SUKABUMIUPDATE.com - Sejumlah orang tua murid di SDN CBM Pakujajar, tepatnya di Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi melayangkan protes terkait kualitas menu MBG yang disalurkan kepada siswa. Pasalnya, menu MBG yang disajikan kerap kali tidak layak untuk dikonsumsi.
Diketahui, protes itu langsung dilayangkan oleh para orang tua (Ortu) siswa kepada pihak pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Citamiang Citamiang yang langsung dihadiri oleh Satgas MBG Kota Sukabumi, pihak sekolah, komite, serta perwakilan orang tua murid di SDN CBM Pakujajar pada Senin (16/3/2026).
Kepada sukabumiupdate.com , salah satu orang tua siswa, SA (39), menilai menu yang diberikan kepada siswa kerap tidak sesuai sejak program tersebut berjalan. Ia menyebut beberapa kali menemukan buah yang belum matang hingga buah yang sudah busuk.
“Masalah menunya tidak pernah sesuai, dari awal sampai sekarang menurut saya nggak sesuai aja, dari belimbing mentah, pisang mentah, ubi yang asem, salak busuk, sampai ada makanan yang kemasukan cicak.” ujarnya kepada sukabumiupdate.com, Senin (16/3/2026).
Baca Juga: Camat Ciracap Ultimatum Penutupan SPPG Purwasedar usai Diduga Cemari Lingkungan
Menurutnya, persoalan tersebut sudah terjadi berulang kali sejak akhir Januari 2026. Ia menilai seharusnya pengelolaan makanan mengikuti standar operasional prosedur (SOP) yang jelas agar tidak merugikan siswa sebagai penerima manfaat. “harusnya semua itu sudah ada SOP nya nggak bisa sembarangan,” lanjutnya.
SA menambahkan, beberapa temuan seperti pisang yang masih mentah maupun salak yang busuk disebut cukup sering terjadi. Pada hari yang sama, ia juga menyebut pengantaran menu MBG sempat mengalami keterlambatan.
Menanggapi keluhan tersebut, Kepala SPPG Citamiang Citamiang, Ali Muhammad, mengakui pada hari itu pengiriman makanan memang sedikit terlambat. Ia menjelaskan bahwa keluhan orang tua murid berkaitan dengan kematangan buah yang tidak merata.
“Tadi memang pengiriman sedikit terlambat, mungkin dengan tidak meratanya kematangan buah, itu aja keluhan dari orang tua siswa.” kata dia.
Baca Juga: Sopir Angkot Lindas Pasutri di Cireunghas Kabur? Polisi: Sudah Diamankan
Ia menambahkan, orang tua murid juga meminta adanya pergantian buah yang dinilai belum matang. “Permintaannya pergantian buah, dengan komitmen bahwa tidak akan terulang lagi,” katanya.
Menurutnya, beberapa jenis buah seperti semangka memang sulit diketahui tingkat kematangannya dari luar. Meski demikian, pihaknya menyatakan terbuka terhadap masukan demi perbaikan program ke depan.
“Kami akan selalu siap menerima saran dan masukan dari orang tua murid atau dari mana pun, selagi untuk kebaikan SPPG mengapa tidak,” ujarnya.
Sementara itu, Kasatgas MBG Kota Sukabumi, Andri Setiawan, menjelaskan penolakan sempat terjadi karena buah semangka yang dinilai masih mentah. Ia mengatakan mediasi dilakukan agar makanan yang sudah disiapkan tidak terbuang percuma.
“ini buah buahan, semangka mentah jadi ibu ibu menolak, akhirnya kita mediasi kan ini mubazir juga kalau keringan ditolak, alhamdulillah dengan mediasi ini keringan akan diterima besok lah mungkin jam 9 atau 10 buahnya akan diganti,” kata Andri.
Baca Juga: Izin Belum Rampung, Proyek Perumahan Elit di Bukit Gunung Karang Kota Sukabumi Disetop
Ia juga mengakui bahwa keluhan terkait buah yang tidak layak konsumsi sudah beberapa kali disampaikan. Karena itu, ia berharap orang tua murid segera melaporkan jika menemukan makanan yang tidak sesuai.
“ini sudah beberapa kali khususnya buah yang tidak sesuai khususnya busuk atau tidak diharapkan, makanya saya mungkin berharap kepada orang tua murid disampaikan kepada SPPG dan SPPG juga memberikan pernyataan apabila terjadi makanan yang tidak sesuai ya mereka siap tidak melayani ke penerima manfaat,” pungkasnya.





