SUKABUMIUPDATE.com – Tumpukan sampah kembali memenuhi saluran air di perbatasan Kecamatan Cidahu dan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi. Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah setempat karena berpotensi menghambat aliran air dan memicu banjir, terutama saat musim hujan.
Untuk mengantisipasi dampak tersebut, pemerintah kecamatan bersama sejumlah unsur masyarakat menggelar kerja bakti membersihkan tumpukan sampah pada Minggu (8/11/2026).
Pembersihan dilakukan di sekitar kawasan PT Sun Suka Abadi (SSA), tepatnya di perbatasan Desa Pondokkaso Tonggoh, Kecamatan Cidahu, dan Desa Babakanjaya, Kecamatan Parungkuda. Di lokasi tersebut, sampah terlihat menumpuk di tepi jalan hingga saluran air.
Camat Cidahu, Lenni Nurliah, mengatakan kegiatan tersebut melibatkan ASN Kecamatan Cidahu, KUA, Babinsa, Pramuka, pemerintah desa, serta warga dari Desa Pondokkaso Tonggoh dan Desa Babakanjaya.
Menurutnya, kerja bakti dilakukan untuk membersihkan sampah yang berpotensi menyumbat saluran air dan menyebabkan banjir.
“Tujuannya untuk membersihkan sampah yang ada di sekitar jalan dan selokan, supaya tidak terjadi penyumbatan yang bisa mengakibatkan banjir, apalagi sekarang sudah memasuki musim hujan,” ujar Lenni.
Baca Juga: Empat Pemain Futsal Putri MAN 1 Sukabumi Dipanggil Seleksi Timnas U-19
Ia menjelaskan, kegiatan serupa sebenarnya sudah pernah dilaksanakan sekitar dua bulan sebelumnya. Namun, tumpukan sampah kembali muncul setelah hujan turun dan terbawa aliran air hingga ke kawasan tersebut.
Dalam kerja bakti kali ini, sampah yang berhasil diangkut mencapai sekitar satu truk milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan satu mobil pikap. Meski begitu, pembersihan belum menjangkau seluruh tumpukan lantaran sebagian sampah telah bercampur dengan tanah dan lumpur.
Lenni menyebut kegiatan dihentikan sekitar pukul 11.00 WIB karena kendaraan pengangkut sudah penuh. Selain itu, pihaknya mempertimbangkan agar sampah yang telah dikumpulkan tidak terlalu lama dibiarkan di pinggir jalan karena dikhawatirkan kembali dibuang oleh orang yang melintas.
“Sudah satu truk dan satu pikap yang terangkut. Sebenarnya masih ada yang belum terangkat karena sampahnya sudah bercampur dengan tanah. Tadi juga dihentikan sekitar pukul 11.00 WIB karena kendaraan pengangkutnya sudah penuh,” katanya.
Lenni menilai, persoalan sampah di kawasan tersebut tidak cukup diselesaikan melalui kegiatan kerja bakti. Diperlukan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga agar persoalan serupa tidak terus berulang.
Baca Juga: Hasil Autopsi Pria Tewas di Warudoyong Sukabumi: Luka Tusuk Tembus Dada hingga Potong Paru-paru
Ia mengatakan, layanan pengangkutan sampah rumah tangga sebenarnya telah tersedia secara rutin dan terjadwal dengan sistem iuran warga. Namun, masih ada sebagian masyarakat yang tidak mengikuti layanan tersebut dan memilih membuang sampah ke sungai maupun saluran air.
Selain itu, sekat penahan sampah yang sebelumnya pernah dibuat di antara wilayah RW juga sempat dibongkar. Kondisi tersebut menyebabkan sampah kembali terbawa aliran air hingga menumpuk di kawasan sekitar PT Sun Suka Abadi.
“Sekat-sekat itu sebelumnya sudah pernah dibuat, tetapi dibongkar lagi oleh masyarakat. Akhirnya sampah kembali terbawa ke bawah dan menumpuk di sini,” ungkapnya.
Sebagai upaya pencegahan, pemerintah desa berencana kembali membuat sekat penahan sampah di antara wilayah RW. Langkah tersebut diharapkan dapat menahan sampah agar tidak terbawa aliran air hingga ke kawasan sekitar perusahaan.
Lenni juga berharap DLH dapat memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pengelolaan sampah rumah tangga. Menurutnya, upaya pemerintah membersihkan saluran harus diimbangi dengan perubahan perilaku masyarakat agar tidak lagi membuang sampah sembarangan.
Baca Juga: Krisis Air Bersih Berujung Maut, Kakek 76 Tahun di Sukabumi Tewas Tersengat Listrik
Di sisi lain, penanganan saluran air di kawasan perbatasan tersebut juga telah dikoordinasikan dengan Kecamatan Parungkuda. Dalam kegiatan kerja bakti kali ini, pembersihan turut menyasar gorong-gorong di wilayah Desa Babakanjaya.
Berdasarkan informasi yang diterimanya, tumpukan sampah juga cukup banyak ditemukan di saluran sodetan menuju kawasan PT Kino. Tim dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) disebut telah melakukan peninjauan untuk melihat kondisi saluran sekaligus mengidentifikasi kebutuhan penanganannya.
“Kalau untuk penanganan salurannya, kami sudah berkoordinasi dengan Kecamatan Parungkuda. Dari PU juga sudah turun melihat kondisi di lapangan. Nanti akan dilihat penanganan seperti apa yang memungkinkan,” tuturnya.
Ia menambahkan, sejumlah saluran di sekitar kawasan tersebut juga sudah tertutup atau ditutup oleh warga. Kondisi itu menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam upaya penanganan genangan dan potensi banjir di wilayah perbatasan Kecamatan Cidahu dan Parungkuda.














