Bertaruh Nyawa Warga Tegalbuleud Perbaiki Jembatan Bambu di Dermaga Pasir Besi, Lokasi Tragedi Maut!

Sukabumiupdate.com
Selasa 25 Agu 2026, 13:00 WIB
Bertaruh Nyawa Warga Tegalbuleud Perbaiki Jembatan Bambu di Dermaga Pasir Besi, Lokasi Tragedi Maut!

Viral Warga pesisir atau nelayan memperbaiki jembatan bambu di atas bekas dermaga perusahaan pasir besi PT Sumber Besi Prima (SBP) di Desa Buniasih, Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi. (Sumber : Istimewa.)

SUKABUMIUPDATE.com – Sebuah foto dan video yang memperlihatkan aktivitas warga pesisir kembali viral di media sosial. Dalam unggahan tersebut, sejumlah warga yang diduga nelayan terlihat memperbaiki jembatan bambu yang berada di atas bekas dermaga perusahaan pasir besi PT Sumber Besi Prima (SBP) di Desa Buniasih, Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi.

Viralnya aktivitas dalam foto tersebut kembali memicu pro dan kontra di tengah masyarakat. Keberadaan jembatan di atas bekas dermaga itu juga mengingatkan warga pada tragedi maut yang terjadi di kawasan pesisir Tegalbuleud pada Rabu, 16 Oktober 2024, silam.

Saat itu, gelombang pasang menyapu kawasan pesisir Tegalbuleud dan menyebabkan tiga nelayan meninggal dunia. Sebanyak 71 orang lainnya sempat terjebak di ujung dermaga yang kondisinya sudah rapuh.

Peristiwa tersebut bahkan mengundang perhatian nasional. Evakuasi dramatis dilakukan dengan melibatkan helikopter Basarnas, personel TNI, serta perahu penyelamat untuk mengevakuasi puluhan warga dan nelayan yang terjebak di ujung paratag atau area bekas dermaga.

Baca Juga: Maulid Nabi Muhammad SAW: 10 Bacaan Sholawat Lengkap dengan Tulisan Latin dan Artinya

Berdasarkan keterangan warga, bekas dermaga pasir besi tersebut memiliki panjang sekitar 700 meter dengan lebar kurang lebih 6 meter. Struktur dermaga dibangun menggunakan material besi dan cor beton.

Namun, seiring waktu dan terus diterjang gelombang laut, struktur dermaga mengalami kerusakan parah. Bagian ujung sepanjang sekitar 100 meter kini hanya menyisakan tiang-tiang besi yang berkarat, sementara sebagian besar landasan dermaga telah rontok dihantam ombak.

Meski kondisinya membahayakan, warga pesisir tetap memanfaatkan sisa-sisa bangunan tersebut. Bekas dermaga digunakan sebagai lokasi memasang paratag atau pagan untuk menangkap ikan dan baby lobster, sekaligus menjadi tempat bersandar perahu nelayan.

Seorang warga mengatakan, keberadaan bekas dermaga PT SBP masih sangat dibutuhkan oleh nelayan Tegalbuleud. Pasalnya, nelayan mengaku tidak memiliki lokasi lain yang dianggap aman untuk menyandarkan perahu di perairan tersebut.

Baca Juga: Bukit Lembur Geulis Naringgul Cianjur, Tempat Camping dengan Suasana Kampung Sunda

"Bekas dermaga itu sangat bermanfaat buat nelayan. Tidak ada lagi tempat yang bisa digunakan untuk menyandarkan perahu. Tapi memang untuk melintasinya juga harus bertaruh nyawa karena kondisinya sudah rapuh," kata warga kepada Sukabumiupdate.com, Selasa (25/8/2026).

Ia menuturkan, kerusakan pada struktur bekas dermaga terus terjadi. Bahkan, beberapa kali warga harus melakukan perbaikan secara swadaya untuk menyambungkan kembali jalur yang terputus akibat tiang-tiang dermaga ambruk dihantam ombak.

Kerusakan terbaru terjadi sekitar sepekan lalu dan baru selesai diperbaiki hari ini Selasa (25/08/2026). Sejumlah tiang penyangga kembali ambruk sehingga akses menuju bagian luar dermaga terputus.

Warga dan nelayan kemudian kembali bergotong royong membuat sambungan menggunakan bambu dan kawat. Jembatan bambu itu dibangun di atas sisa tiang-tiang besi bekas dermaga dengan panjang kurang lebih 100 meter.

Baca Juga: KDM: ABK Asal Sukabumi dan Indramayu yang Terlantar di Fiji Dipastikan Pulang 1 September 2026

Bambu-bambu tersebut diikat menggunakan kawat sling agar lebih kuat menahan beban dan terpaan gelombang laut.

"Pasca tragedi tahun 2024 sempat ditutup, kemudian diperbaiki lagi. Kemarin tiangnya kembali ambruk, sekarang diperbaiki lagi oleh warga dan nelayan," ujarnya.

Menurut warga, tidak ada banyak pilihan bagi nelayan selain terus memanfaatkan bekas dermaga tersebut. Kendati menyadari risiko yang dihadapi, fasilitas itu dinilai masih menjadi satu-satunya tempat yang bisa digunakan untuk menunjang aktivitas nelayan di kawasan pesisir Tegalbuleud.

Kondisi tersebut, kata warga, seharusnya kembali menjadi perhatian pemerintah dan pihak terkait. Terlebih, lokasi tersebut pernah menjadi tempat terjadinya tragedi yang merenggut nyawa nelayan dan menyebabkan puluhan orang terjebak akibat gelombang besar.

Baca Juga: Selain Air Lemon, Ini 8 Minuman Sehat yang Bisa Mendukung Proses Detoks Alami Tubuh

"Ini juga harus menjadi perhatian pemerintah. Nelayan masih membutuhkan tempat yang aman untuk aktivitas dan menyandarkan perahu, supaya tidak terus-terusan bertaruh nyawa di bekas dermaga yang kondisinya sudah rusak," pungkasnya.

 

Berita Terkait
Berita Terkini