SUKABUMIUPDATE.com - Diabetes bukan sekadar masalah kadar gula darah yang tinggi. Jika tidak dikendalikan dengan baik dalam jangka panjang, diabetes dapat merusak pembuluh darah dan saraf sehingga mempengaruhi berbagai organ tubuh. Organ yang paling sering terdampak antara lain jantung, mata, ginjal, dan sistem saraf.
WHO menyebutkan bahwa diabetes dapat menyebabkan komplikasi serius, termasuk penyakit jantung, stroke, gagal ginjal, kehilangan penglihatan, kerusakan saraf, hingga amputasi anggota tubuh bagian bawah. Kabar baiknya, banyak komplikasi tersebut dapat dicegah atau ditunda melalui pengendalian diabetes dan pemeriksaan kesehatan secara rutin.
Berikut lima komplikasi diabetes yang perlu diwaspadai.
1. Penyakit Jantung dan Stroke
Diabetes dapat merusak pembuluh darah dan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Kadar gula darah yang tinggi dalam jangka panjang dapat berkontribusi terhadap kerusakan pembuluh darah, sementara diabetes juga sering berkaitan dengan faktor risiko lain seperti tekanan darah tinggi dan kolesterol tinggi.
Akibatnya, penderita diabetes memiliki risiko lebih tinggi mengalami penyakit jantung dan stroke.
Baca Juga: Carlos Baleba Resmi Gabung Manchester United, Dikontrak hingga 2031
2. Kerusakan Ginjal
Ginjal berfungsi menyaring limbah dari darah. Kadar gula darah yang tinggi dalam waktu lama dapat merusak pembuluh darah kecil di ginjal dan mengganggu kemampuannya dalam melakukan penyaringan.
Kondisi ini dikenal sebagai penyakit ginjal akibat diabetes (diabetic kidney disease). Jika kerusakan semakin berat, fungsi ginjal dapat menurun dan pada tahap lanjut dapat menyebabkan gagal ginjal.
3. Gangguan Penglihatan hingga Kebutaan
Diabetes juga dapat menyerang pembuluh darah kecil yang terdapat di retina, yaitu bagian mata yang berperan menangkap cahaya. Kerusakan ini dapat menyebabkan retinopati diabetik.
Pada tahap tertentu, gangguan tersebut dapat menyebabkan penglihatan menurun bahkan kehilangan penglihatan permanen.
4. Kerusakan Saraf dan Masalah Kaki
Kadar gula darah tinggi dalam jangka panjang dapat menyebabkan neuropati diabetik, yaitu kerusakan saraf akibat diabetes. Salah satu bagian tubuh yang sering terdampak adalah kaki.
Kerusakan saraf dapat menyebabkan kesemutan, mati rasa, atau nyeri. Ketika sensasi pada kaki berkurang, seseorang mungkin tidak menyadari adanya luka kecil. Ditambah dengan gangguan aliran darah, luka tersebut dapat lebih sulit sembuh dan lebih mudah mengalami infeksi.
Dalam kondisi berat, luka kaki yang tidak kunjung sembuh dapat berkembang menjadi masalah serius dan bahkan berujung pada amputasi.
Baca Juga: Resep Telur Tomat, Ide Menu Sarapan Pagi yang Praktis, Enak, dan Mengenyangkan
5. Masalah pada Pembuluh Darah dan Organ Lain
Diabetes dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah di berbagai bagian tubuh. Dampaknya tidak hanya terbatas pada jantung, ginjal, mata, dan saraf.
Diabetes juga dapat berhubungan dengan masalah pada mulut, kulit, sistem pencernaan, pendengaran, dan kesehatan seksual. Kerusakan saraf dan pembuluh darah dapat memengaruhi berbagai fungsi tubuh.
Hal ini menunjukkan bahwa diabetes merupakan penyakit sistemik. Artinya, dampaknya dapat melibatkan banyak organ, terutama jika kadar gula darah terus berada di atas target dalam waktu lama.
Diabetes perlu dipandang sebagai penyakit yang dapat mempengaruhi seluruh tubuh, bukan hanya kondisi gula darah tinggi. Lima komplikasi yang paling perlu diwaspadai adalah penyakit dan stroke, kerusakan ginjal, gangguan penglihatan, kerusakan saraf dan masalah kaki, serta berbagai gangguan akibat kerusakan pembuluh darah dan saraf.
Semakin cepat diabetes terdeteksi dan dikelola, semakin besar peluang untuk mencegah atau menunda komplikasi. Pemeriksaan rutin, pola hidup sehat, serta kepatuhan terhadap pengobatan merupakan bagian penting dalam menjaga kualitas hidup penderita diabetes.
Baca Juga: Kekeringan di Purojati Cisolok Sukabumi, Warga Antri Bantuan Air Bersih
Sumber: WHO,CDC













