Update Kondisi Korban Pembacokan di Sukalarang Sukabumi, 2 Luka Berat dan 2 Luka Ringan

Sukabumiupdate.com
Kamis 24 Sep 2026, 14:55 WIB
Update Kondisi Korban Pembacokan di Sukalarang Sukabumi, 2 Luka Berat dan 2 Luka Ringan

Ilustrasi pembacokan di Sukalarang Sukabumi. (Sumber : Magang Universitas Nusa Putra)

SUKABUMIUPDATE.com – Empat orang menjadi korban dalam insiden pembacokan brutal yang terjadi di Jalan Raya Sukabumi-Cianjur, tepatnya di depan SPBE PT Pertamina Trading, Cimangkok, Desa Titisan, Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi, Selasa (22/9/2026) sekitar pukul 17.00 WIB.

Semua korban kemudian mendapatkan penanganan medis di RSU Hermina Sukabumi. Dari empat korban tersebut, dua mengalami luka ringan dan dua lainnya mengalami luka berat.

Dokter Umum RSU Hermina Sukabumi, dr. Kinanti, mengatakan dua korban yang mengalami luka ringan masing-masing berinisial N (30) dan A (23).

Keduanya mengalami luka yang membutuhkan penjahitan di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Setelah kondisinya dinyatakan stabil, kedua korban diperbolehkan menjalani rawat jalan.

Baca Juga: Sekolah Ambruk: Kapolres, DPRD dan Disdik Temui Pelajar SDN Bihbul Ciemas Sukabumi

"Jadi pada saat awal masuk itu kemarin tuh ada 4 pasien, yang dibawa ke Rumah Sakit Hermina. Dua luka ringan, dua luka berat. Kalau yang dua luka ringan itu dua-duanya dilakukan penjahitan di IGD, kemudian diperbolehkan untuk dilakukan rawat jalan karena kondisinya juga sudah stabil," ujar dr. Kinanti kepada sukabumiupdate.com pada Kamis (24/9/2026).

Sementara itu, dua korban lainnya yakni R (31) dan D (28) mengalami luka berat dan sempat mengalami syok akibat perdarahan.

dr. Kinanti menjelaskan, korban berinisial R mengalami multiple trauma dan syok perdarahan. Luka dialami di sejumlah bagian tubuh, mulai dari kepala, bahu, punggung, tangan, pinggang hingga lutut.

"Yang luka berat, yang pertama itu pasien inisial R dia ada multiple trauma sama ada syok perdarahan. Ada luka di kepala, bahu, punggung, tangan, pinggang, sama lutut," jelasnya.

Baca Juga: As Roda Patah di Tanjakan Baeud Sukabumi, Truk Muat Kayu Mundur Hantam Rumah dan Bengkel

Setelah mendapatkan penanganan awal dan kondisinya dinyatakan stabil, R kemudian dirujuk ke RSUD R Syamsudin SH (Bunut) Kota Sukabumi atas permintaan keluarga untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

"Terus R ini setelah mendapatkan penanganan awal dan kondisinya dinyatakan stabil, atas permintaan keluarga, pasien minta rujuk ke Rumah Sakit Bunut untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut," ungkap dr. Kinanti.

Sedangkan korban D masih menjalani perawatan di RSU Hermina Sukabumi. Ia mengalami sejumlah luka robek di bagian kepala, lengan, dan paha.

D juga telah menjalani tindakan operasi pada Rabu (23/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.

Baca Juga: Kota Sukabumi Terendah Soal Rumah Layak Huni di Jabar, Sanitasi Dibawah 50 Persen

"Kalau yang terakhir, yang pasien D itu dilakukan penanganan di kita dari awal. Ada robekan di kepala, lengan, sama di paha. Sudah dilakukan tindakan operasi kemarin, sekarang sih kondisinya stabil," katanya.

Meski mengalami luka berat, keempat korban diketahui masih dalam kondisi sadar saat pertama kali tiba di rumah sakit.

dr. Kinanti menyebut dua korban dengan luka berat, yakni R dan D, sempat mengalami syok perdarahan karena kehilangan darah dalam jumlah cukup banyak hingga menyebabkan tekanan darah menurun.

"Stabil, sadar semuanya, empat-empatnya sadar, cuman memang yang luka berat ini R sama D ini memang sempat syok. Syok perdarahan, karena perdarahannya lumayan cukup banyak. Jadi tensinya turun," tuturnya.

Baca Juga: Libur Akhir Pekan Trekking ke Curug Cibareubeuy, Lewati Sawah, Sungai hingga Hutan

Untuk penanganan medis, korban R sebelumnya mendapatkan tindakan resusitasi saat berada di RSU Hermina. Sementara korban D telah menjalani operasi debridement untuk menangani luka yang dialaminya.

"Upaya penanganan medis yang sudah dilakukan, R saat itu resusitasi. Kalau misalnya untuk D yang saat ini di Hermina, sudah dilakukan tindakan operasi kemarin Pak, operasi debridement," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Kasi Humas Polres Sukabumi Kota IPDA Ade Ruli Bahtiarudin membenarkan peristiwa tersebut dan kejadian itu diduga bermula dari pertemuan kedua belah pihak yang hendak menyelesaikan persoalan, namun karena tidak menemui titik temu dugaan penganiayaan pun terjadi.

Video dan informasi mengenai aksi kekerasan tersebut kemudian beredar di media sosial dan menjadi perhatian publik.

 

Berita Terkait
Berita Terkini