Seren Taun ke-447 Kasepuhan Sinar Resmi, Bupati Sukabumi Sebut Tradisi Ini Benteng Ketahanan Pangan

Sukabumiupdate.com
Minggu 05 Jul 2026, 15:30 WIB
Seren Taun ke-447 Kasepuhan Sinar Resmi, Bupati Sukabumi Sebut Tradisi Ini Benteng Ketahanan Pangan

Prosesi Ngampih Pare ka Leuit di puncak perayaan Seren Taun ke-447 Kasepuhan Sinar Resmi. (Sumber : Diskominfosan Kab. Sukabumi)

SUKABUMIUPDATE.com – Ribuan masyarakat memadati Kampung Adat Kasepuhan Sinar Resmi, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Minggu (5/7/2026), untuk mengikuti puncak perayaan Seren Taun ke-447.

Tradisi adat yang telah diwariskan secara turun-temurun selama ratusan tahun ini menjadi simbol rasa syukur masyarakat adat atas hasil panen sekaligus doa menyambut musim tanam berikutnya.

Puncak perayaan Seren Taun diawali dengan berbagai prosesi adat yang sarat makna. Sejumlah ritual dan pertunjukan budaya digelar, mulai dari tumbuk padi, saresehan bersama baris olot kasepuhan, dongdang, dogdog lojor, seni debus, rengkong, gondang buhun, tari tani, hingga pameran karya incu putu Kasepuhan.

Prosesi paling sakral dalam rangkaian acara tersebut adalah Ngampih Pare ka Leuit, yakni memasukkan secara simbolis ikatan padi hasil panen masyarakat ke Leuit Si Jimat oleh Sesepuh Adat Kasepuhan Sinar Resmi, Abah Asep Nugraha.

Prosesi berlangsung khidmat dengan iringan kidung Pohaci, alunan suling, dan kecapi yang menambah nuansa spiritual dan sakral dalam perayaan adat tersebut.

Baca Juga: Seren Taun di 3 Kasepuhan Digelar Juli Agustus, Dispar Sukabumi Ajak Wisatawan Berkunjung

Bupati Sukabumi Asep Japar yang hadir dalam kegiatan tersebut menegaskan bahwa Seren Taun bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan hasil bumi yang diterima masyarakat adat.

Selain itu, tradisi ini juga menjadi doa bersama agar musim tanam berikutnya diberikan keberkahan dan hasil yang melimpah.

"Seren Taun bukan hanya bentuk rasa syukur, tetapi juga mengandung nilai-nilai luhur yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi penerus," ujar Asep Japar.

Menurut Asep Japar, Seren Taun mengajarkan berbagai nilai penting seperti gotong royong, pelestarian lingkungan, serta ketahanan pangan melalui tradisi penyimpanan padi di leuit. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Sukabumi dalam mewujudkan masyarakat yang maju, unggul, berbudaya, dan berkah tanpa meninggalkan akar budaya lokal.

"Tradisi ini menjadi benteng pertahanan ketahanan pangan sekaligus identitas budaya masyarakat yang harus terus dijaga," tuturnya.

Asep menilai, di tengah derasnya arus globalisasi dan modernisasi, kearifan masyarakat adat Kasepuhan Sinar Resmi dalam menjaga keseimbangan alam dan mengelola pangan secara mandiri patut menjadi teladan.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Sukabumi berkomitmen mendukung pelestarian adat dan budaya, termasuk pengembangan potensi kawasan kasepuhan serta peningkatan infrastruktur untuk menunjang kesejahteraan masyarakat.

Ia juga mengajak generasi muda atau incu putu untuk terus menjaga dan melestarikan warisan leluhur agar tidak tergerus perkembangan zaman.

Sementara itu, Sesepuh Adat Kasepuhan Sinar Resmi, Abah Asep Nugraha, mengatakan Seren Taun merupakan bentuk rasa syukur masyarakat adat kepada Sang Pencipta atas segala rezeki dan hasil bumi yang diberikan sepanjang tahun.

"Acara ini bukan hanya warisan leluhur, tetapi juga doa bersama agar kehidupan masyarakat ke depan senantiasa diberi keberkahan," ujarnya.

Abah Asep berharap tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun tersebut tetap lestari meski masyarakat dihadapkan pada perkembangan teknologi dan modernisasi yang semakin pesat.

Menurutnya, Seren Taun merupakan pondasi kehidupan masyarakat adat yang mengajarkan keselarasan antara manusia, alam, dan nilai-nilai spiritual.

"Tradisi ini harus terus diwariskan kepada generasi penerus sebagai identitas dan pegangan hidup masyarakat adat," pungkasnya. (adv)

Berita Terkait
Berita Terkini