SUKABUMIUPDATE.com – Sejumlah warga Kedusunan Tangkil RW 07, Desa Cimanggu, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, mendatangi kawasan industri PT Bogorindo Cemerlang, Selasa (28/4/2026). Kedatangan mereka bertujuan menyampaikan langsung keluhan terkait kondisi jalan rusak serta saluran irigasi yang terdampak aktivitas pembangunan di kawasan tersebut.
Dalam pertemuan itu, warga menyoroti akses jalan yang menjadi satu-satunya jalur utama, namun kini kondisinya memprihatinkan. Kerusakan jalan disebut telah berlangsung cukup lama tanpa penanganan optimal. Selain itu, saluran air juga dilaporkan terganggu akibat timbunan material pembangunan.
Ketua RW 07 Dusun Tangkil, Hendra Hermawan, menyampaikan bahwa tuntutan utama warga adalah perbaikan jalan serta penanganan irigasi yang terdampak.
“Terkait tuntutan hari ini, warga meminta realisasi pengecoran jalan dan penanganan irigasi. Dari hasil audiensi, ada beberapa hal yang disepakati, di antaranya terkait tenaga kerja, lowongan kerja, hingga upah kerja,” ungkapnya.
Baca Juga: Sudah Ada Chip, Ini Alasan Kenapa di Indonesia Masih Butuh Fotokopi E-KTP
Ia menambahkan, penjelasan yang disampaikan pihak perusahaan dapat diterima oleh masyarakat.
“Apa yang disampaikan oleh pihak perusahaan sangat dipahami oleh masyarakat. Alhamdulillah, warga merasa cukup puas dengan hasil audiensi ini,” tuturnya.
Kepala Desa Cimanggu, Baenuri Samsi, menyebut kedatangan warga merupakan bentuk penyampaian aspirasi secara langsung kepada pihak perusahaan.
“Ya, hari ini warga Kedusunan Tangkil mendatangi pihak PT Bogorindo Cemerlang untuk beraudiensi menyampaikan beberapa tuntutan,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi jalan yang rusak menjadi perhatian serius karena merupakan akses utama warga dan telah lama dikeluhkan. Selain itu, saluran irigasi juga terdampak akibat aktivitas pembangunan.
“Jalan itu merupakan akses satu-satunya bagi warga, dan saat ini kondisinya memang kurang baik. Selain itu, saluran air atau irigasi juga terdampak,” jelasnya.
Baca Juga: Daftar Nama Korban Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek vs KRL Commuter Line di Bekasi
Dari hasil audiensi tersebut, lanjut Samsi, pihak perusahaan berkomitmen untuk segera melakukan perbaikan.
“Untuk jalan rusak, pihak perusahaan akan melakukan perbaikan dan ditargetkan selesai pada bulan Juni. Kemudian untuk irigasi dan pengendapan lumpur, perbaikan akan segera dilakukan dengan melibatkan warga setempat,” bebernya.
Sementara itu, General Manager PT Bogorindo Cemerlang, Irma Tjandra, menegaskan bahwa pihaknya menerima aspirasi warga secara terbuka dan serius.
“Kami menerima aspirasi dari warga, karena kami yakin hal itu didasari rasa cinta mereka terhadap desanya. Kami tidak menganggap ini sebagai perlawanan, tetapi kami terima dengan serius,” ujarnya.
Menurutnya, tuntutan yang disampaikan warga masih dalam batas wajar dan akan segera ditindaklanjuti.
“Kami akan segera menindaklanjuti, di antaranya perbaikan jalan dan pembersihan lumpur di saluran air,” ucapnya.
Ia juga berharap ke depan terjalin kerja sama yang lebih baik antara perusahaan dan masyarakat, termasuk dalam peningkatan keterampilan tenaga kerja lokal.
“Kami ingin berkontribusi lebih bagi warga, salah satunya melalui peningkatan keterampilan agar masyarakat bisa memenuhi kebutuhan tenaga kerja di kawasan industri ini,” pungkasnya.




