Slamet Minta Pemerintah Jelaskan Isu Impor Beras, Jangan Sekadar Klaim Swasembada
Slamet menilai pemerintah perlu memberikan klarifikasi berdasarkan data dan fakta.
Slamet menilai pemerintah perlu memberikan klarifikasi berdasarkan data dan fakta.
Slamet menyoroti kondisi kekeringan yang telah terjadi di berbagai wilayah.
Slamet menyoroti temuan beras fortifikasi dijual hingga Rp 42.500 per kilogram.
Pola kepemilikan dan pengelolaan belum mencerminkan keadilan distribusi.
Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKS, drh Slamet, menegaskan bahwa kebijakan tarif nol persen untuk produk asal Amerika Serikat berpotensi menekan daya saing petani lokal.
Legislator asal Sukabumi ini menyoroti fenomena kenaikan harga pangan yang kerap terjadi setiap menjelang Ramadan dan Lebaran
Permasalahan utama yang dihadapi para pembudi daya bukan pada produksi.
Slamet menegaskan kepemilikan lahan petani di Indonesia masih sangat rendah.
Slamet merekomendasikan agar pemerintah meninjau kembali Permendag ini.
Slamet mempertanyakan rencana penggunaan APBN sebesar 5 hingga 10 persen.
Slamet menyoroti beberapa isu strategis yang membutuhkan penjelasan.
Rasa syukur tidak cukup hanya diucapkan, melainkan harus diwujudkan dalam tindakan nyata.
Slamet menyoroti tingginya biaya pengembangan gandum per hektare dibandingkan sorgum.
Menhut yang menyatakan tidak mengenal Aziz Wellang mengundang pertanyaan.
Fraksi PKS akan terus mengawal penguatan peran karantina.
Slamet mengingatkan pentingnya diversifikasi pangan berbasis kearifan lokal.
Slamet meminta Bulog melakukan audit persediaan dan kualitas beras secara menyeluruh.
Terdapat ketidakselarasan antara klaim pemerintah dengan realitas di lapangan.
Kondisi ini terjadi karena belum adanya mekanisme tata niaga beras yang adil.
Potensi yang lahir dari kebun kurma ini tak hanya menyasar pasar buah segar.