KUA Nagrak Sukabumi Dibobol Maling, Printer Buku Nikah, Laptop hingga Tabung LPG Raib

Sukabumiupdate.com
Rabu 08 Jul 2026, 17:13 WIB
KUA Nagrak Sukabumi Dibobol Maling, Printer Buku Nikah, Laptop hingga Tabung LPG Raib

Kantor Urusan Agama (KUA) Nagrak yang beralamat di Jalan Masjid Besar At-Taqwa, Desa Nagrak Selatan, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi | Foto : Ibnu Sanubari

SUKABUMIUPDATE.com - Kantor Urusan Agama (KUA) Nagrak yang beralamat di Jalan Masjid Besar At-Taqwa, Desa Nagrak Selatan, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, diduga dibobol pencuri. Aksi tersebut diketahui pada Senin (6/7/2026) pagi saat petugas piket datang ke kantor.

Kepala KUA Nagrak, Usep Saepul Ruhiyat, membenarkan adanya peristiwa pembobolan tersebut. Menurutnya, kejadian diperkirakan berlangsung pada malam hari saat kantor libur.

"Betul terjadi pembobolan KUA. Diperkirakan antara malam Ahad atau malam Senin yang baru lalu," ujar Usep kepada sukabumiupdate.com, Rabu (8/7/2026).

Ia menjelaskan, pembobolan pertama kali diketahui oleh petugas piket yang datang pada Senin pagi. Saat itu kondisi pintu depan kantor terlihat normal sehingga tidak menimbulkan kecurigaan.

"Yang piket pagi-pagi datang. Pas masuk aman-aman saja. Begitu operator masuk ke ruang operator, lihat printer sudah enggak ada," katanya.

Baca Juga: Kota Sukabumi Siaga Kemarau Hingga Akhir September 2026: Daftar Wilayah yang Sering Terdampak

Dari hasil pemeriksaan, pelaku diduga masuk melalui bagian belakang kantor. Usep mengatakan seluruh pintu lain dalam kondisi terkunci. "Kalau melihat itu, pasti lewat belakang. Soalnya yang lain kan dalam kondisi terkunci," ucapnya.

Dalam kejadian tersebut, satu unit printer PLQ 20 milik negara yang digunakan untuk mencetak buku nikah dilaporkan hilang. Selain itu, pelaku juga membawa sejumlah barang milik pribadi pegawai, yakni satu unit laptop, dua unit printer, serta satu tabung gas elpiji 3 kilogram.

"Barang milik negara yang hilang satu buah printer PLQ 20. Kemudian ada barang pribadi yang hilang juga, laptop, dua buah printer. Yang dua printer itu bukan milik negara, hasil pembelian pribadi. Yang lainnya berupa tabung gas tiga kilogram," jelasnya.

Usep memastikan tidak ada dokumen penting maupun arsip negara yang hilang dalam peristiwa tersebut. "Enggak ada. Barang milik negaranya itu printer saja satu unit," katanya.

Akibat kejadian tersebut, kerugian diperkirakan mencapai sekitar Rp6 juta hingga Rp7 juta. "Total kerugian sekitar Rp6 juta sampai Rp7 juta," ujarnya.

Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan Targetkan Universal Coverage 100 Persen di Kota Sukabumi: 1 Kelurahan 1 Perisai

Meski printer pencetak buku nikah hilang, Usep memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal. Hal itu karena sistem administrasi KUA sudah berbasis daring dan pencetakan buku nikah sementara dialihkan ke KUA Cibadak.

"Enggak ada masalah karena kita sudah online. Ketika enggak ada printer, kita bisa ikut ke KUA yang terdekat. Kemarin hari Selasa ada tiga peristiwa nikah, buku nikahnya sudah dicetak di KUA Cibadak," katanya.

Ia menambahkan, pihak Kementerian Agama telah menyiapkan pengganti printer yang hilang sehingga pelayanan dipastikan kembali normal dalam waktu dekat.

"Printer yang baru sudah meluncur ke kantor. Kita sudah buat laporan ke Kemenag, jadi besok sudah normal lagi. Untuk printer yang lain juga masih ada, jadi pelayanan tetap berjalan," ujarnya.

Peristiwa tersebut telah dilaporkan kepada pihak kepolisian. Saat wawancara berlangsung, petugas kepolisian masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

"Sudah dilaporkan. Barusan juga polisi ke TKP lagi ke sini untuk memastikan," kata Usep.

Baca Juga: 402 Rumah Sakit Angker Korea Gelar Gala Premiere, Remake Gonjiam Ini Tuai Pujian dari Sutradara Aslinya

Ia mengungkapkan, Kantor KUA Nagrak belum dilengkapi kamera pengawas atau CCTV sehingga proses penyelidikan mengandalkan hasil olah TKP dan keterangan yang diperoleh polisi.

Usep juga menduga pelaku telah mengetahui kondisi lingkungan kantor. Dugaan itu muncul karena pelaku diduga masuk melalui bagian belakang dan kawasan sekitar sebelumnya juga beberapa kali mengalami kejadian serupa.

"Mungkin saja, kemungkinan pelaku sudah tahu situasi. Soalnya di sekitar sini juga sudah sering kejadian, termasuk di SMP Muhammadiyah. Katanya sudah dua atau tiga kali kehilangan, bahkan sempat ada vandalisme," ungkapnya.

Meski demikian, ia belum dapat memastikan jumlah pelaku yang melakukan aksi pembobolan tersebut.

"Kalau melihat printer yang diambil ada tiga, kalau satu kali ngambil satu orang kayaknya berat. Kemungkinan bisa jadi dua orang," pungkasnya.

Berita Terkait
Berita Terkini