SUKABUMIUPDATE.com – Abah Misjo (60 tahun), warga Kampung Panenjoan RT 03/07, Desa Tenjojaya, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, sudah lebih dari tiga tahun tinggal bersama istri dan anaknya di sebuah gubuk sederhana di tengah kebun milik perusahaan PT Bogorindo.
Rumah yang ditempati Abah Misjo berdiri jauh dari permukiman warga, beralaskan tanah, tanpa listrik, hanya terdiri dari dapur dan ruang tidur. Untuk menuju lokasi, pengunjung harus berjalan kaki cukup jauh melewati kebun.
“Awalnya saya tinggal di sini buat berkebun, nanam singkong. Sudah lebih dari tiga tahun tinggal di sini sama istri dan anak. Kalau soal takut, enggak, paling babi hutan saja, itu juga biasa diburu,” ungkap Abah Misjo sambil tersenyum, Sabtu (30/08/2025).
Ketua RT setempat, Babas, mengatakan gubuk itu awalnya merupakan saung bekas suami lama istri Abah Misjo. “Awalnya ini saung bekas suami lama istrinya, kemudian dilanjutkan oleh Pak Misjo. Sempat diajak tinggal di rumah saudaranya, tapi istrinya memilih tetap di sini. Kalau bantuan dari desa seperti beras, biasanya diantar ke sini,” jelas Babas.
Baca Juga: Sukabumi Update Peduli Salurkan Bantuan Pembangunan Rumah Warga di Desa Tenjojaya
Camat Cibadak, Mulyadi, membenarkan kondisi tersebut saat berkunjung bersama tim Sukabumiupdate Peduli. Ia menuturkan laporan mengenai Abah Misjo baru masuk sekitar satu minggu terakhir. Setelah dicek, ternyata benar ada warga yang bertahan hidup di gubuk reot di tengah kebun.
“Awalnya Pak Misjo ini hanya berkebun, kemudian betah tinggal di saung. Rumah aslinya di Kampung Legok Sawah sudah lama dijual, sehingga ia bersama istri dan anaknya menetap di sini,” kata Mulyadi.
Pihak kecamatan bersama Dinas Kependudukan juga telah membantu memperbarui dokumen administrasi keluarga Abah Misjo. “Sekarang sudah memiliki kartu keluarga, KTP terbaru, dan akta kelahiran anak. Yang paling mendesak adalah tempat tinggal, karena rumah di lokasi sekarang tidak bisa dibangun permanen sebab berdiri di atas tanah perusahaan,” tambahnya.
Sementara itu, Yayasan Sukabumiupdate Peduli ikut menyalurkan bantuan pembangunan rumah untuk Abah Misjo. Ketua yayasan, Nuril Arifin, menyebut langkah ini sebagai bentuk komitmen sosial yang dihadirkan bagi warga yang membutuhkan.
“Insya Allah, bantuan ini merupakan wujud komitmen Sukabumiupdate Peduli dalam membantu masyarakat yang kekurangan. Kami berharap keluarga penerima manfaat bisa segera memiliki rumah yang layak untuk dihuni,” ujar Nuril.
Pihak keluarga Abah Misjo pun menyampaikan rasa syukur atas perhatian tersebut. “Kami sangat bersyukur dan berterima kasih. Bantuan ini sangat berarti bagi kami, semoga rumah bisa segera berdiri dan layak ditempati,” ucap salah satu anggota keluarga.
Yayasan Sukabumiupdate Peduli sendiri merupakan lembaga yang bergerak di bidang filantropi, aksi sosial, dan kemanusiaan dengan komitmen membantu masyarakat di berbagai wilayah Kabupaten Sukabumi.