SUKABUMIUPDATE.com – Memiliki rumah layak huni adalah harapan semua orang termasuk pemerintah di setiap daerah. Namun, pada kenyataannya kehidupan seseorang berbeda-beda dan mewujudkan hal tersebut butuh proses dan tidaklah mudah.
Berkaitan dengan rumah layak huni, persentase rumah tangga yang menempati rumah layak huni di Jawa Barat terus meningkat dalam tiga tahun terakhir. Namun, peningkatan tersebut belum dirasakan secara merata di seluruh kabupaten maupun kota.
Berdasarkan publikasi dari data Statistik Perumahan Provinsi Jawa Barat 2025 yang bersumber dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2025, persentase rumah tangga yang tinggal di rumah layak huni (RLH) di Jawa Barat mencapai 58,46 persen pada 2025.
Baca Juga: Tolak Outsourcing hingga Perlindungan Pekerja, 50 Ribu Buruh Gelar Aksi di Bundaran HI
Angka tersebut meningkat dibandingkan 2024 yang mencapai 56,25 persen dan 2023 sebesar 54,17 persen.
Meski secara provinsi menunjukkan tren peningkatan, disparitas antarwilayah masih cukup besar. Dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat, sebanyak 16 daerah memiliki persentase rumah layak huni di atas rata-rata provinsi, sementara 11 daerah lainnya berada di bawah angka Jawa Barat.
Kabupaten Indramayu tercatat memiliki persentase rumah tangga yang menempati rumah layak huni tertinggi, yakni 86,84 persen. Disusul Kabupaten Kuningan 86,60 persen dan Kabupaten Subang 86,14 persen.
Kota Sukabumi Terendah
Sementara itu, Kota Sukabumi berada di posisi paling rendah dengan persentase hanya 34,93 persen. Posisi diatas Kota Sukabumi ditempati Kabupaten Cianjur sebesar 36,21 persen dan Kabupaten Garut 39,83 persen.
Baca Juga: Angka Melek Huruf Kota Sukabumi Capai 100 Persen, Tertinggi di Jawa Barat
Kabupaten Sukabumi juga masih berada di bawah rata-rata Jawa Barat. Persentase rumah tangga yang menempati rumah layak huni di Kabupaten Sukabumi tercatat sebesar 41,39 persen.
Dengan demikian, baik Kabupaten maupun Kota Sukabumi sama-sama berada di bawah angka rata-rata Jawa Barat sebesar 58,46 persen.
BPS menjelaskan, indikator rumah layak huni dibangun berdasarkan empat komponen utama, yakni ketahanan bangunan, kecukupan luas tempat tinggal, akses air minum layak, dan akses sanitasi layak.
Sebuah rumah dikategorikan tidak layak huni apabila salah satu dari empat indikator tersebut tidak memenuhi persyaratan.
Khusus Kota Sukabumi, perbedaan paling mencolok terlihat pada komponen akses sanitasi layak.
Baca Juga: Rp22 Ribu per Porsi Harga Martabak di Kota Sukabumi, Wilayah Jabar Lainnya Cek Disini!
Berdasarkan Susenas Maret 2025, persentase rumah tangga di Kota Sukabumi yang memiliki akses sanitasi layak hanya mencapai 46,61 persen. Artinya, berdasarkan indikator tersebut, masih terdapat lebih dari separuh rumah tangga di Kota Sukabumi yang belum memiliki akses sanitasi layak.
Kondisi tersebut berbeda jauh dengan Kabupaten Indramayu yang mencatat persentase akses sanitasi layak mencapai 93,41 persen. Sementara untuk komponen lainnya, Kota Sukabumi mencatat persentase lebih dari 90 persen pada indikator akses air minum layak dan kecukupan luas tempat tinggal.
Secara umum, komponen rumah layak huni yang memiliki persentase relatif tinggi di kabupaten/kota di Jawa Barat adalah kecukupan luas tempat tinggal dan akses air minum layak.
Sementara itu, dua komponen yang masih membutuhkan perhatian adalah ketahanan bangunan dan akses sanitasi layak.
Untuk akses sanitasi layak, Kota Sukabumi persentasenya masih berada di bawah 50 persen, yakni 46,61 persen. Adapun untuk indikator ketahanan bangunan, tidak terdapat kabupaten/kota yang persentasenya berada di bawah 50 persen.
Berikut daftarnya:
- Kabupaten Indramayu 86,84
- Kabupaten Kuningan 86,60
- Kabupaten Subang 86,14
- Kota Banjar 83,24
- Kabupaten Cirebon 83,07
- Kabupaten Majalengka 76,44
- Kabupaten Sumedang 72,97
- Kota Cirebon 72,66
- Kabupaten Karawang 71,44
- Kabupaten Bekasi 68,43
- Kabupaten Pangandaran 68,10
- Kabupaten Ciamis 64,54
- Kabupaten Purwakarta 63,55
- Kota Cimahi 62,38
- Kota Bekasi 60,05
- Kabupaten Bandung 58,48
- Jawa Barat 58,46 (Presentase)
- Kota Depok 52,77
- Kota Tasikmalaya 51,22
- Kota Bogor 50,69
- Kabupaten Bogor 47,08
- Kabupaten Tasikmalaya 43,37
- Kota Bandung 42,36
- Kabupaten Bandung Barat 41,96
- Kabupaten Sukabumi 41,39
- Kabupaten Garut 39,83
- Kabupaten Cianjur 36,21
- Kota Sukabumi 34,93
Data tersebut menunjukkan bahwa meski persentase rumah layak huni Jawa Barat terus meningkat, persoalan kualitas hunian masih menjadi tantangan di sejumlah daerah, termasuk Kabupaten dan Kota Sukabumi.
Sumber: BPS















