SUKABUMIUPDATE.com – Kemunculan nama Asep Japar sebagai bakal calon ketua DPD Golkar Kabupaten Sukabumi mengejuttkan banyak kalangan di internal partai, terutama para pengurus kecamatan. Apalagi, mencuatnya nama Bupati Sukabumi itu lebih dulu ramai di media sosial, yang kemudian mewarnai riuh dinamika politik menjelang Musda.
Sejumlah pengurus kecamatan bahkan menilai dampak kondisi yang muncul akibat dinamika tersebut terjadi diluar prediksi dan ekspektasi mereka. Hal tersebut setidaknya tergambar dari beberapa cerita fungsionaris Golkar kepada sukabumiupdate.com belakangan ini.
“Isu yang beredar hari ini, benar-benar diluar bayangan. PK dikejutkan dengan beberapa hal. Jadi intinya rencana Musda di Kabupaten Sukabumi ini benar-benar jauh dari ekspektasi dari semua pengurus PK,” kata salah seorang fungsionaris PK Golkar Ciracap, pekan lalu, Kamis (13/8/2026).
Menurutnya, keterkejutan sebagian pengurus kecamatan terutama didasarkan pada situasi politik menjelang Musda yang sebelumnya dianggap mengalir tenang. “Karena dulunya sudah lebih setahun lalu, Kang Budi Azhar sudah komunikasi dengan semua pihak, semua pengurus PK. Jadi yang terjadi hari ini benar-benar di luar nalar,” jelasnya.
Seorang fungsionaris Golkar Palabuhanratu mengaku sempat terkejut karena nama Asep Japar lebih dulu muncul di media sosial dibanding di internal. “Kaget, tiba-tiba di media sosial banyak yang posting Asep Japar (mencalonkan). Sementara di internal belum disebut-sebut,” ujarnya.
“Sebelumnya pak Asep Japar menyatakan tidak akan mencalonkan,” ungkap seorang pengurus PK Golkar lainnya menimpali.
Fakta di internal Golkar bahwa nama Asep Japar belum disebut-sebut diungkap pengurus PK Sukarja. “Pada 20 Juli 2026, saat Rakor di DPD Golkar yang dihadiri Plt Ketua yang baru (TB Mulyana Syahrudin) kita serukan aklamasi untuk Budi Azhar karena memang saat itu tidak nama lain,” ujar Bah Diro. “Setelah itu (ramai aklamasi) baru kemudian muncul nama Asep Japar di media sosial,” tambahnya.
Dalam pemberitaan sebelumnya, dukungan pemegang hak suara dalam Musda Golkar Kabupaten Sukabumi, terutama 47 Pimpinan Kecamatan (PK) disebut mengarah kepada Budi Azhar, bahkan muncul wacana aklamasi. Sejumlah PK menyebut dukungan tersebut tumbuh dari bawah dan merupakan bagian dari dinamika internal partai.
Di tengah peta dukungan struktural ke Budi Azhar itu, muncul nama Asep Japar di media sosial.
Baca Juga: Tanpa ke Kantor, Warga Parungkuda Sukabumi Urus Adminduk Gratis di Lapang Kaliki
Siapa dibalik branding Asep Japar di media sosial?
Nama Asep Japar perlahan menjadi bagian dari percakapan tentang masa depan Partai Golkar Kabupaten Sukabumi usai namanya seringkali muncul dalam unggahan Facebook dan Tiktok bersama foto, poster, video, dan kalimat-kalimat yang menempatkannya sebagai salah satu figur yang layak memimpin partai.
Hasil penelusuran sukabumiupdate.com terhadap percakapan publik di Facebook dan Tiktok dari tanggal 20 – 23 Agustus 2026, narasi mengenai Asep Japar dan Golkar Sukabumi terlihat mulai muncul sejak akhir Juli 2026 dan semakin intens memasuki Agustus. Setidaknya ada belasan akun yang aktif dan intensif, meski sebagian terlihat menggunakan akun dupilkat karena menggunakan nama, profil dan identitas yang direkayasa.
Salah satu akun yang lebih awal terpantau adalah Ali Dakar. Pada 22 Juli 2026, akun tersebut mulai mengangkat isu Musda Golkar dan dinamika internal partai. Beberapa hari kemudian, 26 Juli, akun Mata Beringin ikut mengunggah konten yang mengaitkan Asep Japar dengan Golkar.
Pada 27 Juli, muncul akun Gunawan Talen yang mengangkat narasi Asep Japar sebagai figur yang dikaitkan dengan kursi Ketua Golkar. Sehari kemudian, akun Kang Saprud turut terlihat dalam percakapan serupa. Pada 8 Agustus, muncul akun Facebook bernama Golkar Berkibar Asep Japar.
Akun lainnya seperti Kangbahar Silaturahmi, Agus Mahardika, Gelombang Sosial, Rudi Sahroni, Mari Berjuang Bersama Emha, ulas berita, goesrosita, dan beberapa lainnya turut intensif mendistribusikan konten Asep Japar terkait dengan Golkar.
Dari temuan sukabumiupdate.com, branding Asep Japar di media sosial tidak tumbuh secara organik murni. Meski ada kemiripan pola, konten dan identitas para pengelola akun diduga memiliki relasi yang kuat sebagai para mantan relawan pendukung Asep Japar saat Pilkada 2024. Tapi tidak ditemukan koordinasi terpusat.
Apakah branding tersebut perintah langsung dari Asep Japar?.
Salah seorang mantan relawan yang terlibat, mengaku melakukan branding di media sosial atas permintaan seseorang yang ia sebut berada dilingkaran Asep Japar. Menurutnya permintaan tersebut awalnya lebih ke mendorong Asep Japar untuk maju menjadi ketua DPD Golkar.
“Ada yang suport. Awalnya kita lebih mendorong agar Pak Asjap mau untuk maju. Karena kan saat itu belum ada pembicaaraan lebih jauh. Dan ternyata setelah kita coba dorong di medsos, beliau (Asjap) tidak melarang. Sejak mulai sampai sekarang tidak ada ada memerintahkan setop,” ungkap mantan relawan yang ingin dipanggil OKS, baru-baru ini.
Seiring berjalannya waktu, kata OKS, sejumlah aktivis medsos yang pernah menjadi relawan Asep Japar mulai turut mendistribusikan konten yang diproduksinya. “Mereka refleks aja. Setelah berjuang mendukung jadi bupati, masa gak dukung untuk di Golkar,” cetusnya.
Salah seorang mantan relawan berinisial AS, memiliki tujuan lain terkait branding Asep Japar di media sosial. Ia menyebut branding di medsos adalah pertarungan politik di udara. “Kalau perang di udara menang, maka perang di darat berpotensi menang juga,” katanya, meski AS mengaku saat ini ia sudah tidak lagi posting konten terkait Musda Golkar.
Baca Juga: Kartu Merah Berujung Kericuhan di Kades Cup Sukabumi, Wasit Dikejar Pemain
Asep Japar putuskan maju di bursa Musda.
Kekinian, kata OKS, branding di media sosial disadari menimbulkan dampak psikologis bagi banyak pendukung. Salah satunya, terkait keseriusan Asep Japar dan peluang menang.
“Apakah Asep Japar serius maju? Bagaimana kalau kalau kalah?,” ucapnya.
Untuk jawabannya, OKS mengungkap saat ini ia sudah merasa lega karena sesuai informasi yang diterimanya bahwa Asep Japar telah menyatakan serius maju.
“Saya sudah terima chat whatsapp yang diteruskan, yang menyatakan bahwa beliau sudah putuskan sesuai hasil kontemplasi dan pertimbangan sendiri, serius maju dalam Musda Golkar,” tuturnya.
Terkait dengan peluang menag, OKS memastikan pihaknya tidak mengetahui bagaimana mekanisme Musda. Menurutnya hal tersebut dimungkinkan ada tim lain yang mengelolanya.
“Saya gak tau cara menangnya, Musda juga gak tahu bagaimana mekanismenya. Mungkin ada tim lain,” kata dia.
Meski demikian, hingga berita ini ditayangkan, redaksi sukabumiupdate.com masih berupaya konfirmasi baik kepada Asep Japar langsung maupun kepada DPD Golkar Jawa Barat dan DPD Golkar Sukabumi terkait kebenaran Asep Japar akan maju di bursa Musda Golkar Kabupaten Sukabumi dan terkait mekanisme Musda jika terjadi bakal calon lebih dari satu.

















