Warga Khawatir Longsor Susulan di Tebing Cipeucang Sukabumi, Minta TPT Segera Dibangun

Sukabumiupdate.com
Jumat 12 Jun 2026, 19:57 WIB
Warga Khawatir Longsor Susulan di Tebing Cipeucang Sukabumi, Minta TPT Segera Dibangun

Kondisi di lokasi longsoran tebing di kawasan Hutan Lindung Cipeucang, ruas jalan Tamanjaya–Palangpang, Desa Mekarsakti, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Jumat (12/6/2026). (Sumber : SU/Ragil Gilang)

SUKABUMIUPDATE.com – Warga dan pengguna Jalan Provinsi ruas Tamanjaya–Palangpang meminta pemerintah segera melakukan penanganan permanen di lokasi longsor kawasan Hutan Lindung Cipeucang, Desa Mekarsakti, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi. Mereka khawatir terjadi longsor susulan karena kondisi tebing di lokasi kejadian masih dinilai rawan, terutama saat hujan deras.

Diketahui longsor tersebut terjadi pada Minggu (24/5/2026) malam sekitar pukul 19.00 WIB, tepatnya di KM 208+800 ruas jalan Tamanjaya–Palangpang. Tebing setinggi sekitar 80 meter ambrol dan membawa material tanah, batu, serta sejumlah pohon tumbang yang menutup badan jalan sepanjang kurang lebih 70 meter.

Salah seorang warga sekaligus pengguna jalan, Rustandi (40), mengatakan kondisi tebing pascalongsor masih menyisakan material tanah dan batu yang berpotensi kembali bergerak ketika diguyur hujan.

“Kalau hujan turun, kami khawatir terjadi longsor lagi. Masih banyak material tanah dan batu yang menempel di atas tebing. Apalagi lokasi ini berada di tanjakan, turunan, sekaligus tikungan yang cukup berbahaya bagi pengguna jalan,” ujar Rustandi kepada sukabumiupdate.com, Jumat (12/6/2026).

Baca Juga: Alat Berat Diterjunkan, Jalur Mareleng–Palangpang Sukabumi Kembali Normal Pascalongsor

Menurutnya, meski akses jalan kini sudah kembali terbuka setelah dilakukan penanganan darurat, langkah mitigasi jangka panjang tetap diperlukan untuk mengurangi risiko bencana susulan.

Ia berharap pemerintah melalui instansi terkait dapat membangun tembok penahan tebing (TPT) atau konstruksi pengaman lereng lainnya agar kondisi tebing lebih stabil dan aman bagi pengguna jalan.

“Mungkin kalau ada tembok penahan tebing atau TPT, risiko longsor bisa diminimalisir. Kami berharap pemerintah segera melakukan kajian dan penanganan permanen karena jalur ini cukup vital bagi masyarakat dan wisatawan yang melintas,” katanya.

Ruas jalan Tamanjaya–Palangpang tidak hanya menjadi akses utama masyarakat setempat, tetapi juga merupakan jalur strategis menuju kawasan wisata Geopark Ciletuh yang setiap hari dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

Karena itu, warga berharap pemerintah daerah maupun instansi terkait segera mengambil langkah antisipatif sebelum intensitas hujan kembali meningkat. Penanganan permanen dinilai penting untuk menjamin keselamatan pengguna jalan sekaligus menjaga kelancaran akses menuju kawasan wisata unggulan di Kabupaten Sukabumi tersebut.

Berita Terkait
Berita Terkini