Tunjangan Guru Non-ASN Naik Jadi Rp2 Juta, Mendikdasmen: di Transfer ke Rekening Masing-masing

Sukabumiupdate.com
Jumat 12 Jun 2026, 16:16 WIB
Tunjangan Guru Non-ASN Naik Jadi Rp2 Juta, Mendikdasmen: di Transfer ke Rekening Masing-masing

Ilustrasi - Pemerintah Naikkan Tunjangan Guru Non-ASN Jadi Rp2 Juta. (Sumber : Pexels.com/@Defrino Maasy)

SUKABUMIUPDATE.com - Tunjangan untuk guru non-ASN pada tahun 2026 mendapatkan kenaikan setelah sebelumnya Rp1,5 juta menjadi Rp2 Juta. Sedangkan guru ASN menerima tunjangan sebesar satu kali gaji pokok.

Hal itu diungkapkan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti, usai bertemu Presiden Prabowo Subianto pada, Kamis 11 Juni 2026. Dalam keterangannya usai pertemuan, Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa pemerintah telah melakukan penyesuaian tunjangan bagi para guru.

“Tunjangan guru sekali lagi sudah dinaikkan dari yang guru non-ASN, tunjangannya dinaikkan dari Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta, dan kemudian guru ASN tunjangannya sebesar gaji pokok,” jelasnya, dikutip dalam keterangan resmi, Jumat (12/06/2026).

Baca Juga: Bantah Pemadaman Listrik di Jawa karena Batu Bara, Bahlil Sebut Ada Kendala Teknis Unit Pembangkit

Selain peningkatan nominal tunjangan, pemerintah juga menerapkan mekanisme baru dalam penyalurannya. Tunjangan kini disalurkan langsung ke rekening masing-masing guru setiap bulan sebagai upaya menyederhanakan birokrasi dan memastikan manfaat diterima secara cepat oleh para penerima.

“Ini menunjukkan komitmen Bapak Presiden untuk bagaimana proses birokrasi yang tidak birokratis dan agar guru dapat mendapatkan manfaat langsung dari transfer tunjangan yang ke rekening guru setiap bulan,” ungkapnya.

Tak hanya berfokus pada kesejahteraan, pemerintah juga terus mendorong peningkatan kualitas tenaga pendidik melalui program beasiswa bagi guru, termasuk melalui skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).

Baca Juga: Pemadaman Listrik Bergilir di Pulau Jawa, IESR Soroti Ketergantungan Bahan Bakar Fosil

Menurut Abdul Mu’ti, pada 2025 pemerintah mengalokasikan beasiswa bagi 12.500 guru yang belum memiliki kualifikasi D4 atau S1 dengan bantuan sebesar Rp3 juta per semester. Program tersebut telah berjalan dan kini memasuki semester kedua.

Program tersebut akan terus dilanjutkan pada 2026 dengan cakupan yang jauh lebih besar. Pemerintah menargetkan sebanyak 150.000 guru dapat mengikuti program beasiswa dengan nominal bantuan yang tetap sama.

“Dan sekarang masih proses pendaftaran, karena kami masih terus menunggu para guru untuk dapat mengikuti program ini. Itu yang berkaitan dengan kesejahteraan guru dan peningkatan kualitas guru,” jelasnya.

 

 

Berita Terkait
Berita Terkini