PCMB Sempat Bermasalah, Disdik Jabar Jamin Tak Ada Hak Siswa yang Dirugikan

Sukabumiupdate.com
Senin 15 Jun 2026, 20:27 WIB
PCMB Sempat Bermasalah, Disdik Jabar Jamin Tak Ada Hak Siswa yang Dirugikan

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto. (Sumber: Dok Disdik Jabar)

SUKABUMIUPDATE.com – Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kendala akses yang terjadi pada laman sistem Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB) saat pengumuman hasil pemetaan.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto, menjelaskan gangguan akses tersebut dipicu tingginya antusiasme masyarakat yang mengakses sistem secara bersamaan. Selain itu, pada saat yang sama tim teknis juga tengah melakukan optimalisasi fitur pengumuman untuk memastikan data yang ditampilkan akurat dan presisi.

"Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Dinas Pendidikan, kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang dialami oleh para orang tua dan calon murid baru dalam mengakses pengumuman hasil PCMB," ujar Kadisdik dalam Konferensi Pers Pengumuman Hasil PCMB 2026, Sabtu (13/6/2026) malam.

Meski sempat mengalami kendala, Purwanto memastikan keamanan data para calon murid tetap terjaga dan tidak ada hak peserta yang dirugikan secara administratif.

"Kami memberikan jaminan penuh bahwa seluruh data pemetaan calon murid baru tersimpan dengan sangat aman. Tidak ada satu pun hak calon murid yang dirugikan secara administratif akibat proses penyempurnaan sistem ini," tegasnya.

Baca Juga: Kesepakatan Damai AS-Iran: Selat Hormuz Dibuka Lagi, Ditandatangani di Swiss 19 Juni

Ia mengatakan, tim teknis terus bekerja menyelesaikan penyempurnaan fitur pengumuman agar layanan dapat diakses secara optimal oleh seluruh masyarakat.

Siapkan Solusi bagi Calon Murid yang Belum Tertampung

Purwanto menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk memastikan seluruh anak memperoleh akses pendidikan yang layak.

"Melalui pelaksanaan PCMB, pemerintah berupaya memetakan calon murid secara menyeluruh agar mendapatkan layanan pendidikan sesuai dengan kondisi dan pilihan yang tersedia," ungkapnya.

Menurut Purwanto, keterbatasan daya tampung SMA dan SMK negeri masih menjadi tantangan. Saat ini terdapat sekitar 77 ribu calon murid yang belum tertampung di sekolah negeri.

"Anak-anak yang belum tertampung di sekolah negeri akan kami salurkan ke sekolah-sekolah swasta yang bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebagai bagian dari upaya perlindungan layanan pendidikan," ungkap Kadisdik.

Ia menjelaskan, kerja sama dengan sekolah swasta terus diperluas melalui koordinasi Cabang Dinas Pendidikan di setiap wilayah, terutama di daerah dengan jumlah calon murid yang belum tertampung cukup tinggi.

Baca Juga: Teh Premium Jabar Diminati Pasar Ekspor, WIITEX 2026 Catat Transaksi Rp25,09 Miliar

"Melalui skema tersebut, biaya pendidikan seperti Dana Sumbangan Pendidikan (DSP) maupun Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) akan mendapat dukungan pembiayaan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat sesuai skala prioritas dan kapasitas fiskal daerah," jelasnya.

Selain melalui sekolah swasta, pemerintah juga terus mengoptimalkan perluasan akses SMA Terbuka di berbagai wilayah yang membutuhkan agar tidak ada anak yang kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan.

Pastikan Data Aman dan Terus Lakukan Evaluasi

Purwanto mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak khawatir terhadap keamanan data maupun hasil pemetaan. Menurutnya, seluruh proses dilaksanakan secara akuntabel dan akan terus disempurnakan berdasarkan hasil evaluasi di lapangan.

"Kami memastikan data calon murid tetap aman dan tidak ada manipulasi dalam proses ini. Atas berbagai kendala yang terjadi, kami kembali memohon maaf dan akan terus melakukan perbaikan agar pelayanan kepada masyarakat semakin baik," pungkasnya.(adv)

Berita Terkait
Berita Terkini