Pendapat dan Saran atas Perselisihan Pasca Musda MUI Kabupaten Sukabumi

Sukabumiupdate.com
Sabtu 22 Agu 2026, 14:48 WIB
Pendapat dan Saran atas Perselisihan Pasca Musda MUI Kabupaten Sukabumi

Ketua Umum Fraksi Rakyat, Rozak Daud. (Sumber Foto: Dokumentasi Pribadi)

Oleh: Rozak Daud, Ketua Fraksi Rakyat

Polemik internal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sukabumi pasca Musyawarah Daerah (Musda) XII masih menyisahkan aroma yang kurang baik bagi publik terutama kaum muslim.

Biar persoalan ini cepat selesai sehingga menjadi contoh bagi ummat dalam merawat ukhuwah, kita berharap kepada ulama untuk bisa mendamaikan saudara-saudara yang sedang berselisih.

Persoalan ada dinamika organisasi sebelum dan sesudah Musda itu hal yang lumrah dalam sebuah organisasi, cuma yang membedakan adalah lembaga ini adalah Majelis atau "perkumpulan" nya para ulama. Beda dengan organisasi kemasyarakatan yang lain apalagi organisasi Partai Politik.

Ini bukan menasehati tapi hanya menyarankan, sudahi perselisihan bijaksanalah untuk menjadi pemersatu. Tidak ada yang salah tetapi sama-sama akan merasa benar.

Baca Juga: Dinilai Cacat Prosedur, Hasil Musda XII MUI Kabupaten Sukabumi Digugat ke MUI Pusat

Kalaupun soal dinamika organisasi sehingga ada yang sedang melakukan upaya pengaduan ke MUI pusat, tentu punya argumentasi sesuai peraturan organisasi.

Begitu juga yang terpilih di Musda atau panitia Musda atau yang teradu merasa benar juga sesuai peraturan organisasi. Tentu bagian dari khilafiyah dalam menafsirkan peraturan organisasi, tetapi jangan menjadi pemicu perpecahan, akibat dari perselisihan ini akan saling membicarakan dibelakang, saling curiga, saling menyalakan yang akan berdampak luas bagi ummat.

Kalau kata Gus Dur di atas politik adalah kemanusiaan, maka lebih tinggi dari aturan organisasi adalah Bermusyawarah dengan baik, bijaksana untuk menjaga marwah organisasi perkumpulannya para ulama.

Karena sama-sama merasa benar maka tidak ada yang harus mengalah, tetapi harus ada yang mau mendamaikan diantara ulama yang sedang berselisih tentang organisasinya, dengan lemah lembut, mendengarkan pendapat, meluruskan kebenaran masalah yang menjadi sumber perselisihan dengan niat yang ikhlas demi kemaslahatan bersama serta berjiwa besar semata-mata mencari ridha Allah bukan untuk menang sendiri.

Dari pada perselisihan ini menjadi opini publik bahwa ulama sedang berselisih pasca pemilihan melalui Musda MUI Kabupaten Sukabumi, sungguh sangat kurang baik didengarnya.

Berita Terkait
Berita Terkini