SUKABUMIUPDATE.com - Muara Ciletuh yang membelah Desa Ciwaru dengan Desa Mandrajaya, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, sejak lama menjadi tumpuan utama para nelayan untuk menyandarkan perahu.
Namun, kondisi saat ini dinilai sudah tidak memadai karena jumlah perahu yang terus bertambah hingga mencapai hampir 500 unit.
Iwan Sopyan, salah seorang nelayan setempat, mengatakan bahwa Muara Ciletuh sebenarnya masuk dalam zona inti Geopark Ciletuh Palabuhanratu. Namun, fasilitas yang ada belum mendukung kebutuhan nelayan, terutama ketersediaan dermaga yang layak.
“Muara ini sudah lama jadi tempat kami menyandarkan perahu. Tapi karena jumlahnya sudah sangat banyak, perahu sering harus berhimpitan bahkan berdesakan. Kami berharap pemerintah bisa membangun dermaga yang lebih aman dan nyaman,” ujar Iwan, Minggu (31/8/2025).
Baca Juga: Asep Japar Jenguk Umar Ojol Asal Sukabumi Korban Aparat di Jakarta, Siap Bantu Biaya Pulang
Menurutnya, perahu-perahu nelayan yang diparkir di muara sangat rentan ketika air laut pasang maupun saat air sungai meluap. Tak jarang, para nelayan terpaksa mengevakuasi perahunya ke darat untuk menghindari kerusakan.
“Kalau air pasang besar atau sungai meluap, banyak perahu yang harus ditarik ke darat. Itu pun sering menimbulkan kerumitan karena jumlahnya banyak sekali,” tambah Iwan.
Dengan semakin bertambahnya jumlah perahu setiap tahun, para nelayan menilai kebutuhan dermaga permanen di kawasan tersebut sudah sangat mendesak. Selain untuk keselamatan dan kenyamanan nelayan, keberadaan dermaga juga dianggap akan mendukung pengembangan Geopark Ciletuh sebagai destinasi wisata kelas dunia.