Warga Tukar Limbah Jadi Kebutuhan Harian: SCG Perkuat Gerakan Kelola Sampah di Sukabumi

Sukabumiupdate.com
Kamis 30 Apr 2026, 16:05 WIB
Warga Tukar Limbah Jadi Kebutuhan Harian: SCG Perkuat Gerakan Kelola Sampah di Sukabumi

Di Desa Kebonmanggu, Kecamatan Gunungguruh, warga mulai terbiasa memilah sampah non-organik untuk kemudian ditukarkan dengan kebutuhan rumah tangga. (Sumber: sukabumiupdate)

SUKABUMIUPDATE.com - Upaya mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah terus diperkuat melalui program yang didukung SCG di Kabupaten Sukabumi. Di Desa Kebonmanggu, Kecamatan Gunungguruh, warga mulai terbiasa memilah sampah non-organik untuk kemudian ditukarkan dengan kebutuhan rumah tangga.

Ketua Warior E-Sijimantari Desa Sukamaju, Hadi Permana, menjelaskan bahwa program ini diawali dengan sosialisasi langsung kepada masyarakat. “untuk pertama kita tentu sosialisasi dulu ke warga, kemarin juga ada kegiatan fun walk di tiap desa supaya warga bisa berkumpul, di situ kita sampaikan program ini,” sehingga informasi dapat menjangkau masyarakat secara luas.

Ia mengakui, pada tahap awal program tidak berjalan mudah karena kebiasaan memilah sampah belum terbentuk. Namun seiring waktu, pendekatan yang dilakukan secara langsung dan melalui media sosial mulai menunjukkan hasil. “Awalnya warga masih sulit beradaptasi karena belum pernah memilah sampah, tapi dengan sosialisasi mulut ke mulut dan media sosial, mereka perlahan bisa menerima,” ujarnya.

Baca Juga: Pupuk Hayati Pureplant Diluncurkan, Inovasi Lokal untuk Tekan Impor dan Perkuat Ketahanan Pangan

Program ini memanfaatkan sampah non-organik seperti plastik dan kemasan rumah tangga yang sebelumnya tidak memiliki nilai guna. Sampah tersebut kemudian ditukarkan dengan berbagai kebutuhan seperti sabun cuci, sabun pakaian hingga minyak goreng.

Dampak program mulai dirasakan warga. Een Rohaeni (70) mengaku dalam dua bulan terakhir berhasil mengumpulkan 10,7 kilogram sampah dari rumahnya. Ia menyebut sampah yang dikumpulkan berupa plastik bekas sabun dan kemasan rumah tangga. “dapat 10,7 kilo, dikumpulkan dua bulan,  yang kemudian ditukarkan dengan sabun untuk kebutuhan sehari-hari dan ‘embuat masyarakat merasa senang,” bebernya.

Hal serupa dirasakan Hayati (60) yang mampu mengumpulkan lebih dari 11 kilogram sampah dalam sebulan. Ia menyebut hasil penukaran berupa sabun, cairan pembersih hingga minyak goreng cukup membantu kebutuhan rumah tangga. “ditukerin buat meringankan beban untuk membeli mama lemon, minyak goreng, apa aja sabun,” ujarnya.

Baca Juga: Resmi Terdaftar, Merek sukabumiupdate.com Kantongi Sertifikat dari Kemenkum RI

Kepala Desa Kebonmanggu, Rasnita Diharja, menilai program ini membawa perubahan nyata terhadap perilaku masyarakat. Ia menyebut sebelumnya pengelolaan sampah masih dilakukan secara sederhana, seperti dibakar, namun kini kesadaran mulai tumbuh. “Sekarang sudah hampir 50 persen masyarakat dari 2.000 kepala keluarga sudah sadar menampung sampah plastik,” katanya, bahkan volume sampah yang terkumpul diperkirakan telah mencapai sekitar satu ton. (adv)

Editor :
Berita Terkait
Berita Terkini