Kronologi Balita Tewas Tercebur Septic Tank di Gegerbitung, Sedalam 2 Meter Tanpa Penutup

Sukabumiupdate.com
Minggu 03 Mei 2026, 12:05 WIB
Kronologi Balita Tewas Tercebur Septic Tank di Gegerbitung, Sedalam 2 Meter Tanpa Penutup

TKP balita di Gegerbitung Sukabumi tewas tercebur septic tank. (Sumber : dok Polsek Gegerbitung.).

SUKABUMIUPDATE.com - Peristiwa memilukan terjadi di Kampung Munjul, Desa Gegerbitung, Kecamatan Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi. Seorang balita berinisial HAA (4) meninggal dunia setelah terjatuh ke dalam lubang septic tank yang berisi air, pada Sabtu 2 Mei 2026, sekitar pukul 17.00 WIB.

Kapolsek Gegerbitung, IPTU Subit Sudrajat, mengungkapkan kronologi peristiwa tersebut terjadi saat korban tengah bermain bersama dua temannya di sekitar area bangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Gegerbitung.

Lokasi tersebut berada di area persawahan dan berdekatan dengan lapangan sepak bola di Kampung Munjul, Desa Gegerbitung.

Baca Juga: Curah Hujan Tinggi, Semua Wisata Alam Berbasis Sungai di TNGGP Ditutup Mulai 3 Mei

“Korban saat itu bermain bersama dua temannya di sekitar lokasi galian septic tank. Diduga korban terpeleset dan jatuh ke dalam lubang yang terisi air hujan,” ujar IPTU Subit Sudrajat, pada Minggu (3/5/2026).

Menurutnya, lubang tersebut memiliki ukuran sekitar panjang 4 meter, lebar 2 meter dengan kedalaman 2 meter. Dimana septic tank tersebut belum dilengkapi dinding maupun penutup, sehingga berpotensi membahayakan.

“Lubang septic tank tersebut belum ditembok dan belum ditutup, sementara kondisi air hampir penuh akibat hujan, sehingga sangat rawan,” jelasnya.

Baca Juga: Pelita Saat Mereka Diabaikan: Kisah Kang Irgi dan ODGJ yang Bangkit Kembali

Setelah kejadian, dua teman korban langsung meminta bantuan warga sekitar. Warga yang datang ke lokasi kemudian mengevakuasi korban dari dalam lubang.

“Korban sempat dievakuasi oleh warga dan dibawa ke fasilitas kesehatan, namun saat diperiksa korban sudah dalam kondisi meninggal dunia. Diduga korban meninggal akibat tenggelam atau kehabisan oksigen,” ungkapnya.

Pihak keluarga, kata Subit, menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan autopsi. “Dari pihak keluarga sudah menerima kejadian ini sebagai takdir dan tidak menghendaki dilakukan autopsi,” tandasnya.

 

Berita Terkait
Berita Terkini