SUKABUMIUPDATE.com – Kepulan asap dan kobaran api mengagetkan warga Kampung Cangehgar, RT 03/02, Kelurahan Palabuhanratu, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Rabu (26/8/2026) pagi.
Sebuah warung kopi yang sekaligus digunakan sebagai bengkel tambal ban tiba-tiba terbakar. Api diduga dipicu kebocoran tabung gas yang berada di dalam warung.
Lokasi kebakaran yang berada di tengah lingkungan permukiman sempat membuat warga panik. Selain aktivitas masyarakat yang cukup padat, keberadaan bengkel tambal ban di lokasi tersebut membuat api harus segera dikendalikan agar tidak merembet ke bangunan maupun area lain di sekitarnya.
Kabid Pemadaman Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Sukabumi, Erwin Adam Ridwan, mengatakan laporan kebakaran diterima petugas pada pukul 06.59 WIB.
Begitu menerima laporan, petugas Posko Palabuhanratu langsung bergerak menuju lokasi. Hanya dalam waktu sekitar empat menit, petugas tiba di tempat kejadian pada pukul 07.03 WIB dan segera melakukan penanganan.
"Setelah menerima laporan, petugas langsung menuju lokasi dan tiba sekitar pukul 07.03 WIB untuk melakukan penanganan," kata Erwin, kepada sukabumiupdate.com.
Baca Juga: Maut di Turunan Cisarakan Sukabumi, Insiden Truk Terjun ke Jurang Tewaskan Sopir
Menurut Erwin, objek yang terbakar merupakan warung kopi yang juga difungsikan sebagai bengkel tambal ban. Kondisi tersebut membuat petugas harus bergerak cepat untuk memastikan kobaran api tidak semakin membesar dan menjalar ke bagian bangunan lainnya.
Berdasarkan penanganan awal di lokasi, kebakaran sementara diduga bermula dari kebocoran tabung gas yang berada di dalam warung.
"Untuk penyebab kebakaran sementara diduga dari kebocoran tabung gas," ujarnya.
Peristiwa tersebut sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat bahwa sumber-sumber api dan peralatan rumah tangga maupun usaha yang digunakan setiap hari tetap menyimpan potensi bahaya jika tidak diperiksa dengan baik.
Erwin mengimbau masyarakat agar selalu memastikan kondisi peralatan sebelum meninggalkan rumah maupun tempat usaha. Pemeriksaan rutin dinilai penting untuk mencegah kebakaran yang dapat menimbulkan kerugian lebih besar.
Tak hanya tabung gas, masyarakat juga diminta memastikan peralatan listrik yang sudah tidak digunakan benar-benar dalam kondisi mati.
"Aliran listrik yang tidak digunakan sebaiknya dimatikan. Kemudian, tungku atau sumber api juga harus dicek kembali setelah digunakan," jelasnya.
Baca Juga: Bruno Fernandes Raih Pemain Terbaik PFA 2025/2026, Ukir Sejarah di Manchester United
Menurut Erwin, langkah-langkah tersebut memang terlihat sederhana. Namun, kebiasaan kecil seperti mematikan listrik dan memastikan sumber api padam dapat menjadi langkah penting untuk mencegah kebakaran di rumah, warung, bengkel maupun tempat usaha lainnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak membakar sampah secara sembarangan. Api yang dibiarkan tanpa pengawasan dapat dengan cepat merembet ke material lain, terutama ketika kondisi lingkungan kering.
Hal yang sama berlaku terhadap aktivitas pembakaran lahan. Masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran tanpa pengawasan karena api dapat meluas dengan cepat dan sulit dikendalikan.
"Untuk masyarakat, kami mengimbau agar lebih berhati-hati dan selalu melakukan pengecekan terhadap sumber-sumber yang dapat menyebabkan kebakaran," katanya.
Erwin kembali mengingatkan warga untuk mematikan aliran listrik yang tidak digunakan, mengecek tungku maupun sumber api setelah selesai digunakan, serta menghindari pembakaran sampah dan lahan tanpa pengawasan.
"Jangan membakar sampah sembarangan dan jangan membakar lahan tanpa pengawasan. Pastikan setiap aktivitas yang menggunakan api dilakukan dengan aman," tegasnya.














