SUKABUMIUPDATE.com – Kebiasaan Jumat Bersih (Jumsih) yang diterapkan Eman Sulaeman saat memimpin UPTD Pasar Semi Modern Cicurug kini berlanjut di tempat tugas barunya, UPTD Pasar Parungkuda, Kabupaten Sukabumi.
Sejak mulai bertugas di Pasar Parungkuda, Eman bersama jajaran petugas telah melaksanakan kegiatan Jumsih sebanyak tiga kali. Kegiatan tersebut melibatkan petugas pasar sekaligus mengajak para pedagang untuk bersama-sama membersihkan lingkungan pasar.
“Alhamdulillah untuk Jumat Bersih, kita berarti baru di tiga Jumat,” ujar Eman kepada Sukabumiupdate.com, Senin (10/8/2026).
Pada pelaksanaan pertama, kegiatan difokuskan pada area dalam pasar, termasuk sejumlah kios yang tutup dan jarang tersentuh aktivitas kebersihan. Setelah area dalam dibersihkan, kegiatan dilanjutkan ke bagian luar pasar.
“Jumat pertama kita mengadakan Jumat Bersih di lingkungan pasar, di dalam kios-kios yang tutup. Karena jarang terurus oleh para petugas kebersihan. Tapi kemarin dengan Jumat Bersih, alhamdulillah wilayah area dalam pasar, terus kami ke luar pasar,” katanya.
Baca Juga: Pemkot Sukabumi Jajaki Kerja Sama Pengolahan Sampah Organik dengan PT Rumah Magot Selabintana
Eman mengatakan, kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan membersihkan lingkungan, tetapi juga membangun kesadaran bersama di kalangan pedagang dan warga pasar. Ia mengajak seluruh pedagang untuk menjadikan kebersihan sebagai tanggung jawab bersama.
“Jumat kami mengajak ke semua pedagang untuk melaksanakan Jumat Bersih, karena ini adalah perintah dari Pak Bupati agar bersama-sama setiap hari melaksanakan kebersihan,” ujarnya.
Menurut Eman, kegiatan Jumsih akan terus dilakukan secara rutin di berbagai titik, mulai dari area depan, belakang hingga bagian dalam pasar.
“Alhamdulillah, tiap Jumat kami laksanakan kegiatan Jumat Bersih bersama-sama. Rutin, itu rutin. Jumsih itu rutin. Dan merupakan kewajiban kita. Jumat Bersih, Jumat Berkah,” ucapnya.
Selain kegiatan kebersihan rutin, persoalan sampah menjadi perhatian Eman sejak bertugas di Pasar Parungkuda. Ia menemukan masih adanya tumpukan sampah di bagian depan pasar yang menurutnya tidak seluruhnya berasal dari aktivitas pedagang.
“Pertama kebersihan, memang contoh seperti di depan ya, banyak sampah. Tiap pagi itu memang bukan sampah dari pasar, ini sampah dari luar ditaruh di depan,” katanya.
Baca Juga: Baru Bertugas, Kepala UPTD Pasar Parungkuda Eman Benahi Kantor hingga Perlindungan Pekerja
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Eman telah meminta petugas kebersihan mengangkut sampah di bagian depan pasar setiap pagi. Sampah yang terkumpul kemudian dipindahkan ke area belakang pasar.
“Saya sudah berkomitmen kemarin dengan petugas kebersihan, tolong tiap pagi itu sampah dimuat di mobil, jadi tidak boleh lagi ada sampah di depan,” ujarnya.
Ia juga berencana memasang banner larangan membuang sampah sembarangan di area depan pasar. Masyarakat nantinya diarahkan membuang sampah ke tempat yang telah disediakan.
“Nanti kami mungkin punya inisiatif akan membuat banner ‘Dilarang Buang Sampah, Silakan Buang Sampah di TPS Pasar di Belakang’,” katanya.
Saat ini, pengangkutan sampah dari bagian depan pasar telah dilakukan mulai pukul 08.00 WIB. Sampah tersebut kemudian dibawa ke bagian belakang pasar untuk ditampung.
“Sekarang sudah mulai dari jam 08.00 mobil pengangkut sampah sudah mengangkut sampah yang di depan supaya ditaruh di belakang,” ujarnya.
Baca Juga: Polisi Buru Berandal Motor Pelaku Dugaan Penganiayaan Satpam SPPG di Sukabumi
Eman mengakui persoalan sampah sebelumnya menjadi salah satu keluhan pedagang. Salah satu kendalanya adalah belum tersedianya tempat pembuangan sementara (TPS) yang dapat digunakan secara khusus oleh warga pasar.
“Banyak lah keluhan-keluhan, ‘Pak itu tolong sampahnya katanya jangan taruh di situ. Nanti kalau ada TPS kita buang ke TPS,’” tuturnya.
Karena belum tersedia TPS, sebagian pedagang maupun warga pasar terkadang menyimpan sampah di depan kios masing-masing. Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu kebersihan, tetapi juga dapat menghambat aktivitas di sekitar kios.
“Karena sekarang belum ada TPS di Pasar Parungkuda ini, jadi kami ya warga ini kadang-kadang menyimpannya di depan kios masing-masing. Di luar pasar tapi menghalangi kios,” katanya.
Menurut Eman, TPS saat ini sedang disiapkan dan diharapkan dapat menjadi titik pembuangan sampah yang lebih tertata. Dengan adanya fasilitas tersebut, seluruh sampah dari aktivitas pasar diharapkan dapat dikumpulkan di satu lokasi sebelum diangkut.
“Sekarang mah nanti ada titiknya yaitu TPS, Tempat Pembuangan Sampah Sementara. Mudah-mudahan dengan adanya TPS aman. Semua sampah dibawa ke TPS,” ujarnya.
Baca Juga: Slamet Dorong Mitigasi Bencana Tak Lagi Jadi “Program yang Tak Seksi”
Eman menegaskan, kebersihan bukan satu-satunya aspek yang perlu dijaga. Ia juga mengajak pedagang dan seluruh warga pasar untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman dan tertib.
Menurutnya, pasar yang bersih, aman, dan tertib akan memberikan kenyamanan bagi pedagang maupun pengunjung. Kondisi tersebut pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan minat masyarakat untuk berbelanja di Pasar Parungkuda.
“Pesan kami kepada semuanya, yuk kita sama-sama menjaga keamanan, kebersihan, ketertiban demi kepentingan warga pasar sendiri, untuk kemajuan Pasar Parungkuda,” kata Eman.
“Karena kalau dengan kita aman, dengan tertib, dengan bersih, insya Allah pengunjung pun akan banyak belanja ke Pasar Parungkuda,” pungkasnya.(adv)














