf hijau (Green Waqf) yang dimotori Lembaga Wakaf Majelis Ulama Indonesia bersama sejumlah mitra strategisnya.

Program wakaf yang berfokus pada pemuliaan lingkungan dan sumber daya alam itu dinilai dapat menjadi gerakan masyarakat yang digerakkan ulama dan pemimpin agama.

"Ulama dan pesantren harus menjadi motor gerakan kepedulian pada lingkungan," ungkap Prof Emil Salim saat menerima silaturahmi Tim Kerja Green Waqf Lembaga Wakaf MUI yang dipimpin Guntur Subagja Mahardika di kediamannya di kawasan Patra Kuningan, Jakarta, pekan lalu.

Dalam pelaksanaannya, Lembaga Wakaf MUI berkolaborasi dengan sejumlah lembaga, di antaranya Lembaga Pemuliaan Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam MUI, Islamic Dakwah Fund MUI, Emil Salim Institute, Yayasan Mitra Mikro, Insan Tani dan Nelayan Indonesia, serta Arus Baru Indonesia.

Baca Juga: Rayakan Kemenangan Persib atas PSM, Ribuan Bobotoh Padati Jalan A Yani Kota Sukabumi

Lembaga Wakaf MUI bertindak sebagai koordinator program, sementara implementasinya dilakukan secara kolaboratif oleh masing-masing lembaga.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut sejumlah anggota Tim Green Waqf, antara lain Enang Kurniawan Padma, Subagio, Sugijanto Soewandi, Agus Syabarudin, Akbar Hasyemi, Deris, Amilia, Neng Fitria, Ibrahim Hamdani, hingga praktisi green fashion Riena Zee.

Emil Salim mengapresiasi program lingkungan yang melibatkan tokoh agama dan masyarakat. Menurutnya, kondisi lingkungan di Indonesia saat ini sangat memprihatinkan. Kerusakan lingkungan disebut telah memicu berbagai bencana alam seperti banjir dan longsor yang merenggut banyak korban jiwa serta berdampak terhadap perubahan iklim.

Ketua Tim Kerja Green Waqf LWMUI, Guntur Subagja Mahardika menjelaskan, Green Waqf merupakan gerakan yang melibatkan partisipasi masyarakat untuk menjaga dan memulihkan lingkungan. Program tersebut memiliki tiga fokus utama, yakni Wakaf Hutan, Wakaf Hijau Konservasi, dan Wakaf Hijau Produktif.

Baca Juga: Gempa Magnitudo 4,5 Guncang Selatan Sukabumi Minggu Malam

Program Wakaf Hutan, kata Guntur, akan melibatkan masyarakat untuk berwakaf melalui donasi pembelian lahan yang nantinya ditanami pohon-pohon endemik sebagai penyangga dan penyerap air, penyerap karbon, serta penghasil oksigen. Program itu akan diterapkan secara bertahap di sejumlah wilayah prioritas.

Sementara Wakaf Hijau Konservasi difokuskan pada pemulihan lahan kritis di kawasan konservasi, bantaran sungai, dan area kritis lainnya.

"Kami juga membuka kerjasama dan kolaborasi dengan pemerintah dan pihak korporasi untuk reforestasi hutan lindung dan pemulihan lahan konservasi serta penanggulangan lahan kritis," ungkap Guntur.

Selain itu, pihaknya juga mengembangkan program Wakaf Hijau Produktif melalui pengelolaan sektor pertanian, peternakan, perikanan, hingga industri hilir berbasis wakaf produktif.

"Kami berharap buruh-buruh tani dan keluarga miskin bisa menggarap lahan-lahan wakaf yang masih menganggur dan juga lahan negara yang tidak produktif menjadi pertanian dan perkebunan produktif berbasis wakaf," ungkap Guntur.

Baca Juga: Tragis! Balita 4 Tahun Tewas Tenggelam di Leuwi Kopo Sukabumi

Melalui program wakaf tersebut, hasil produktivitas nantinya dapat disalurkan kepada maukuf alaih atau penerima manfaat untuk mendukung pengentasan kemiskinan, pendidikan, dakwah, serta pemuliaan lingkungan.

Green Waqf sendiri dikembangkan melalui wakaf aset tidak bergerak seperti tanah maupun aset bergerak berupa uang dan instrumen keuangan syariah, mulai dari deposito syariah, reksadana syariah, sukuk, hingga emas. Aset tersebut nantinya akan dikelola agar terus memberikan manfaat berkelanjutan.

"Untuk implementasi program ini selain menerima wakaf aset tanah juga wakaf uang dan wakaf melalui uang," jelasnya.

Program Green Waqf telah dimulai sejak tahun lalu dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup 2025. Saat itu, Lembaga Wakaf MUI bersama Sahabat Wakaf MUI, Yayasan Mitra Mikro, dan Center for Strategic and Global Studies (CSGS) Universitas Indonesia melaksanakan gerakan wakaf pohon dengan menanam 300 pohon bambu di bantaran Sungai Ciliwung, perbatasan Jakarta Selatan dan Kota Depok, Jawa Barat.

Berita Terkait
Berita Terkini