SUKABUMIUPDATE.com - Akhir Agustus akan kembali terjadi fenomena langit berupa gerhana bulan sebagian yang bertepatan dengan bulan purnama Sturgeon Moon.
Sturgeon Moon sendiri adalah nama yang diberikan untuk fenomena bulan purnama yang terjadi pada bulan Agustus.
Mengutip dari lunaf.com, nama ini berasal dari tradisi suku asli Amerika (suku Algonquin) pada bulan Agustus, ikan sturgeon sangat mudah ditangkap di perairan seperti Great Lakes atau danau-danau besar.
Baca Juga: KRL Bakal Diperpanjang ke Cigombong? Ini 10 Destinasi Wisata yang Bisa Dikunjungi
Waktu Terjadinya Gerhana Bulan
Mengutip dari Space .com, gerhana Bulan Sebagian yang bertepatan dengan Bulan Purnama
Sturgeon Moon tersebut dikabarkan akan terjadi pada 27–28 Agustus 2026. Namun, sayangnya fenomena langit langka ini tidak dapat disaksikan di Indonesia.
Pasalnya di Indonesia puncak gerhana bulan ini terjadi pada 28 Agustus 2026 pukul 11.12 WIB, dengan sekitar 96,3% piringan Bulan akan masuk ke dalam bayangan inti Bumi (umbra).
Pada waktu tersebut posisi Bulan berada di bawah cakrawala saat puncak gerhana berlangsung atau saat siang hari di Indonesia.
Gerhana Bulan sebagian ini dapat dilihat secara jelas di wilayah Amerika Utara, Amerika Selatan, sebagian Eropa, dan Afrika.














