SUKABUMIUPDATE.com - Rumah hangus terbakar, tetapi pendidikan anak-anak korban tak boleh ikut terhenti. Pesan itulah yang tergambar saat jajaran Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sukabumi mendatangi keluarga korban kebakaran di Kampung Bojong Kuring, Kelurahan Cibadak, Sabtu (22/8/2026).
Kebakaran yang terjadi pada Jumat (21/8/2026) sore membuat Enung (40) harus kehilangan tempat tinggal. Ibu empat anak itu kini terpaksa mengungsi dan menumpang sementara di rumah kontrakan milik Ketua RW setempat, Asep.
Sehari setelah kejadian, puing-puing bangunan yang hangus masih terlihat. Namun, di tengah kehilangan tersebut, perhatian terhadap keberlangsungan pendidikan anak-anak Enung ikut menjadi sorotan.
Pasalnya, keluarga Enung memiliki anak yang masih duduk di bangku PAUD dan SD. Kondisi inilah yang membuat Disdik Kabupaten Sukabumi turun langsung untuk memastikan mereka mendapat dukungan.
Baca Juga: Jatuh Bangun Taklukkan Bambu Berlumur Oli, Tradisi Unik HUT ke-81 RI di Gunung Karamat Sukabumi
Kepala Bidang PAUD dan PNF Disdik Kabupaten Sukabumi, Cecep Supriadi, bersama Kasi PAUD, Kasi Sarpras, dan jajaran lainnya, datang menemui keluarga korban. Mereka turut didampingi Ketua Yayasan Kampus Pendidikan Al-Qur'an Adawah, Kiai Haji Nordin AR.
"Kami hari ini bersama teman-teman mengunjungi saudara kita yang terkena musibah kebakaran. Kebetulan di keluarga korban ada anak PAUD dan anak SD," kata Cecep dalam keterangan yang diterima pada Sabtu (22/8/2026).
Tak datang dengan tangan kosong, jajaran Disdik membawa sejumlah bantuan untuk keluarga korban. Bantuan tersebut berupa sembako, pakaian, selimut, hingga santunan uang tunai.
Cecep mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian sekaligus tindak lanjut instruksi Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi yang saat itu sedang menjalankan tugas di Palabuhanratu.
Baca Juga: Pria Asal Parungkuda yang MD di Masjid Mampang Jaksel Ternyata Punya Riwayat Jantung
Menurut Cecep, perhatian terhadap anak-anak korban menjadi bagian penting dalam kunjungan tersebut. Sebab, selain kehilangan tempat tinggal, keluarga juga menghadapi kebutuhan sehari-hari yang harus segera dipenuhi.
"Kami hadir atas instruksi Pak Kadis karena beliau sedang ada tugas di Palabuhanratu yang tidak bisa ditinggalkan. Intinya kami melakukan pengecekan, silaturahmi, dan menyerahkan sedikit bantuan sembako, pakaian, serta santunan untuk anak-anak, agar dapat meringankan beban keluarga korban," katanya. (adv)
















