SUKABUMIUPDATE.com - Menjaga kesehatan gigi dan mulut tidak cukup hanya mengandalkan pelayanan di fasilitas kesehatan. Untuk memperluas jangkauan edukasi dan deteksi dini di tengah masyarakat, Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi melalui Puskesmas Ciambar menghadirkan inovasi Kader Gigi Gesit (Gerakan Edukasi dan Skrining Terpadu) yang memberdayakan kader kesehatan sebagai ujung tombak penyebaran informasi dan pemantauan kesehatan gigi warga.
Program yang mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat peran kader kesehatan sebagai penghubung antara tenaga kesehatan dan warga dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan gigi dan mulut.
Inovasi ini digagas oleh Dokter Gigi Ahli Pertama Puskesmas Ciambar, drg. Corie Denamawarti, sebagai bagian dari penguatan pelayanan promotif dan preventif berbasis masyarakat.
"Melalui Kader Gigi Gesit, kami mengoptimalkan peran kader sebagai ujung tombak dalam menyampaikan edukasi sekaligus melakukan deteksi dini secara langsung di masyarakat. Dengan demikian, masyarakat dapat lebih memahami pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut sejak dini," ujar drg. Corie Denamawarti, Jumat (12/6/2026).
Baca Juga: Si Pasti Jadi Basis Data Kesehatan Warga, Diuji Coba di 58 Posyandu Sukabumi
Ia menjelaskan, kader kesehatan memiliki peran yang sangat penting karena memiliki kedekatan dengan masyarakat. Kondisi tersebut dinilai mampu membantu penyampaian pesan-pesan kesehatan secara lebih efektif dan berkelanjutan.
"Kader adalah bagian dari masyarakat itu sendiri. Karena kedekatan tersebut, edukasi yang disampaikan menjadi lebih mudah diterima dan dapat dilakukan secara berkesinambungan," katanya.
Melalui program tersebut, para kader mendapatkan pelatihan dan pembekalan mengenai kesehatan gigi dan mulut. Selain dibekali kemampuan memberikan edukasi, kader juga dilatih melakukan skrining awal terhadap kondisi kesehatan gigi masyarakat.
Pelaksanaan kegiatan dilakukan langsung di tengah masyarakat dengan mengombinasikan edukasi dan pemeriksaan sederhana. Sasaran utamanya adalah ibu dan anak yang mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kebersihan gigi dan mulut, teknik menyikat gigi yang benar, serta upaya pencegahan penyakit gigi sejak dini.
Menurut drg. Corie, skrining awal yang dilakukan kader menjadi salah satu langkah penting untuk menemukan permasalahan kesehatan gigi lebih cepat sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.
"Dengan adanya skrining terpadu, berbagai masalah kesehatan gigi dapat diketahui lebih awal sehingga masyarakat bisa segera mendapatkan penanganan lebih lanjut di fasilitas pelayanan kesehatan," ungkapnya.
Ia menambahkan, pendekatan edukasi dan skrining terpadu tersebut tidak hanya membantu meningkatkan pengetahuan masyarakat, tetapi juga memperkuat upaya pencegahan berbagai penyakit gigi dan mulut.
"Harapannya masyarakat tidak hanya datang ketika sudah sakit, tetapi lebih memahami pentingnya pencegahan dan menjaga kesehatan gigi secara rutin," jelasnya.
Baca Juga: Jadi Langganan Banjir, Pemkab Sukabumi Percepat Relokasi Puskesmas Palabuhanratu
Antusiasme masyarakat terhadap program Kader Gigi Gesit terlihat cukup tinggi. Warga tidak hanya mengikuti kegiatan edukasi yang diberikan kader dan tenaga kesehatan, tetapi juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkonsultasi mengenai berbagai keluhan kesehatan gigi dan mulut yang mereka alami.
Partisipasi aktif masyarakat tersebut menunjukkan semakin meningkatnya kesadaran akan pentingnya kesehatan gigi dan mulut sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Selain meningkatkan kesadaran masyarakat, program ini juga menjadi sarana memperkuat sinergi antara tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang lebih sehat.
"Keberhasilan program kesehatan tidak bisa dilakukan sendiri oleh tenaga kesehatan. Perlu keterlibatan kader dan masyarakat agar upaya promotif dan preventif dapat berjalan optimal," tutur Corie. (adv)





