SUKABUMIUPDATE.com - Jalur nasional Palabuhanratu-Cisolok yang menjadi akses utama menuju kawasan wisata pesisir pantai selatan Kabupaten Sukabumi kembali menuai sorotan. Pasalnya, sejumlah lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di sepanjang ruas jalan tersebut dilaporkan padam, hingga menyisakan banyak titik yang gelap gulita saat malam hari.
Kondisi ini memicu keluhan dari warga dan para pengguna jalan yang melintas. Mereka menilai, minimnya penerangan di jalur tersebut dinilai membahayakan keselamatan para pengendara. Ironisnya, meski deretan tiang PJU tampak berdiri kokoh di sejumlah lokasi, sebagian besar lampu fasilitas publik itu justru mati dan tidak berfungsi.
Saat malam tiba, pengendara yang melintas harus mengandalkan lampu kendaraan mereka untuk menerangi jalan. Situasi tersebut terasa semakin berisiko karena beberapa ruas memiliki tikungan tajam, tanjakan, hingga kontur jalan yang cukup ekstrem.
Ugan Sugandi (52), warga Cisolok yang setiap hari beraktivitas di Palabuhanratu, mengaku kerap merasakan langsung kondisi minim penerangan tersebut saat pulang pada malam hari.
"Kalau pulang malam banyak titik yang gelap. Padahal tiang lampu jalan sudah ada, tetapi lampunya tidak menyala sudah cukup lama. Kondisi ini cukup berbahaya, terutama bagi pengendara motor karena jarak pandang menjadi terbatas," kata Ugan kepada Sukabumiupdate.com, Senin (15/6/2026).
Menurutnya, persoalan lampu jalan yang mati bukan hanya berdampak pada keselamatan lalu lintas, tetapi juga menimbulkan rasa tidak aman bagi masyarakat yang melintas.
Baca Juga: Kesepakatan Damai AS-Iran: Selat Hormuz Dibuka Lagi, Ditandatangani di Swiss 19 Juni
"Selain rawan kecelakaan, jalan yang gelap juga berpotensi dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan. Kami tentu berharap ada perhatian serius terhadap kondisi ini," ujarnya.
Padahal, jalur Palabuhanratu-Cisolok merupakan salah satu akses vital yang menghubungkan pusat pemerintahan, kawasan ekonomi, permukiman warga, hingga destinasi wisata di kawasan Geopark Ciletuh-Palabuhanratu UNESCO Global Geopark.
Tingginya mobilitas kendaraan, terutama saat akhir pekan dan musim liburan, membuat keberadaan PJU yang berfungsi optimal menjadi kebutuhan mendesak.
Baca Juga: Teh Premium Jabar Diminati Pasar Ekspor, WIITEX 2026 Catat Transaksi Rp25,09 Miliar
Keluhan serupa disampaikan Saefulloh (49). Ia menilai kondisi lampu jalan yang padam sudah berlangsung cukup lama dan perlu segera mendapat penanganan dari instansi terkait.
"Ini seperti dibiarkan. Dulu sempat diperbaiki, tetapi sekarang banyak yang padam lagi. Kalau jalan terang tentu masyarakat lebih aman dan nyaman saat berkendara malam hari," katanya.
Tak hanya lampu yang mati, Saefulloh juga menyoroti kondisi sejumlah tiang PJU yang mulai mengalami kerusakan dan pelapukan. Ia khawatir kondisi tersebut dapat membahayakan pengguna jalan apabila tidak segera diperbaiki.
Baca Juga: Ini Profil Tom Aldred, Bek Jangkung Calon Pemain Persib Bandung
"Di kawasan Sukawayana, Citepus, Tenjoresmi sampai beberapa titik menuju Cisolok banyak lampu yang tidak menyala. Bahkan ada tiang yang sudah lapuk tetapi belum diganti. Kalau sampai roboh tentu sangat berbahaya," ungkapnya.





