Bawa Riset Indonesia ke Panggung Dunia, Nusa Putra Satukan Ilmuwan Global di Turki dan Oman

Bawa Riset Indonesia ke Panggung Dunia, Nusa Putra Satukan Ilmuwan Global di Turki dan Oman

Penyelenggaraan tujuh konferensi internasional di Turky dan Oman pada 4-7 November 2026. (Sumber: Dok Nusa Putra)

SUKABUMIUPDATE.com — Kiprah perguruan tinggi Indonesia di panggung riset internasional terus berkembang. Nusa Putra University mengambil peran dalam mempertemukan ilmuwan dan peneliti dari berbagai negara melalui penyelenggaraan tujuh konferensi internasional di Turki dan Oman pada 4–7 November 2026.

Rangkaian forum tersebut menghadirkan lebih dari 210 makalah ilmiah yang membahas beragam isu global, mulai dari kecerdasan buatan (AI), teknologi masa depan, pembangunan berkelanjutan, hingga hukum dan kemanusiaan.

Tidak sekadar mengirimkan delegasi ke forum akademik internasional, perguruan tinggi asal Sukabumi, Jawa Barat, ini turut menjadi penyelenggara pertemuan ilmiah lintas negara. Langkah tersebut menunjukkan bagaimana institusi pendidikan tinggi Indonesia dapat mengambil peran lebih aktif dalam membangun jejaring pengetahuan serta mendorong kolaborasi riset di tingkat global.

Di Istanbul, Turki, Nusa Putra University menyelenggarakan enam konferensi internasional multidisiplin yang tergabung dalam Nusa Putra Global Conference Türkiye Series 2026. Kegiatan tersebut berlangsung pada 5–7 November 2026, bekerja sama dengan Istanbul Gelişim University.

Baca Juga: Perbaikan Kerusakan Proyek Irigasi Tangkolo di Ciracap Sukabumi

Rangkaian konferensi ini mempertemukan akademisi dan peneliti dari Indonesia, Malaysia, Brasil, Kuwait, Turki, serta sejumlah negara lainnya. Sebanyak 162 makalah ilmiah dipresentasikan dalam forum yang mencakup bidang pendidikan, ekonomi, manajemen, hukum, hak asasi manusia, teknologi informasi, rekayasa, hingga desain komunikasi visual.

Enam konferensi tersebut meliputi ICEHOS, ICEMAC, ICLAPH, ICONTENTION, ICITACS, dan ICONEXION 2026. Masing-masing mengangkat perspektif keilmuan yang berbeda, tetapi memiliki perhatian bersama terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, transformasi teknologi, dan keberlanjutan.

Forum tersebut menghadirkan sejumlah akademisi internasional, di antaranya Prof. Dr. Joseph Jon Kaminski dari International University of Sarajevo, Dr. Abdelrahman Alasttal dari KU Leuven, Belgia, serta Prof. Dr. Mustafa Topaloğlu dari Özyeğin University.

Dari Indonesia, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Dr. Hamdan Zoelva, turut hadir sebagai pembicara bersama sejumlah akademisi dan pakar dari berbagai bidang keilmuan.

Baca Juga: Polri Bantah 2 Mantan Kapolri Diperiksa Soal Penyadapan, TNI Sebut Pemeriksaan Teddy Hoax

Dari Istanbul ke Oman, Perluas Diplomasi Ilmu Pengetahuan

Hampir bersamaan dengan penyelenggaraan konferensi di Turki, Nusa Putra University juga menggelar 12th International Conference on Computing, Engineering, and Design (ICCED 2026) di University of Buraimi, Oman, pada 4–5 November 2026.

Mengusung tema “Empowering Innovation through Human-Centered Excellence, Generative AI, and Transformative Design”, konferensi edisi ke-12 ini menjadi ruang pertemuan bagi peneliti internasional untuk membahas perkembangan teknologi dan inovasi yang berorientasi pada kebutuhan manusia.

Lebih dari 50 makalah ilmiah dipresentasikan dalam forum tersebut. Berbagai penelitian yang dibahas mencakup penerapan kecerdasan buatan untuk deteksi kanker, prediksi pertumbuhan ekonomi, keamanan siber, pengelolaan energi, hingga pengembangan teknologi pesawat tanpa awak untuk operasi pencarian dan penyelamatan korban bencana.

Beragam penelitian tersebut menunjukkan bahwa inovasi teknologi tidak lagi hanya diarahkan untuk menghasilkan sistem yang semakin canggih. Lebih dari itu, pengembangan teknologi juga ditujukan untuk menjawab kebutuhan konkret masyarakat di bidang kesehatan, ekonomi, lingkungan, dan keselamatan manusia.

ICCED 2026 turut menghadirkan sejumlah pakar internasional, termasuk Prof. Dr. Ujjwal Maulik, Dr. Suad Said Al-Kindi, Prof. Dr. Media Anugerah Ayu, serta Dr. Abdullah Said Al Kalbani.

Baca Juga: Rp967,5 Miliar Duit Korban Penipuan Transaksi Keuangan Diblokir

Menempatkan Indonesia dalam Percakapan Ilmiah Global

Rektor Nusa Putra University, Dr. Kurniawan, menegaskan bahwa penyelenggaraan konferensi internasional di dua negara tersebut merupakan bagian dari upaya memperluas kontribusi akademik Indonesia dalam perkembangan ilmu pengetahuan dunia.

“Konferensi ini bukan hanya menjadi ruang untuk mempresentasikan hasil penelitian, tetapi juga menjadi momentum untuk mempertemukan akademisi, peneliti, dan institusi dari berbagai negara dalam membangun kolaborasi yang memberikan dampak lebih luas,” ujarnya.

Menurutnya, tantangan dunia yang semakin kompleks menuntut perguruan tinggi untuk tidak hanya berfokus pada pengembangan ilmu pengetahuan di lingkungan institusinya sendiri, tetapi juga membangun kolaborasi lintas disiplin dan lintas negara.

Melalui penyelenggaraan forum internasional, Nusa Putra berupaya memperluas akses akademisi Indonesia terhadap jejaring penelitian global. Upaya tersebut sekaligus membuka peluang kolaborasi dalam pengembangan teknologi, pendidikan, publikasi ilmiah, dan inovasi.

Sementara itu, General Chair ICCED 2026, Prof. Dr. Ir. Teddy Mantoro, menekankan pentingnya menempatkan manusia sebagai pusat perkembangan teknologi.

Baca Juga: Untuk Honorer Negeri, Masa Kerja Guru dan Tenaga Kesehatan Non ASN Diperpanjang

“Tema ICCED 2026 menegaskan bahwa inovasi harus tetap berpusat pada manusia. Generative AI, computing, engineering, dan design berkembang sangat cepat, sehingga penelitian tidak cukup hanya menghasilkan teknologi baru, tetapi juga harus mempertimbangkan bagaimana teknologi tersebut digunakan secara bertanggung jawab dan memberikan manfaat nyata,” ungkapnya.

Dari Kolaborasi Akademik Menuju Kontribusi Nyata

Penyelenggaraan tujuh konferensi di Turki dan Oman juga memperlihatkan perluasan kerja sama antara perguruan tinggi Indonesia dan institusi pendidikan internasional.

Selain Istanbul Gelişim University dan University of Buraimi, rangkaian kegiatan di Turki turut melibatkan sejumlah mitra akademik, antara lain Düzce University, International University of Sarajevo, University of New York Tirana, INTI International University, Universitas Esa Unggul, serta Institut Transportasi dan Logistik Trisakti.

Kegiatan tersebut tidak hanya membuka ruang pertukaran gagasan, tetapi juga menghadirkan peluang pengembangan penelitian bersama, publikasi internasional, serta kolaborasi akademik jangka panjang.

Di tengah persaingan global dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, keterlibatan perguruan tinggi Indonesia sebagai penyelenggara forum ilmiah internasional memiliki makna strategis. Peran perguruan tinggi tidak lagi terbatas pada menghasilkan penelitian, tetapi juga menciptakan ruang pertemuan bagi ilmuwan dari berbagai negara untuk mengembangkan pengetahuan dan mencari solusi atas persoalan bersama.

Melalui rangkaian konferensi di dua negara tersebut, Nusa Putra University menunjukkan upaya membawa kontribusi akademik Indonesia melampaui batas geografis. Langkah ini sekaligus memperluas peran perguruan tinggi nasional dalam ekosistem riset dan inovasi dunia. (*)

Berita Terkini