Teluk Palabuhanratu Surganya Ikan Demersal, Inovasi Alat Tangkap dan Boster Umpan

Sukabumiupdate.com
Minggu 31 Agu 2025, 19:02 WIB
Teluk Palabuhanratu Surganya Ikan Demersal, Inovasi Alat Tangkap dan Boster Umpan

Tim Dospulkam IPB sosialisasi alat tangkap ikan kepada nelayan Sukabumi (Sumber: dok dospulkan)

SUKABUMIUPDATE.com - Tim peneliti IPB mengungkapkan bahwa perairan teluk palabuhanratu Kabupaten Sukabumi merupakan salah satu kawasan ‘surganya’ sumberdaya laut, khususnya Krustasea dan Ikan Demersal. Diperlukan inovasi alat tangkap termasuk teknologi boster umpan untuk memaksimalkan hasil tangkapan nelayan demi mendongkrak perekonomian warga pesisir Sukabumi.

Baru-baru ini, tim dari program DOSPULKAM 2025 IPB melakukan implementasi inovasi teknologi alat tangkap bubu lipat bertingkat multi-spesies dan booster umpan untuk pemanfaatan sumberdaya krustasea dan ikan demersal bagi nelayan skala kecil di Palabuhanratu. Kegiatan pemberdayaan masyarakat nelayan ini berlangsung di Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi 28 Agustus 2025, tepatnya di Stasiun Lapang Kelautan (IFMOS) FPIK IPB Cipatuguran Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi.

Sejumlah pengajar dari Tim DOSPULKAM Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan (PSP), Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB, ikut dalam program ini, antara lain; Dr. Zulkarnain, Prof. Ronny Irawan Wahju, Dr. Fis Furwangka, Dr. Wazir Mawardi, dan mahasiswa (Anisa Fitri, Mega Rustika, Luh Cinta). Kegiatan ini juga dibantu oleh teknisi Stasiun Lapang Kelautan IPB, Syarif Budiman, S.Pi, M.Si, Arik Permana, S.Pi, M.Si., Thomas Palisu, S.Pi dan Ende Kasma, S.Pi, M.Si.

Baca Juga: Demi Ruang Aman? Alasan TikTok Batasi Live: Masih akan Berlangsung Beberapa Waktu Kedepan

“Ini adalah kegiatan program adalah implementasi inovasi teknologi alat tangkap bubu lipat bertingkat multi-spesies dan booster umpan dengan sistem koloni pelampung tunggal untuk pemanfaatan sumberdaya krustasea dan ikan demersal,” ucap Ketua Tim DOSPULKAM 2025, Dr. Zulkarnain.

Dalam presentasinya, ia menyampaikan bahwa perairan Teluk Palabuhanratu dengan variasi substrat dasar perairan yang terdiri dari pasir berlumpur (karena pengaruh aliran Sungai), karang berpasir dan karang berlumpur memiliki sumberdaya ikan demersal yang berlimpah. Sumberdaya ikan demersal tersebut diantaranya krustasea seperti rajungan, lobster dan ikan demersal lainnya (selain ikan layur), yaitu ikan kerapu, kakap, cumi-cumi, sotong, dan swanggi

“Namun pemanfaatannya belum optimal. Inovasi teknologi alat tangkap yang sesuai untuk pemanfaatan sumberdaya ikan demersal tersebut adalah alat tangkap bubu lipat bertingkat multi spesies yang dapat dioperasikan pada ketiga jenis substrat dasar perairan di perairan Teluk Palabuhanratu,” ungkap Zulkarnain.

Baca Juga: Muara Ciletuh Sukabumi Disesaki Perahu, Nelayan Desak Pembangunan Dermaga

Ada dua inovasi yang diimplementasikan dalam program pemberdayaan masyarakat bagi nelayan skala kecil kali ini, yaitu Inovasi bubu lipat bertingkat multi-spesies dan inovasi booster umpan.

Inovasi bubu lipat bertingkat multi-spesies adalah alat tangkap yang dimodifikasi dari inovasi perangkap krendet bertingkat 2 pintu. Bubu lipat bertingkat multi-spesies berbentuk empat persegi panjang (rectangular) adalah jenis bubu lipat (collapsible pot). Bubu lipat bertingkat multi-spesies terdiri dari bagian bawah dan bagian atas. Bubu lipat bertingkat multi-spesies bagian bawah menggunakan pintu masuk (funnel) yang berbentuk slipway, sedangkan bagian atas menggunakan pintu masuk (funnel) dengan kisi-kisi plastik fiber.

Dijelaskan bahwa bubu lipat bertingkat multi-spesies bagian atas dan bawah masing-masing memiliki 2 pintu masuk (funnel). Ukuran tinggi bagian bawah 15 cm dan bagian atas 35 cm. Ukuran panjang dan lebar bubu lipat bertingkat multi-spesies masing-masing adalah 80 cm dan 60 cm. Total volume catchable area bubu lipat bertingkat multi-spesies ini sebesar 0,24 m kubik.

Baca Juga: Asep Japar Jenguk Umar Ojol Asal Sukabumi Korban Aparat di Jakarta, Siap Bantu Biaya Pulang

“Alat tangkap ini memiliki keunggulan dalam upaya memanfaatkan sumberdaya ikan demersal, dimana perangkap bagian bawah untuk target tangkapan jenis krustasea, seperti rajungan dan lobster. Sementara perangkap bagian atas untuk target tangkapan ikan dasar seperti kakap dan kerapu. Jenis hasil tangkapan lainnya adalah keong macan dan sotong,” ungkapnya.

Sementara Inovasi booster umpan adalah kombinasi dari beberapa jenis umpan yang berasal dari hewan laut dan hewan darat yang mengandung protein hewani dengan asam amino esensial, seperti ikan tembang, ikan pepetek, cumi-cumi, keong macan, cacing tanah dan telur ayam yang merupakan campuran umpan yang dicacah dan larutan kental. Booster umpan dalam kondisi beku dan berat umpannya mencapai 500 - 1000 g. Booster umpan hanya mengeluarkan bau dan tidak memberi makan ikan. Booster umpan berfungsi untuk mengumpulkan krustasea dan ikan lainnya secara efektif dengan cara mendekati sumber bau karena penggunaan booster umpan kemudian mudah ditangkap oleh alat tangkap nelayan.

Selain sosialisasi program pemberdayaan masyarakat kali ini, lanjut Dr Zulkarnain juga melakukan pelatihan teknis pembuatan bubu lipat bertingkat multi-spesies, bubu masif bertingkat dan pembuatan booster umpan beku.

Baca Juga: Kisah Keluarga Abah Misjo, Tinggal di Tengah Kebun hingga Diperhatikan Sukabumiupdate Peduli

“Puncak kegiatan pemberdayaan masyarakat nelayan adalah melakukan uji coba penangkapan selama 10 trip dengan dengan 5 variasi perlakuan. Peserta yang hadir dapat belajar dan berdiskusi dengan seksama dan menanggapi bahwa inovasi ini akan sangat bermanfaat bagi masyarakat nelayan dalam memanfaatkan sumberdaya ikan demersal di Teluk Palabuhanratu,” pungkasnya.

Kegiatan pemberdayaan masyarakat nelayan dihadiri oleh juragan nahkoda nelayan kapal ikan dari Desa Loji dan Palabuhanratu; Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan Bappelitbangda Kabupatan Sukabumi Adi Gumbara, M.Si dan staf Rio Sihite; Pelaksana CSR, Humas dan Keamanan PLTU 2 Jawa Barat Bapak Yovy Alkausar dan Community Development Officer Ibu Erlisa Galish; dan Staf Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Sukabumi Syamsul S.Pi.

Editor :
Berita Terkait
Berita Terkini