SUKABUMIUPDATE.com – DPD Partai Golkar Kabupaten Sukabumi mulai mematangkan persiapan Musyawarah Daerah (Musda) ke-XI. Persiapan tersebut dibahas melalui rapat pleno yang digelar Selasa (25/8/2026). Pleno berlangsung di Kantor DPD Golkar di Jalan Suryakencana, Kota Sukabumi
Pleno membahas sejumlah agenda penting, mulai dari pembentukan panitia Steering Committee (SC) dan Organizing Committee (OC), alternatif lokasi pelaksanaan, hingga usulan waktu pelaksanaan Musda.
Rapat yang dipimpin Plt Ketua dan Sekretaris DPD Golkar Kabupaten Sukabumi, Tb Mulyana Syahrudin dan Budi Azhar Mutawali, menyepakati Ketua Penyelenggara Deni Gunawan dan Sekretaris Sylvie Gustiana Derin. Reggy Afriansyah sebagai Ketua SC dengan Yudi Suryadi sebagai sekretaris. Sementara Ketua OC dipercayakan kepada Dewan Batman Ujang Abdurrohim Rochmi dan Sekretaris OC Reza Taojiri.
Untuk lokasi Musda, DPD Golkar Kabupaten Sukabumi telah menyiapkan sejumlah alternatif tempat. Namun, penetapan jadwal pelaksanaan masih menunggu persetujuan dari DPD Golkar Jawa Barat.
Plt Ketua DPD Golkar Kabupaten Sukabumi, Tb Mulyana Syahrudin mengatakan, hasil pleno menyepakati bahwa usulan waktu pelaksanaan Musda akan disampaikan kepada DPD Golkar Jawa Barat untuk mendapatkan persetujuan sekaligus penetapan jadwal.
“Jadi setelah melakukan persiapan itu di antaranya pembentukan panitia dan alternatif tempat dan usulan waktu. Tapi barusan hasil pleno untuk waktu diserahkan ke Jawa Barat. Jadi ke Jabar itu suratnya permohonan persetujuan pelaksanaan dan penetapan jadwal,” kata Tb Mulyana kepada sukabumiupdate.com usai acara.
Baca Juga: Kebakaran Lahan di Padabeunghar Sukabumi Ancam Jaringan Listrik
Mekanisme Pencalonan Ketua
Tb Mulyana yang juga fungsionaris DPD Golkar Jabar menjelaskan mekanisme pencalonan Ketua DPD Golkar Kabupaten Sukabumi dalam Musda ke-XI. Menurutnya, Musda memungkinkan adanya satu calon maupun lebih dari satu calon ketua. Jika hanya terdapat satu calon yang mendaftar dan dinyatakan memenuhi seluruh persyaratan, maka calon tersebut dapat ditetapkan secara aklamasi.
“Musda itu mengatur pencalonan satu atau lebih calon ketua. Kalau misalkan satu calon ketua yang mendaftar dan memenuhi syarat, berarti mekanismenya langsung ditetapkan, aklamasi,” ujarnya.
Namun, apabila terdapat dua calon atau lebih yang seluruhnya memenuhi persyaratan, maka mekanisme pemilihan dapat dilakukan melalui voting.
“Kalau misalnya ada dua calon atau lebih dan semuanya memenuhi syarat, berarti ada mekanisme voting. Jadi Musda mengatur keduanya,” jelasnya.
Meski demikian, peluang terjadinya musyawarah untuk mencapai kesepakatan tetap terbuka. Apabila terdapat lebih dari satu calon, proses lobi dapat dilakukan hingga tercapai kesepakatan bersama dan kemudian ditetapkan melalui aklamasi.
“Atau misalnya ada dua calon memenuhi syarat tetapi dilakukan lobi. Makanya nanti disepakati dan aklamasi,” katanya.
Baca Juga: Enam Bulan Menanti Huntap, Jerit Penyintas Pergerakan Tanah Cijambe Sukabumi Minta Tolong KDM
DPD Tegaskan Sikap Normatif
Terkait siapa saja yang akan maju dalam bursa calon Ketua DPD Golkar Kabupaten Sukabumi, Tb Mulyana menegaskan bahwa pihak DPD akan bersikap normatif. Menurutnya, nama-nama calon baru akan terlihat setelah panitia secara resmi mengumumkan pelaksanaan Musda dan membuka proses pendaftaran.
“Kami selaku DPD itu normatif, bahwa siapa yang mencalonkan itu nanti ketika panitia sudah mengumumkan. Nanti panitia menyampaikan bahwa Musda akan segera digelar. Nanti pendaftaran dibuka dan siapa yang mengambil formulir dan mengembalikan formulir, itulah nama yang akan mencalonkan akan terlihat,” ungkapnya.
Ia memastikan pengumuman mengenai pelaksanaan Musda baru akan dilakukan setelah DPD Golkar Jawa Barat menetapkan jadwal resmi.
Panitia Diminta Jaga Soliditas
Tb Mulyana meminta seluruh panitia yang telah terbentuk mempersiapkan Musda dengan sebaik-baiknya. Menurutnya, Musda bukan sekadar agenda pergantian kepemimpinan, tetapi juga bagian dari proses konsolidasi internal partai.
“Panitia persiapkan dengan sebaik-baiknya. Ini adalah konsolidasi. Jadi Musda itu termasuk salah satu konsolidasi. Jadi konsolidasi itu harus melahirkan kesolidan. Kalau sudah solid harus mempertahankan kesolidannya,” tegasnya.
Ia optimistis kepanitiaan yang telah dibentuk mampu menjalankan tugas hingga Musda berlangsung dengan baik. “Saya percaya panitia bisa menyelesaikan dengan baik karena ini Musda bukan pertama. Ini Musda ke-XI,” pungkasnya.
















