SUKABUMIUPDATE.com - Selama bertahun-tahun, diabetes tipe 2 sering dianggap sebagai penyakit yang identik dengan orang lanjut usia. Namun, anggapan tersebut kini tidak sepenuhnya tepat. Anak-anak, remaja, dan orang dewasa muda juga dapat mengalami diabetes tipe 2. Bahkan, Dilansir dari CD. mencatat bahwa semakin banyak anak, remaja, dan dewasa muda yang mengalami diabetes tipe 2 dibandingkan sebelumnya.
Fenomena ini tidak muncul karena satu penyebab saja. Perubahan pola makan, kurang aktivitas fisik, peningkatan berat badan, faktor genetik, serta lingkungan tempat seseorang tumbuh dan menjalani kehidupan dapat berperan dalam meningkatkan risiko.
1. Pola Makan yang Tidak Seimbang
Salah satu perubahan gaya hidup yang perlu diperhatikan adalah pola makan. Makanan dan minuman tinggi gula, makanan ultra-proses, makanan tinggi lemak dan garam, serta rendahnya konsumsi buah, sayur, dan serat dapat berkontribusi terhadap pola makan yang kurang sehat.
Perubahan sistem pangan, urbanisasi, dan perubahan gaya hidup telah mendorong konsumsi makanan yang lebih banyak mengandung energi, lemak, gula bebas, dan garam. Pola makan tidak sehat merupakan salah satu faktor risiko penting berbagai penyakit tidak menular, termasuk diabetes.
Baca Juga: Kasus Diabetes pada Usia Muda Meningkat, Kenali Tanda Tubuh Terlalu Banyak Gula
2. Kurang Bergerak
Kehidupan modern membuat banyak anak muda menghabiskan waktu dengan duduk, belajar, bekerja di depan komputer, bermain gim, atau menggunakan perangkat digital.
Kurangnya aktivitas fisik dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2. Sebaliknya, aktivitas fisik membantu tubuh menggunakan insulin dengan lebih baik dan membantu menjaga berat badan.
3. Kelebihan Berat Badan dan Obesitas
Obesitas bukan sekadar masalah penampilan. Kondisi ini berkaitan dengan berbagai masalah kesehatan, termasuk peningkatan risiko diabetes tipe 2.
Kelebihan berat badan dan obesitas pada masa kanak-kanak serta remaja berkaitan dengan risiko lebih besar dan muncul lebih dini terhadap penyakit tidak menular, termasuk diabetes tipe 2 dan penyakit kardiovaskular.
4. Faktor Genetik dan Riwayat Keluarga
Gaya hidup bukan satu-satunya faktor. Riwayat keluarga juga berperan.
Seseorang yang memiliki orang tua atau saudara kandung dengan diabetes tipe 2 memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami kondisi yang sama. Karena itu, anak muda dengan riwayat keluarga diabetes sebaiknya lebih memperhatikan pola makan, aktivitas fisik, berat badan, dan pemeriksaan kesehatan.
Artinya, seseorang dengan pola hidup cukup baik tetap dapat memiliki risiko diabetes apabila mempunyai faktor genetik tertentu.
Baca Juga: Bukan Cuma Diabetes Tipe 2, Ini Jenis Diabetes dan Faktor Risikonya
5. Kebiasaan Sehari-hari yang Terbentuk Sejak Muda
Kebiasaan yang terbentuk sejak masa kanak-kanak dan remaja dapat terbawa hingga dewasa. Kebiasaan makan yang terbentuk pada masa kanak-kanak dan remaja sering berlanjut hingga masa dewasa.
Hal yang sama berlaku untuk aktivitas fisik, tidur, dan kebiasaan mengkonsumsi makanan atau minuman tertentu.
Karena itu, pencegahan diabetes tidak seharusnya baru dimulai ketika seseorang sudah berusia lanjut. Membentuk kebiasaan sehat sejak muda justru dapat menjadi investasi kesehatan untuk jangka panjang.
Salah satu hal yang membuat diabetes berbahaya adalah seseorang dapat mengalami diabetes tipe 2 tanpa menyadarinya.
Diabetes memang masih lebih sering ditemukan pada orang dewasa, tetapi diabetes tipe 2 bukan lagi masalah yang hanya perlu dikhawatirkan oleh orang tua. Meningkatnya kelebihan berat badan dan obesitas pada usia muda, pola makan yang kurang sehat, kurangnya aktivitas fisik, serta faktor genetik dapat membuat anak muda menghadapi risiko yang lebih besar.
Karena itu, usia muda sebaiknya tidak dianggap sebagai jaminan terbebas dari diabetes. Justru masa muda merupakan waktu yang tepat untuk membangun kebiasaan makan sehat, aktif bergerak, menjaga berat badan, dan mengenali faktor risiko sejak dini.
Baca Juga: Rebusan Daun Insulin dan Khasiatnya bagi Penderita Diabetes
Sumber: CDC, WHO













