Bandung, Sukabumi, hingga Banten Mengenal Keunikan Logat Sunda dan Persebarannya

Bandung, Sukabumi, hingga Banten Mengenal Keunikan Logat Sunda dan Persebarannya

Ilustrasi - Selain dipengaruhi oleh wilayah asal, logat dalam bahasa Sunda juga dapat terbentuk karena lingkungan keluarga, kebiasaan masyarakat, dan interaksi dengan bahasa lain. (Sumber : pixabay.com/@SasinTipchai)

SUKABUMIUPDATE.com - Meski sama-sama menggunakan bahasa Sunda, namun tiap daerah di Jawa Barat dan Banten memiliki logat sendiri yang jadi ciri khas.

Logat dalam bahasa Sunda merupakan ciri khas pengucapan atau cara seseorang melafalkan kata-kata bahasa Sunda.

Logat dapat berbeda antara satu daerah dengan daerah lainnya, baik dari segi intonasi, tekanan suara, kecepatan berbicara, maupun bunyi huruf tertentu.

Perbedaan tersebut membuat bahasa Sunda memiliki warna dan karakter yang beragam. Orang Sunda dari Bandung, Garut, Sukabumi, Cianjur, Bogor, hingga Cirebon, misalnya, dapat memiliki cara berbicara yang berbeda meskipun menggunakan bahasa yang sama.

Baca Juga: Perbaikan Kerusakan Proyek Irigasi Tangkolo di Ciracap Sukabumi

Selain dipengaruhi oleh wilayah asal, logat juga dapat terbentuk karena lingkungan keluarga, kebiasaan masyarakat, dan interaksi dengan bahasa lain.

Apa yang dimaksud dengan logat Sunda?

Mengutip dari laman Prosiding, dalam pengertian sederhana, logat adalah cara khas seseorang atau kelompok masyarakat dalam mengucapkan suatu bahasa.

Dalam kajian linguistik, istilah yang berkaitan adalah aksen, sedangkan dialek memiliki cakupan lebih luas karena dapat mencakup perbedaan kosakata, tata bahasa, dan pengucapan.

Jadi, ketika membicarakan logat Sunda, pembahasannya lebih menitikberatkan pada bagaimana masyarakat di suatu daerah mengucapkan kata-kata Sunda.

Sebagai contoh, dua orang bisa sama-sama mengatakan kalimat dalam bahasa Sunda, tetapi terdengar berbeda karena intonasi dan kebiasaan pengucapannya tidak sama.

Baca Juga: Untuk Honorer Negeri, Masa Kerja Guru dan Tenaga Kesehatan Non ASN Diperpanjang

Mengapa logat bahasa Sunda bisa berbeda?

Menurut Peta Bahasa Kemendikdasmen, ada beberapa faktor yang menyebabkan munculnya perbedaan logat di masyarakat Sunda, yaitu;

  • Faktor geografis: Perbedaan wilayah dan kondisi geografis membuat masyarakat mengembangkan kebiasaan berbahasa masing-masing.
  • Pengaruh bahasa lokal: Masyarakat Sunda yang tinggal berdekatan dengan penutur bahasa Jawa, Betawi, atau bahasa daerah lainnya dapat mengalami pengaruh dalam pengucapan.
  • Lingkungan sosial: Kebiasaan berbicara dalam keluarga, pergaulan, dan komunitas ikut membentuk logat seseorang.
  • Sejarah dan budaya: Perjalanan sejarah suatu daerah turut memengaruhi perkembangan bahasa dan cara masyarakat menggunakannya.

Ragam logat bahasa Sunda berdasarkan daerah

Berikut beberapa wilayah yang memiliki karakteristik penggunaan bahasa Sunda yang menarik untuk dibahas.

Namun, perlu diketahui, pembagian logat Sunda tidak selalu memiliki batas yang tegas. Dalam percakapan sehari-hari, masyarakat sering menyebut logat berdasarkan daerah asal, seperti logat Bogor, Bandung, Garut, atau Banten.

Sementara itu, penelitian linguistik mengelompokkan variasi bahasa berdasarkan perbedaan bunyi, kosakata, dan struktur bahasa.


Berikut beberapa ragam yang menarik untuk dikenal.

1. Logat Sunda Priangan

Logat Priangan dikenal luas di wilayah Bandung, Garut, Sumedang, Tasikmalaya, dan sekitarnya. Ragam ini sering dijadikan acuan bahasa Sunda standar atau basa lulugu.

Ciri yang dapat dijumpai adalah pengucapan yang relatif dikenal luas dalam media dan pendidikan, serta penggunaan undak-usuk basa atau tingkatan bahasa dalam konteks tertentu.

2. Logat Sunda Bogor

Bahasa Sunda di Bogor memiliki variasi tersendiri, baik dalam kosakata maupun cara pengucapannya. Wilayah Bogor juga memiliki hubungan kebahasaan dengan daerah Banten dan wilayah Sunda lainnya.

Penelitian perbandingan dialek Sunda di Jawa Barat tahun 2024 secara khusus memasukkan Bogor sebagai salah satu wilayah pengamatan. Penelitian tersebut menemukan adanya perbedaan kosakata antara dialek Bogor dan Priangan.

3. Logat Sunda Banten

Bahasa Sunda Banten memiliki karakteristik yang cukup khas. Ragam ini digunakan di sejumlah wilayah seperti Lebak, Pandeglang, sebagian Serang dan sebagian Sukabumi seperti daerah Cisolok.

Salah satu ciri yang sering dibahas adalah variasi kosakata dan intonasi. Dalam beberapa komunitas, terdapat pula perbedaan penggunaan tingkatan bahasa dibandingkan dengan Sunda Priangan.

Menariknya, pemetaan Badan Bahasa juga mencatat adanya dialek [o] di beberapa desa di Pandeglang. Contohnya, kata naon (apa) diucapkan dengan bunyi vokal [o] yang lebih konsisten.

4. Logat Sunda Cianjur

Sunda Cianjur termasuk dalam lingkungan bahasa Sunda Priangan, tetapi masyarakat setempat memiliki kebiasaan pengucapan dan pilihan kosakata yang dapat berbeda dari wilayah lain.

Cianjur juga dikenal memiliki tradisi penggunaan bahasa Sunda yang kuat dalam kehidupan sehari-hari. Perbedaan logatnya dapat terlihat dari intonasi dan kebiasaan pengucapan kata tertentu.

5. Logat Sunda Garut dan Tasikmalaya

Wilayah Garut dan Tasikmalaya juga memiliki variasi bahasa Sunda yang menarik. Meskipun sama-sama termasuk kawasan Priangan, cara berbicara masyarakat di kedua daerah tersebut tidak selalu sama.

Perbedaannya dapat terlihat dalam pilihan kosakata lokal, intonasi, dan kebiasaan berbicara. Namun, tidak tepat jika seluruh penutur di Garut atau Tasikmalaya dianggap memiliki satu logat yang seragam.

Bagaimana dengan Sukabumi?

Sukabumi cukup unik karena letak geografisnya yang berada di antara Cianjur, Bogor dan Banten. Hal ini menjadikan Sukabumi memiliki beberapa logat baik priangan, Bogor dan Banten.

Contohnya seperti daerah Sukabumi bagian timur cenderung menggunakan logat yang mirip dengan Cianjur. Sedangkan bagian utara lebih mirip dengan logat di Bogor.

Dan ada juga daerah Sukabumi yang memiliki logat Banten seperti Cisolok dan sekitarnya.

Hal seperti ini menjadi bukti jika budaya Sunda sangat kaya bahkan dalam berbahasa pun meski menggunakan bahasa yang sama namun akan terdengar berbeda saat diucapkan karena adannya logat.

Editor:Dede Imran
Berita Terkini
Ilustrasi koran (Sumber: Preefik)

Bisnis Media: Kembali ke Masa Lalu

Naskah ini mengulas strategi bisnis media digital yang kembali mengadopsi model bisnis media konvensional. Dengan mengandalkan kekuatan merek, kepercayaan pembaca, dan komunitas

08 Nov 2026, 19:50 WIB