Wanci Sareureuh Kolot, Sebutan Orang Sunda untuk Waktu Malam yang Semakin Larut

Sukabumiupdate.com
Jumat 25 Sep 2026, 12:15 WIB
Wanci Sareureuh Kolot, Sebutan Orang Sunda untuk Waktu Malam yang Semakin Larut

Ilustrasi AI.Wanci Sareureuh Kolot merupakan salah satu istilah penanda waktu dalam budaya Sunda yang digunakan untuk menggambarkan waktu pada malam hari (Sumber : copilot)

SUKABUMIUPDATE.com - Masyarakat Sunda sejak dahulu memiliki beragam istilah untuk menandai waktu dalam kehidupan sehari-hari.

Menariknya, penanda waktu tersebut tidak selalu menggunakan angka seperti yang dikenal saat ini, tetapi kerap dikaitkan dengan aktivitas manusia dan perubahan suasana di lingkungan sekitar.

Salah satunya adalah Wanci Sareureuh Kolot, istilah yang berkaitan dengan waktu malam ketika aktivitas mulai berkurang dan masyarakat mulai beristirahat.

Baca Juga: Wisata ke Padarincang, Ada Curug Cross yang Menawarkan Air Jernih Untuk Healing

Wanci Sareureuh Kolot merupakan salah satu istilah penanda waktu dalam budaya Sunda yang digunakan untuk menggambarkan waktu pada malam hari ketika suasana sudah semakin sepi dan orang-orang mulai beristirahat.

Secara sederhana, Wanci Sareureuh Kolot dapat dimaknai sebagai waktu untuk orang tua beristirahat, yakni bagian malam ketika aktivitas masyarakat mulai berkurang dan suasana menjadi lebih tenang.

Kapan Wanci Sareureuh Kolot?

Mengutip berbagai sumber, wanci Sareureuh Kolot biasanya merujuk pada malam hari, setelah waktu malam semakin larut, ketika sebagian orang sudah mulai tidur atau beristirahat.

Jika menurut jam. waktu ini bertepatan dengan jam 10.00 malam atau waktu setelah wanci Sareureuh Budak.

Namun, penyamaan waktunya dan jam modern tidak bisa dianggap mutlak karena istilah penanda waktu tradisional lebih bersifat kultural dan kontekstual.

Baca Juga: Tidur dengan HP di Samping Bantal, Apa Dampaknya bagi Kualitas Tidur?

Waktu tidur masyarakat pada masa lalu juga dipengaruhi oleh aktivitas sehari-hari, musim, serta kondisi lingkungan.

Filosofi di baliknya

Menariknya, istilah Wanci Sareureuh Kolot memperlihatkan bagaimana masyarakat Sunda pada masa lalu mengenali perjalanan waktu melalui kebiasaan dan kehidupan sosial masyarakat, bukan hanya melalui angka pada jam.

Ada pesan sederhana yang dapat ditangkap dari istilah ini, yaitu pentingnya mengetahui waktu untuk beraktivitas dan waktu untuk beristirahat.

Ketika malam telah larut dan suasana semakin sunyi, manusia sebaiknya mengurangi aktivitas dan memberikan kesempatan kepada tubuh untuk beristirahat.

Editor :
Berita Terkait
Berita Terkini