Slamet: Pemerintah Harus Sigap Antisipasi Kenaikan Harga Pangan Selama Ramadan

Sukabumiupdate.com
Kamis 19 Feb 2026, 18:27 WIB
Slamet: Pemerintah Harus Sigap Antisipasi Kenaikan Harga Pangan Selama Ramadan

drh Slamet, Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PKS | Foto : Dok. Ist

SUKABUMIUPDATE.com - Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PKS, drh Slamet, mendesak pemerintah segera mengambil langkah mitigasi dalam mengendalikan kenaikan harga pangan memasuki Ramadan dan Idulfitri. Hal ini disampaikannya dalam sesi PKS Legislative Report jelang Rapat Paripurna penutupan masa sidang DPR RI, Kamis (19/2/2026) di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen Senayan.

Legislator asal Sukabumi ini menyoroti fenomena kenaikan harga pangan yang kerap terjadi setiap menjelang Ramadan dan Lebaran. Menurutnya, pemerintah harus sigap mengambil langkah strategis agar masyarakat tidak terbebani. “Ini penyakit berulang. Oleh karena itu, saya ingin pemerintah segera melakukan mitigasi agar masalah tersebut bisa teratasi dan pemerintah dapat mengendalikan harga pangan,” ujar Slamet dalam keterangannya.

Ia menegaskan bahwa stabilitas harga pangan merupakan faktor penting untuk menjaga ketenangan masyarakat dalam menjalankan ibadah Ramadan. Pemerintah, kata Slamet, perlu memastikan distribusi berjalan lancar serta mengambil langkah konkret untuk menahan laju kenaikan harga.

Baca Juga: KPK Minta Menag Nasaruddin Umar Proaktif Ihwal Penggunaan Jet Pribadi

Selain itu, Slamet juga menyoroti pentingnya perhatian khusus terhadap daerah-daerah yang terdampak bencana. Ia meminta pemerintah memastikan ketersediaan stok pangan bagi masyarakat di wilayah tersebut, terutama memasuki Ramadan dan Lebaran. “Perlu diperhatikan daerah-daerah yang terkena bencana. Stok pangan harus dipastikan agar saudara-saudara kita di daerah bencana tercukupi kebutuhannya,” tegasnya.

Slamet berharap pemerintah dapat menjalankan langkah antisipatif secara menyeluruh, baik melalui pengendalian harga maupun penguatan distribusi, sehingga masyarakat dapat menjalani Ramadan dengan tenang dan kebutuhan pangan tetap terjangkau. (ADV)

Berita Terkait
Berita Terkini