SUKABUMIUPDATE.com - Pelindung pilar utama Jembatan Lama Pamuruyan di Desa Pamuruyan, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, diketahui mengalami scouring atau gerusan air sungai.
Di tengah jembatan baru Pamuruyan yang belum juga berfungsi. Kondisi tersebut menuntut adanya penanganan segera demi menjaga keamanan jembatan yang setiap harinya masih menjadi akses vital kendaraan di Jalan Nasional Sukabumi–Bogor.
Pengawas Lapangan PPK 2.1 Jawa Barat Kementerian PUPR, Agus Warso, menjelaskan bahwa pekerjaan yang dilakukan saat ini merupakan preservasi atau pemeliharaan terhadap struktur jembatan eksisting agar tetap dalam kondisi aman.
“Pilar utamanya itu mengalami scouring, pelindung pilar tergerus derasnya air yang ada di sekeliling pelindung pilar,” ujar Warso, kepada Sukabumiupdate.com, Minggu (30/11/2025).
Baca Juga: Terpopuler Sukabumiupdate Selama Sepekan, Kereta Jaka Lalana hingga Kemacetan Cibadak
Menurutnya, upaya perbaikan akan dilakukan dengan proteksi ulang menggunakan buis beton dan pengecoran untuk menggantikan bagian yang telah tergerus. Meski kerusakan sudah terdeteksi dari hasil perencanaan sekitar dua bulan lalu, pihaknya tidak mengetahui sejak kapan gerusan itu mulai terjadi.
Warso menegaskan, pemeliharaan dilakukan sebagai langkah pencegahan sebelum kerusakan menjadi lebih besar. “Apapun itu ketika terdeteksi kita wajib melakukan pemeliharaan supaya tetap kondisinya aman,” jelasnya.
Ia menuturkan, hanya terdapat satu pilar di bagian tengah jembatan yang membutuhkan penanganan. Pengerjaan dilakukan di luar area jalan sehingga tidak terlalu mengganggu arus lalu lintas. Dimana alat berat hanya masuk ketika diperlukan untuk pengiriman material.
Baca Juga: Ketua PWI Kabupaten Sukabumi Wafat, Mulya Hermawan Dikenang Sosok Majukan Dunia Jurnalistik
Proyek pemeliharaan ini menelan anggaran sebesar Rp2,1 miliar dari Kementerian PUPR. Pemerintah menargetkan seluruh pekerjaan rampung pada akhir Desember 2025, dengan catatan cuaca mendukung jalannya proses di lapangan.
Selain memperkuat pilar, pemeliharaan juga akan dilakukan pada bagian perkerasan jalan di sekitar jembatan yang mengalami gelombang, termasuk pengupasan dan overlay ulang pada jalur menuju Cibadak maupun sebaliknya.
Warso berharap masyarakat mendukung kelancaran pekerjaan pemeliharaan jembatan tersebut. “Insyaallah dengan berbagai upaya serta metode di lapangan dapat terlaksana dengan maksimal,” pungkasnya.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, proyek pembangunan dan duplikasi Jembatan Baru Pamuruyan yang telah dimulai sejak tahun 2022 sampai saat ini masih belum terselesaikan. Sampai berita ini diterbitkan, Kementerian Pekerjaan Umum belum menyampaikan keterangan resmi terkait hambatan yang membuat proyek tersebut terhenti.



