SUKABUMIUPDATE.com -Tiga calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kota Sukabumi tiba di Turki, pada Rabu, (23/4/2026) waktu setempat. Ketiga pemuda tersebut merupakan bagian dari 50 orang yang telah dilepas pemberangkatannya oleh Wali Kota Sukabumi, pada Kamis (16/4/2026), pekan lalu.
Informasi tersebut disampaikan perwakilan pendamping di Kuwait yang juga Komisaris PT Dwi Tunggal Jaya Abadi, Asep. Ia menyampaikan bahwa ketiga pemuda tersebut tiba dalam kondisi prima. “Hari ini April Rabu 23 April 2026, Alhamdulillah, kita menyambut kedatangan adek-adik kita dari Sukabumi yang merupakan program dari Wali Kota Sukabumi di Kuwait," ujar Asep dalam rekaman video yang diterima redaksi sukabumiupdate.com.
Asep melaporkan bahwa perjalanan mereka dari Indoneisa ke Kuwait berjalan dengan aman dan lancar dan dalam kondisi prima. "Alhamdulillah perjalanan lancar dan menyenangkan," ucapnya.
Asep menegaskan bahwa penempatan tenaga kerja di Kuwait merupakan penempatan yang legal dan prosedural. Ia pun menyampaikan ucapan terima kasih kepada Wali Kota Sukabumi dan Dinas Tenaga Kerja atas dukungan dan kolaborasi dalam program ini.
"Saya ucapkan terima kasih kepada Wali Kota Sukabumi dan Dinas Tenaga Kerja Kota Sukabumi atas kolaborasi yang sangat sinkron. Dan menjadikan penempatan (tenaga kerja) ini menjadi penempatan yang legal, prosedural dan bermartabat," tuturnya.
Baca Juga: Turki dan Kuwait Jadi Tujuan, 50 Warga Kota Sukabumi Resmi Diberangkatkan Jadi Pekerja Migran
Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, menegaskan bahwa kesuksesan ini adalah buah dari kerja sama yang kolaboratif dan sinergis. Wali Kota pun secara khusus mengapresiasi peran PT. Dwitunggal Jaya Abadi selaku Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) yang telah mengelola proses rekrutmen dan pelatihan secara profesional.
"Kita tidak bekerja sendiri. Terima kasih kepada PT. Dwitunggal Jaya Abadi yang memastikan prosedur penempatan berjalan sesuai aturan, serta pihak Imigrasi yang memberikan pelayanan prima dalam dokumen perjalanan. Tak lupa peran Bank BJB Sukabumi yang telah mendukung sisi pembiayaan bagi para peserta, sehingga kendala finansial tidak lagi menjadi penghalang bagi anak muda kita untuk maju," ujar Ayep Zaki dalam keterangannya.
Wali Kota juga menggarisbawahi pentingnya peran birokrasi dari tingkat bawah hingga dukungan keluarga sebagai fondasi utama perlindungan pekerja migran:
- Camat, PIC Kecamatan dan Lurah: Sebagai garda depan dalam pengawasan dan validasi data warga.
- Pengurus RT/RW: Yang berperan penting dalam memberikan edukasi dan memastikan warga tidak terjebak dalam sindikat penempatan ilegal.
- Orang Tua: Sebagai pendukung moral utama yang memberikan restu dan doa bagi kesuksesan anak-anaknya di negeri orang.
"Kesuksesan ini dimulai dari lingkungan terkecil. Berkat kejelian RT/RW, Lurah, dan Camat, kita bisa memastikan anak-anak kita berangkat melalui jalur yang legal dan bermartabat. Dan yang terpenting, dukungan serta doa dari para Orang Tua adalah modal utama mereka berjuang di Kuwait," jelasnya.






