SUKABUMIUPDATE.com - Rekaman video yang memperlihatkan adanya air di lantai 2 Pasar Semi Modern Cicurug, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi viral di media sosial dan disebut-sebut sebagai banjir.
Menanggapi hal tersebut, pihak UPTD Pasar Cicurug memastikan kondisi itu bukan banjir, melainkan air yang masuk akibat kondisi bangunan yang sudah memerlukan perbaikan.
Kepala UPTD Pasar Semi Modern Cicurug, Eman Sulaeman, menjelaskan bahwa kondisi tersebut sudah berlangsung cukup lama seiring usia bangunan pasar yang telah mencapai sekitar 15 tahun.
Baca Juga: Sukabumi Ramah Wisatawan dan Aksi Tipu-tipu Pengasong Ikan Palabuhanratu
“Kalau dibilang banjir, bukan banjir. Jadi masuk air. Memang sudah lama pasar perlu ada perbaikan untuk talang-talang airnya,” ujarnya kepada Sukabumiupdate.com, Senin (6/4/2026).
Ia mengatakan, saat hujan deras, air sempat masuk ke area lantai dua, namun tidak sampai menggenang lama dan bisa segera dibersihkan. Air disebut mengalir turun sehingga tidak menyebabkan genangan yang menetap.
“Sebetulnya bukan banjir, cuma masuk air. Alhamdulillah kalau hujan besar air keluar lagi, bisa disapu dan dibersihkan,” katanya.
Baca Juga: 2 Lembar Kresek Gorengan di Sukabumi Dijual Nyaris Rp500, Imbas Harga Plastik Melonjak
Menurutnya, upaya perbaikan sebenarnya sudah direncanakan dan bahkan telah dilakukan pengukuran sebelumnya. Namun, realisasi perbaikan masih menunggu ketersediaan anggaran.
“Memang sudah ada pengukuran perbaikan, tinggal menunggu anggaran. Mudah-mudahan dalam bulan ini bisa terealisasi,” ucapnya.
Sementara itu, langkah penanganan sementara terus dilakukan oleh pihak UPTD, salah satunya melalui kerja bakti untuk memperbaiki saluran air, khususnya di bagian atas bangunan. Kegiatan tersebut telah dilakukan sejak Minggu dan dilanjutkan pada Senin, 6 April 2026.
Baca Juga: Waktu Tempuh Harusnya 30 Menit Jadi 1,5 Jam, Jalan Lengkong–Simpenan Rusak Parah
“Kerja bakti memperbaiki saluran dari atas. Laporan juga sudah kami sampaikan ke dinas, ke kabid sarana prasarana dan pihak terkait lainnya,” jelasnya.
Ia menambahkan, kewenangan UPTD hanya berada di dalam area pasar, sehingga upaya yang dilakukan saat ini bersifat penanganan sementara sambil menunggu perbaikan jangka panjang dari dinas terkait.
Terkait dampak, Eman memastikan aktivitas perdagangan tetap berjalan normal dan tidak terganggu.
Baca Juga: Letkol Inf Angga Sukma Resmi Jadi Danyonif 310/KK, Wabup Sukabumi Tekankan Sinergi Jaga Keamanan
“Kalau banjir, pasti aktivitas dagang terganggu. Tapi ini tidak, aktivitas tetap berjalan, tidak ada yang terendam. Hanya air masuk saja,” katanya.
Di sisi lain, ia mengakui perawatan pasar terus dilakukan, terutama dalam hal kebersihan dan pengelolaan sampah. Sampah dari area pasar setiap hari diangkut dan dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Ciangsana.
Menutup keterangannya, Eman mengimbau seluruh pedagang untuk bersama-sama menjaga kondisi pasar.
“Mari kita jaga pasar kita, kebersihan, keamanan, dan ketertiban. Ini pasar kita bersama agar tetap bersih, aman, dan kondusif,” pungkasnya.





