Kota Sukabumi darurat sampah? Setiap hari sekitar 190 ton sampah dihasilkan warga, dengan 132 ton di antaranya berakhir di TPA Cikundul. Kondisi TPA kini semakin kritis dan diperkirakan hanya mampu bertahan hingga akhir 2026 jika tidak ada perubahan dalam pengelolaan sampah.
Tak hanya kapasitas TPA yang menipis, keterbatasan armada pengangkut dan rendahnya kesadaran memilah sampah dari rumah turut memperparah persoalan.
Namun di tengah krisis, Bank Sampah Astrajingga di Kampung Subangjaya membuktikan bahwa sampah bisa menjadi berkah. Warga rutin memilah sampah sejak dari rumah, mengolah sampah organik menjadi pupuk dan pakan ternak, sementara sampah anorganik ditabung untuk menghasilkan nilai ekonomi. Hasilnya, lingkungan lebih bersih dan kas RW bertambah sekitar Rp1,5 juta per bulan.
Persoalan sampah bukan hanya soal TPA atau armada, tetapi juga soal kebiasaan. Jika budaya memilah sampah dimulai dari rumah, umur TPA bisa diperpanjang, biaya pengangkutan berkurang, dan sampah berubah menjadi sumber manfaat bagi masyarakat.