Viral Retakan di Jalan Prana, DPUTR Kota Sukabumi Sebut Pengerjaan Belum Rampung 100 Persen

Sukabumiupdate.com
Rabu 26 Agu 2026, 11:34 WIB
Viral Retakan di Jalan Prana, DPUTR Kota Sukabumi Sebut Pengerjaan Belum Rampung 100 Persen

Kepala DPUTR Kota Sukabumi Sony Hermanto saat diwawancarai. (Sumber: Istimewa)

SUKABUMIUPDATE.com – Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Sukabumi memberikan penjelasan terkait kondisi Jalan Prana, Kecamatan Cikole, yang belakangan viral di media sosial karena ditemukan sejumlah retakan pada permukaan jalan beton yang baru selesai dikerjakan.

Kepala DPUTR Kota Sukabumi, Sony Hermanto, menegaskan pekerjaan Jalan Prana hingga saat ini belum sepenuhnya rampung. Meski akses jalan telah difungsikan, masih terdapat sejumlah pekerjaan yang harus diselesaikan oleh penyedia jasa konstruksi.

Sony menjelaskan, salah satu bagian yang menjadi perhatian berada pada satu subsegmen di STA 125. Berdasarkan hasil identifikasi, retakan pada permukaan beton tersebut merupakan plastic shrinkage cracks.

“Retak permukaan yang terjadi diidentifikasi sebagai plastic shrinkage cracks. Biasanya karena faktor cuaca, sehingga penguapan air beton terjadi terlalu cepat sebelum pengerasan awal sempurna, dan sudah adanya beban lalu lintas,” ujar Sony. Rabu (26/8/2026).

Baca Juga: Cek Fakta: Bantuan Beras 3 Kg dan Uang Tunai Rp900 Ribu dari Pemerintah Itu Hoax

Menurutnya, retakan tersebut tidak sampai merusak inti beton secara keseluruhan. Namun, DPUTR Kota Sukabumi tetap menetapkan standar mutu yang tinggi terhadap pekerjaan infrastruktur yang menggunakan anggaran publik.

Sebagai bentuk pengendalian mutu, penyedia jasa konstruksi telah sepakat membongkar bagian jalan yang mengalami retak tersebut dan melakukan pengecoran ulang dengan spesifikasi yang sama. Perbaikan itu dilakukan pada segmen sepanjang sekitar satu meter.

“Tidak merusak inti beton secara keseluruhan, tapi kami menetapkan standar mutu yang tinggi untuk kegiatan ini,” katanya.

Selain perbaikan pada bagian beton yang retak, Sony menyebut masih terdapat sejumlah pekerjaan lain yang belum selesai. Di antaranya pekerjaan oprit atau pelandaian pada empat titik, serta perapihan pekerjaan sekunder di beberapa lokasi.

Dengan demikian, Sony menegaskan bahwa pekerjaan Jalan Prana saat ini masih dalam tahap penyelesaian atau on progress, sehingga belum dapat disebut 100 persen rampung.

Baca Juga: Warung Kopi dan Bengkel Tambal Ban di Palabuhanratu Terbakar, Diduga Dipicu Kebocoran Tabung Gas

Ia juga menjelaskan kegiatan yang dilakukan Wali Kota Sukabumi sebelumnya bukan merupakan peresmian jalan. Kegiatan tersebut merupakan bentuk fungsionalisasi akses jalan agar dapat segera digunakan masyarakat.

“Untuk informasi, kegiatan Pak Wali Kota kemarin bukan peresmian, tetapi fungsional akses jalan, karena banyaknya permintaan dari masyarakat untuk segera menggunakan akses jalan tersebut. Kegiatan masih berlangsung (on progress),” jelasnya.

Terkait munculnya retakan, Sony menambahkan bahwa berdasarkan Spesifikasi Umum 2025 Bina Marga, penanganan retak melintang pada perkerasan beton semen tidak selalu harus dilakukan dengan membongkar seluruh pelat.

Penanganannya bergantung pada kedalaman, tingkat keparahan, serta pola retakan yang ditemukan. Dalam spesifikasi tersebut terdapat beberapa metode penanganan, mulai dari dowel retrofit, partial depth repair, hingga full depth repair.

Untuk retakan yang masih terbatas, tidak mengalami perbedaan elevasi (faulting), dan kondisi pelat masih baik, perbaikan dapat dilakukan melalui pemasangan dowel retrofit untuk meningkatkan penyaluran beban di antara kedua sisi retakan.

Baca Juga: Maut di Turunan Cisarakan Sukabumi, Insiden Truk Terjun ke Jurang Tewaskan Sopir

Sementara apabila kerusakan hanya berada pada bagian atas pelat dengan kedalaman tertentu, dapat dilakukan partial depth repair atau pembongkaran sebagian. Adapun apabila retakan telah mencapai lebih dari sepertiga ketebalan pelat atau membentuk pola kerusakan yang signifikan, diperlukan full depth repair atau penggantian pelat secara keseluruhan.

Dalam kasus Jalan Prana, DPUTR memilih melakukan pembongkaran dan pengecoran ulang pada bagian yang mengalami retakan sebagai bagian dari upaya menjaga standar kualitas pekerjaan.

Sony turut mengapresiasi kepedulian masyarakat yang ikut mengawasi pelaksanaan pembangunan infrastruktur. Menurutnya, pengawasan publik menjadi bagian penting untuk memastikan pekerjaan yang menggunakan anggaran pemerintah benar-benar memenuhi standar kualitas.

“Kami mengapresiasi tinggi kepedulian serta peran aktif masyarakat yang turun mengawal transparansi kualitas pembangunan infrastruktur ini,” ujarnya.

Ia menegaskan, Pemerintah Kota Sukabumi berkomitmen memastikan anggaran publik menghasilkan infrastruktur yang berkualitas, aman, dan memiliki daya tahan yang baik.

“Kami berkomitmen bahwa anggaran publik harus berwujud infrastruktur kualitas terbaik, aman dan tahan lama,” pungkasnya.

Berita Terkait
Berita Terkini