SUKABUMIUPDATE.com - Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Yusuf Maulana, melaksanakan Reses Tematik III Tahun Sidang 2025–2026 bersama para tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan perwakilan warga Desa Gede Pangrango, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Masa Reses III DPRD Provinsi Jawa Barat yang berlangsung pada 10 Juni hingga 22 Juni 2026. Melalui pendekatan reses tematik, dialog difokuskan pada isu-isu strategis yang menjadi kebutuhan masyarakat Desa Gede Pangrango, sehingga aspirasi yang dihimpun dapat lebih mendalam dan terarah sesuai potensi serta tantangan wilayah.
Salah satu aspirasi utama yang disampaikan masyarakat adalah kebutuhan pembangunan sistem penyediaan air bersih melalui pipanisasi dari kawasan kaki Gunung Gede Pangrango menuju permukiman warga.
Selama ini, jaringan distribusi air bersih masih dikelola secara swadaya oleh masyarakat dengan kondisi yang sederhana. Sebagian saluran memanfaatkan pipa yang telah berusia tua, sambungan seadanya, hingga penampungan air menggunakan drum plastik, sehingga belum mampu memberikan pelayanan air bersih yang optimal kepada seluruh warga.
Baca Juga: Bersama Kelompok Tani, Yusuf Maulana Kawal Aspirasi Pertanian dan Peternakan
Masyarakat berharap adanya dukungan pemerintah untuk membangun sistem pipanisasi yang lebih baik, mulai dari pembangunan bak penampungan, jaringan distribusi, hingga perlengkapan pendukung lainnya. Air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang sangat penting, sehingga peningkatan infrastruktur ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas kesehatan dan kesejahteraan warga.
Selain itu, masyarakat juga menyampaikan aspirasi mengenai pengembangan sektor pariwisata berbasis pemberdayaan masyarakat.
Desa Gede Pangrango berada di kawasan penyangga Situ Gunung dan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, yang dalam beberapa tahun terakhir semakin dikenal sebagai salah satu destinasi wisata alam unggulan di Kabupaten Sukabumi.
Meningkatnya jumlah wisatawan menjadi peluang besar bagi masyarakat untuk meningkatkan pendapatan melalui sektor ekonomi kreatif dan pariwisata.
Oleh karena itu, masyarakat mengusulkan agar pemerintah memberikan pelatihan dan pembinaan kepada warga, antara lain dalam bidang pelayanan wisata, pengelolaan homestay, tata boga dan kuliner lokal, pengembangan UMKM, kerajinan dan suvenir, pemasaran digital, kebersihan lingkungan, hingga peningkatan kemampuan berbahasa asing dasar sebagai bekal dalam melayani wisatawan dari luar daerah maupun mancanegara.
Masyarakat meyakini bahwa apabila sumber daya manusia dipersiapkan dengan baik, maka potensi wisata di Kecamatan Kadudampit akan memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat sekitar, bukan hanya sebagai tujuan wisata, tetapi juga sebagai pusat pertumbuhan ekonomi berbasis masyarakat.
Aspirasi berikutnya adalah peningkatan infrastruktur penunjang kawasan wisata. Warga berharap adanya peningkatan kualitas jalan menuju destinasi wisata, penataan akses lingkungan, fasilitas parkir, penerangan jalan, rambu-rambu penunjuk arah, drainase, serta sarana pendukung lainnya agar wisatawan merasa aman, nyaman, dan betah berkunjung ke kawasan wisata di Kecamatan Kadudampit.
Menurut masyarakat, pembangunan infrastruktur yang baik akan meningkatkan daya saing destinasi wisata sekaligus memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan usaha mikro, perdagangan, kuliner, jasa transportasi, serta sektor ekonomi masyarakat lainnya.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Yusuf Maulana menyampaikan bahwa seluruh usulan masyarakat akan dihimpun dan diperjuangkan sesuai mekanisme serta kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
“Potensi Desa Gede Pangrango sangat besar, baik dari sisi sumber daya alam maupun sektor pariwisatanya. Karena itu, kebutuhan dasar masyarakat seperti penyediaan air bersih harus menjadi perhatian bersama. Di sisi lain, pengembangan pariwisata harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia dan infrastruktur agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat sekitar. Insya Allah seluruh aspirasi yang disampaikan akan kami kawal dan kami koordinasikan dengan perangkat daerah terkait agar dapat menjadi bagian dari perencanaan pembangunan Provinsi Jawa Barat," kata dia.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga kelestarian lingkungan, memperkuat semangat gotong royong, serta memanfaatkan potensi daerah secara bijaksana sehingga pembangunan yang dilakukan tetap berorientasi pada keberlanjutan dan kesejahteraan masyarakat.
"Terima kasih kepada seluruh tokoh masyarakat dan warga Desa Gede Pangrango yang telah menyampaikan berbagai aspirasi dengan penuh semangat dan kebersamaan. Semoga ikhtiar bersama ini menjadi langkah nyata dalam mewujudkan Desa Gede Pangrango sebagai kawasan yang maju, mandiri, memiliki akses air bersih yang memadai, serta menjadi destinasi wisata alam yang berkualitas dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat," lanjut Yusuf yang berasal dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS). (ADV)





