AS Jadi Tujuan Ekspor Terbesar, Jabar Catat Surplus Dagang USD 11,31 Miliar hingga Mei 2026

Sukabumiupdate.com
Minggu 05 Jul 2026, 15:47 WIB
AS Jadi Tujuan Ekspor Terbesar, Jabar Catat Surplus Dagang USD 11,31 Miliar hingga Mei 2026

Ilustrasi ekspor. (Sumber Foto: Dok. Kemenko Perekonomian)

SUKABUMIUPDATE.com – Neraca perdagangan Provinsi Jawa Barat selama periode Januari hingga Mei 2026 mencatat surplus sebesar USD 11,31 miliar. Surplus tersebut terjadi karena nilai ekspor masih jauh lebih tinggi dibandingkan impor.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat, Margaretha Ari Anggorowati, mengatakan nilai ekspor Jawa Barat sepanjang Januari–Mei 2026 mencapai USD 15,97 miliar, meningkat 3,71 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025.

Dari total tersebut, ekspor nonmigas mencapai USD 15,87 miliar atau naik 3,85 persen, sedangkan ekspor migas tercatat USD 100,27 juta, turun 14,78 persen.

Sementara itu, nilai ekspor Jawa Barat pada Mei 2026 mencapai USD 3,40 miliar, naik 2,10 persen dibandingkan Mei 2025. Ekspor nonmigas pada bulan yang sama mencapai USD 3,37 miliar atau meningkat 2,21 persen.

"Dari sepuluh komoditas dengan nilai ekspor nonmigas terbesar Januari–Mei 2026, komoditas yang mengalami peningkatan terbesar adalah golongan mesin dan peralatan mekanis sebesar USD 296,93 juta atau 25,27 persen," ujar Margaretha dalam Rilis Berita Resmi Statistik Provinsi Jawa Barat, Rabu (1/7/2026).

Baca Juga: Ekspor Moncer, Neraca Dagang Jabar Surplus USD 8,90 Miliar pada Januari-April 2026

Sebaliknya, komoditas yang mengalami penurunan terbesar adalah golongan karet dan barang dari karet yang turun USD 94,41 juta atau 14,64 persen.

Amerika Serikat Jadi Tujuan Ekspor Terbesar

BPS mencatat Amerika Serikat (AS) masih menjadi tujuan utama ekspor nonmigas Jawa Barat dengan nilai mencapai USD 2,63 miliar. Posisi berikutnya ditempati Filipina sebesar USD 1,47 miliar dan Jepang sebesar USD 1,15 miliar.

Kontribusi ketiga negara tersebut mencapai 33,08 persen dari total ekspor nonmigas Jawa Barat.

Sementara itu, ekspor ke kawasan ASEAN mencapai USD 4,37 miliar, sedangkan ekspor ke kawasan Amerika dan Eropa mencapai USD 5,96 miliar.

Dari sisi sektoral, kinerja ekspor Jawa Barat pada Januari–Mei 2026 menunjukkan tren positif. Sektor pertanian tumbuh 3,11 persen, sektor industri pengolahan naik 3,85 persen, sedangkan sektor pertambangan dan migas masing-masing mengalami penurunan 8,84 persen dan 14,78 persen.

Nilai Impor Turun 7,08 Persen

Di sisi lain, nilai impor Jawa Barat selama Januari–Mei 2026 tercatat USD 4,66 miliar, turun 7,08 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Impor nonmigas mencapai USD 4,39 miliar, naik 1,07 persen, sedangkan impor migas turun signifikan hingga 60,48 persen menjadi USD 262,21 juta.

Pada Mei 2026, nilai impor Jawa Barat tercatat USD 980 juta, turun 4,94 persen dibandingkan Mei 2025. Namun, impor nonmigas pada bulan tersebut justru meningkat 7,38 persen menjadi USD 950 juta.

Dari sepuluh komoditas impor nonmigas terbesar, penurunan terdalam terjadi pada golongan kendaraan dan bagiannya yang turun USD 145,14 juta atau 42,40 persen. Sebaliknya, peningkatan terbesar terjadi pada golongan mesin dan perlengkapan elektronik yang naik USD 108,64 juta atau 16,32 persen.

Tiongkok Masih Jadi Pemasok Utama

Menurut Margaretha, Tiongkok masih menjadi negara asal impor nonmigas terbesar Jawa Barat dengan nilai mencapai USD 1,82 miliar atau berkontribusi 41,47 persen terhadap total impor nonmigas.

Posisi berikutnya ditempati Korea Selatan sebesar USD 527,67 juta (12 persen) dan Jepang sebesar USD 518,81 juta (11,80 persen).

Selain itu, berdasarkan golongan penggunaan barang, impor barang konsumsi, bahan baku/penolong, dan barang modal pada Januari–Mei 2026 masing-masing mengalami penurunan sebesar 5,37 persen, 6,33 persen, dan 13,68 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sumber: Humas Jabar

Berita Terkait
Berita Terkini