SUKABUMIUPDATE.com - Drummer grup band Garasi, Aries Budiman meninggal dunia pada Sabtu, 19 September 2026. Kepergiannya meninggalkan duka yang amat dalam untuk rekan sesama grup, Fedi Nuril.
Melalui unggahan di Instagram pribadinya pada Selasa, 22 September 2026, Fedi Nuril menuliskan ungkapan mendalam ditinggal pergi Aries Garasi untuk selamanya.
Pemain film Ayat-Ayat Cinta itu juga menceritakan momen pertama kali bertemu dengan Aries Budiman yang memiliki kesan pertamanya itu ‘nyunda banget’, hingga akhirnya bisa menjadi rekan satu grup di Garasi.
“Gue gak bakal lupa pertama kali kita ketemu, Ries. Kita mau audisi untuk film “Garasi”. Lo dateng dan memperkenalkan diri dengan gestur rendah hati yang nyunda pisan. Sebelum mulai nge-jam, lo setup drum dulu,” tulis Fedi Nuril dikutip pada Jumat, (25/09/2026).
Fedi Nuril tidak bisa melupakan momen ketika ia takjub melihat kemampuan Aries saat bermain drum ketika membawa lagu American Idiot milik grup band Green Day.
“Beres setup, lo sedikit solo drum. Dari solo drum itu gue udah berasa skill lo bukan kaleng-kaleng. Kita nge-jam lagu “American Idiot”, Green Day. Lo drum, Aiu vokal dan gue gitar. Selesai nge-jam, gue bener-bener takjub sama skill drum lo,” ungkapnya.
Baca Juga: Kabar Duka! Aries Garasi Meninggal Dunia, Aiu Ratna dan Fedi Nuril Sampaikan Duka
Tak hanya itu, aktor berusia 44 tahun itu juga mengungkapkan momen ketika berinteraksi dan mengakrabkan diri dengan Aries. Ia membagikan saat-saat ia, Aiu, dan Aries keterima untuk film Garasi sampai punya tiga album.
“Gue inget banget obrolan kita abis nge-jam. “Band lo apa, Ries?”. “Gue drum tradisionalnya ********”. “Skill kaya lo ngapain ngeband sama ********?” (Maaf, terdengar merendahkan. Waktu itu umur gue masih kepala 2. Mulut masih asal jeplak.) Akhirnya kita keterima audisi, kita shooting film “Garasi” dan, alhamdulillaah, kita udah bikin tiga album,” tuturnya.
Bagi, Fedi sosok Aries merupakan drummer terbaik yang memiliki kemampuan hebat sebagai seorang drummer. Ia sangat sedih sang rekan satu grup Garash harus pergi untuk selamanya.
Fedi Nuril juga minta maaf kepada Aries Budiman karena tidak bisa membuat Garasi sukses seperti yang diharapkan oleh rekannya itu. Ia juga meminta maaf selama bersama kerap meminta Aries karena belum menyelesaikan lagu ciptaan sang drummer.
“Gue minta maaf gerak Garasi tidak secepat yang lo harapkan. Gue minta maaf suka minta kurangin tenaga pukulan drum lo yang bikin kuping gue pengeng. Dan gue minta maaf banget gak sempet nyelesaiin dua lagu ciptaan lo selagi lo masih hidup,” ujarnya.
Menurut Fedi Nuril, Aries Budiman adalah orang yang sangat baik sampai membuat ia menitipkan salam untuk almarhumah ibunya, yang begitu menyayangi Aries semasa hidupnya.
“Titip salam buat almarhumah nyokap gue, ya. Beliau sayang banget sama lo, Ries.
Selamat reuni sama almarhum Mas Andy Ayunir, Ries. Selamat berkarya bersama dan menghibur para penghuni alam sana,” lanjutnya.
Baca Juga: Pekerja Gaji Rendah Risiko Meninggal Lebih Cepat, Ini Temuan Studi
Di akhir tulisan, Fedi Nuril mendoakan sang drummer Garasi yang telah meninggal dunia. Ia juga menuliskan bahwa karya-karya Garasi masih tetap dicintai, meski Aries telah pergi untuk selamanya dan menjadi kenangan terindah.
“Ya Allah. Ampunilah segala dosanya. Terimalah seluruh amal ibadahnya dan berikanlah tempat terbaik disisiMu, Ya Allah. Walaupun lo udah gak ada, semoga musik yang sudah dilahirkan ini, tidak akan pernah mati. Aamiin,” tutupnya.














