Hasil Autopsi Pria Tewas di Warudoyong Sukabumi: Luka Tusuk Tembus Dada hingga Potong Paru-paru

Hasil Autopsi Pria Tewas di Warudoyong Sukabumi: Luka Tusuk Tembus Dada hingga Potong Paru-paru

Dr Nurul Aida Fathya saat diwawancarai terkait hasil otopsi jasad pria korban dugaan penganiayaan di Warudoyong, Kota Sukabumi. (Sumber: Istimewa)

SUKABUMIUPDATE.com - Hasil autopsi terhadap jasad pria berinisial VR (32), warga Kecamatan Cibeureum, Kota Sukabumi, mengungkap adanya luka akibat kekerasan benda tajam di bagian punggung yang menembus hingga rongga dada dan memotong paru-paru sebelah kiri.

VR sebelumnya meninggal dunia setelah diduga menjadi korban penganiayaan oleh sekelompok orang di wilayah Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, Jumat (6/11/2026).

Ketua Tim Dokter Forensik RSUD R Syamsudin SH, dr. Nurul Aida Fathya, mengatakan korban tiba di rumah sakit sekitar pukul 22.00 WIB. Saat diperiksa di Instalasi Gawat Darurat (IGD), korban sudah dalam keadaan meninggal dunia.

Baca Juga: Krisis Air Bersih Berujung Maut, Kakek 76 Tahun di Sukabumi Tewas Tersengat Listrik Saat Perbaiki Pompa

Pemeriksaan awal kemudian menemukan luka di bagian punggung korban. Tim dokter selanjutnya melakukan pemeriksaan luar sebelum melaksanakan autopsi.

"Dilakukan autopsi tadi. Ternyata luka yang kita temukan di punggung tadi itu menembus sampai ke rongga dada dan memotong paru sebelah kiri," ujar dr. Nurul Aida.

Berdasarkan karakteristik lukanya, dokter menyimpulkan luka tersebut mengarah pada kekerasan benda tajam. Hal itu terlihat dari tepi luka yang rata dan tidak ditemukan jembatan jaringan.

"Lukanya, kalau dari pola luka yang kita lihat, itu tepinya rata, enggak ada jembatan jaringannya, itu mengarah ke kekerasan tajam," jelasnya.

Selain luka utama di punggung, tim forensik juga menemukan sejumlah luka lain berupa lecet, goresan, dan memar. Namun, luka-luka tersebut dinilai tidak signifikan dan tidak menyebabkan gangguan pada organ tubuh.

Baca Juga: Bandung, Sukabumi, hingga Banten Mengenal Keunikan Logat Sunda dan Persebarannya

Terkait mekanisme kematian, dr. Nurul Aida menyebut perdarahan hebat menjadi salah satu kemungkinan yang dapat terjadi akibat luka tersebut.

"Kalau mekanismenya, salah satunya adalah pendarahan yang cukup hebat," ungkapnya.

Meski demikian, dokter belum dapat memastikan apakah korban masih hidup atau sudah meninggal saat dievakuasi dari lokasi kejadian. Sebab, korban diketahui sudah meninggal ketika diterima di IGD.

"Nanti mungkin bisa koordinasi dengan Bapak Kapolsek, apakah memang waktu pas dievakuasi masih bernyawa atau tidak," katanya.

Hasil autopsi tersebut menjadi bagian dari pemeriksaan medis untuk mengungkap penyebab dan mekanisme kematian korban dalam kasus dugaan penganiayaan yang kini ditangani kepolisian.

Baca Juga: Polri Bantah 2 Mantan Kapolri Diperiksa Soal Penyadapan, TNI Sebut Pemeriksaan Teddy Hoax

Diberitakan sebelumnya, Pria berinisial VR (32 tahun), warga Kecamatan Cibeureum, Kota Sukabumi, tewas setelah diduga menjadi korban penganiayaan di Jalan Caringin Ngumbang, Kelurahan Sukakarya, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi.

Peristiwa yang diduga melibatkan sejumlah orang itu terjadi pada Jumat (6/11/2026) sekira pukul 21.30 WIB, tepatnya di depan sebuah perumahan.

Kasi Humas Polres Sukabumi Kota Ipda Ade Ruli Bahtiarudin mengatakan korban sempat dibawa ke RSUD R Syamsudin SH untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, pihak rumah sakit menyatakan korban telah meninggal dunia saat tiba di Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Berdasarkan keterangan saksi, sebelum kejadian, korban VR bersama seorang rekannya berinisial RF (33 tahun) mendatangi rumah perempuan berinisial W (40 tahun) di Jalan Caringin Ngumbang," ujar dia kepada sukabumiupdate.com pada Sabtu (7/11/2026).

Berita Terkini
Ilustrasi koran (Sumber: Preefik)

Bisnis Media: Kembali ke Masa Lalu

Naskah ini mengulas strategi bisnis media digital yang kembali mengadopsi model bisnis media konvensional. Dengan mengandalkan kekuatan merek, kepercayaan pembaca, dan komunitas

08 Nov 2026, 19:50 WIB